Wapres: Potensi Rugi LNG Tangguh Rp700 Triliun
Bandung, (Analisa)
Wakil Presiden Jusuf Kalla meralat pemberitaan media massa yang menyebut bahwa kerugian perundingan LNG Tangguh mencapai Rp75 triliun, karena yang benar potensi kerugiannya adalah Rp700 triliun.
"Potensi kerugian negara yang benar Rp700 triliun, atau 75 miliar dollar AS," kata Wapres kepada wartawan seusai meninjau pembuatan panser untuk TNI oleh PT Pindad di Bandung, Jumat (29/8).
Sebelumnya diberitakan, pemerintah sedang menjajaki kemungkinan negosiasi harga gas Tangguh di Beijing di mana kontrak sebelumnya di zaman pemerintahan Presiden Megawati membuat Indonesia kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan sampai Rp70 triliun.
Wapres mengatakan, angka kehilangan itu yakni 3 miliar dollar AS per tahun yang jika dikalikan masa kontrak selama 25 tahun maka berarti kehilangan 70 miliar dollar AS atau Rp700 triliun.
Menurut Wapres, formula penentuan harga gas Tangguh paling jelek dan terparah dalam sejarah perminyakan.
Wapres mengatakan, kesalahan kontrak adalah harga yang ditentukan ekuivalen dengan tingkat persentase tertentu pada harga minyak sangat rendah sebesar lima persen.
Padahal gas Arun 30 tahun sebesar 7,5 persen dan gas Bontang 15 persen selama 25 tahun, urainya. (Ant)
|