Ratusan Rumah di Tembung Diterjang Puting Beliung
Medan, (Analisa)
Ratusan rumah di sejumlah kawasan yang berada di Tembung, Deliserdang rusak parah diterjang angin puting beliung, Rabu (26/3) sekira pukul 17.00 WIB. Selain itu, dua warga yakni Melianti Sihotang (16), penduduk Tembung Dusun 7 dan Lilik (1,3) mengalami luka karena tertimpa kayu bangunan rumah.
Daerah yang terkena musibah tersebut yakni di Desa Tembung 22 rumah, Sei Rotan 86 rumah, Sambirejo Timur 56.
Informasi diperoleh Analisa dari Kepala Desa Sambirejo Timur, Drs Nasib Solichin MM, dari catatan sementara ada sekitar 47 rumah rusak parah dan sebagian lain rusak ringan. Rumah yang rusak parah umumnya atap seng diterbangkan angin.
Daerah yang mengalami kerusakan di kawasan Jalan Makmur Dusun VII, Dusun Kamboja, Dusun Tanjung, Jalan Sampurna Dusun I dan Jalan Rahayu Dusun VIII.
“Angin puting beliung juga merusak atap dan papan Kantor Desa Sambirejo Timur. Untuk sementara kami membuka posko penampungan di kantor desa,” jelas Nasib Solichin.
Sedangkan di sekitar Kantor Desa Bandar Klippa sejumlah rumah warga juga terkena angin puting beliung.
Salah seorang warga yang juga pengurus KNPI Percut Sei Tuan, A Sinaga mengatakan kawasan yang dilanda angin puting beliung juga terjadi di Pasar VII Tembung, Pasar 9 kawasan Desa Sei Rotan. “Kalau saya pantau ada sekitar 55 rumah yang rusak,” jelasnya.
Sementara itu aparat Pemerintahan Percut Sei tuan dipimpin Drs H Syafrullah S.Sos langsung melakukan pendataan dan membuat sejumlah posko untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.
Sementara, informasi lain yang dihimpun sekira pukul 20.30 WIB dari Zulkarnain Capah, Kepala Desa VII, Tembung, di kawasan tersebut sekitar 20 rumah rusak.
“Sepuluh di antaranya rusak parah, yakni milik Situmorang, Sihotang, Bahari Nasution, Dahlan Nasution, Ibrahim Nasution, Zakaria Capah, Rika br Lingga, Ibrahim, Napin dan Ismail Siburian. Sedangkan 10 rumah lain tak terlalu parah kerusakannya,” jelas Zulkarnain seraya menambahkan, untuk sementara para korban angin puting beliung ditampung di rumah warga sekitar.
Menurutnya, angin puting beliung memorakporandakan kawasan itu hanya dalam waktu lima menit.
“Saat itu, terdengar suara hiruk pikuk dan tiba-tiba atap rumah warga mulai beterbangan. Terlihat, angin hitam membubung bergulung-gulung. Kemudian, hujan turun dan angin perlahan mereda disusul listrik padam. Hingga saat ini pun, aliran listrik belum menyala,” terang Zulkarnain saat dijumpai di posko informasi yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
Zulkarnain sangat mengharapkan bantuan pemerintah dan masyarakat yang bermurah hati. (twh/hen/iqb)
|