JUMPA Tatap Muka dengan Palang Merah Jepang 50 Persen Pengidap HIV/AIDS di Medan Derita TB
Medan, (Analisa)
Pengidap HIV/AIDS di Kota Medan, sekitar 50 persennya menderita tuberkulosis (TB). Ini disebabkan pengidap HIV/AIDS mengalami infeksi opurtunistik atau infeksi akibat daya tahan tubuh lemah.
Penyakit TB merupakan infeksi opportunistik yang paling banyak diderita pengidap HIV/AIDS, setelah itu jamur pada mulut dan saluran pencernaan.
Demikian Kadis Kesehatan Kota Medan dr Umar Zein DTM&H SpPD-KPTI kepada wartawan usai bertatap muka dengan pengurus Jurnalis Medan Peduli AIDS (JUMPA), Palang Merah Jepang, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut dan AIDsina Foundation di Dinas Kesehatan Kota Medan, Selasa (25/3).
Umar Zein menyebutkan, Dinkes Kota Medan menemukan sebanyak 600 kasus HIV/AIDS di Kota Medan pada tahun 2007. Dari jumlah tersebut, 300 orang di antaranya menderita TB.
Kendati demikian, lanjut Umar Zein, umumnya pengidap HIV/AIDS tersebut meninggal dunia karena mengalami sepsis atau infeksi yang sudah masuk ke dalam darah.
Paling mengkhawatirkan, terangnya, tingginya jumlah pengidap HIV/AIDS dari kelompok usia produktif. Saat ini, kasus HIV/AIDS di Kota Medan didominasi kelompok usia 20-40 tahun.
Program kerja
Sementara Rahmayani Sinaga dari PMI Sumut di dampingi Roby Kurniawan, Dian Tri Bakti Project Officer PMI Medan, menjelaskan, program kerja PMI dalam menanggulangi HIV/AIDS di Sumut, selain melakukan penyuluhan secara langsung kepada kelompok risiko tinggi, PMI Sumut yang memiliki radio berfungsi menyampaikan pesan-pesan tentang penanggulangan AIDS.
Sedangkan Programme Development Director AIDsina Foundation Yen Yerus Rusalam yang mendampingi Maki Igarashi dari Palang Merah Jepang memaparkan tentang peran serta sejumlah lembaga yang peduli terhadap AIDS.
Ketua Harian JUMPA David Swayana didampingi Sekretaris Zainul Abdi, dalam kesempatan itu menjelaskan, keberadaan organisasi paguyuban wartawan yang peduli terhadap AIDS di Sumut.
Katanya, JUMPA merupakan organisasi para wartawan yang peduli terhadap AIDS. Keanggotaan JUMPA tidak hanya terbatas pada wartawan unit kesehatan, tetapi terbuka bagi seluruh wartawan maupun penulis yang peduli terhadap AIDS. (dn/rel)
|