Edisi Sabtu, 30 Agustus 2008
Rubrik Berita
Berita Utama

Kota Medan

Sumatera Utara

Nanggröe Aceh Darussalam

Lain-lain

Mancanegara

Ekonomi & Keuangan

Olahraga

Kartun
Pak Tuntung
Arsip Berita
Tanggal:
Bulan:
Tahun:



Berita Utama  

Wapres: Potensi Rugi LNG Tangguh Rp700 Triliun

Bandung, (Analisa)

Wakil Presiden Jusuf Kalla meralat pemberitaan media massa yang menyebut bahwa kerugian perundingan LNG Tangguh mencapai Rp75 triliun, karena yang benar potensi kerugiannya adalah Rp700 triliun.

"Potensi kerugian negara yang benar Rp700 triliun, atau 75 miliar dollar AS," kata Wapres kepada wartawan seusai meninjau pembuatan panser untuk TNI oleh PT Pindad di Bandung, Jumat (29/8).

Sebelumnya diberitakan, pemerintah sedang menjajaki kemungkinan negosiasi harga gas Tangguh di Beijing di mana kontrak sebelumnya di zaman pemerintahan Presiden Megawati membuat Indonesia kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan sampai Rp70 triliun.

Wapres mengatakan, angka kehilangan itu yakni 3 miliar dollar AS per tahun yang jika dikalikan masa kontrak selama 25 tahun maka berarti kehilangan 70 miliar dollar AS atau Rp700 triliun.

Menurut Wapres, formula penentuan harga gas Tangguh paling jelek dan terparah dalam sejarah perminyakan.

Wapres mengatakan, kesalahan kontrak adalah harga yang ditentukan ekuivalen dengan tingkat persentase tertentu pada harga minyak sangat rendah sebesar lima persen.

Padahal gas Arun 30 tahun sebesar 7,5 persen dan gas Bontang 15 persen selama 25 tahun, urainya. (Ant)

Topik Lain
Dubes Malaysia: 10 Tahun Lagi RI Jadi Negara Maju

‘Farewell Parade’ Serahterima Jabatan Kapoldasu
Jangan Mimpi Judi dan Kejahatan Lain Kembali Tumbuh di Sumut


Jaminan Kesehatan Diupayakan Mencakup Seluruh Penduduk

Polri Usut Kemungkinan Tes DNA Asrori Keliru

Presiden: Penelaahan Konstitusi Perlu Komisi Khusus

Menag Akan Pimpin Sidang Itsbat Penetapan Awal Ramadan

DPR Peringati HUT di Tengah Sejumlah Kasus

Tajuk Rencana
Kejujuran Polri


 


Copyright © 1998--20007
Harian Analisa Online
All rights reserved.
Site Developer:
exolution.net