Edisi Kamis, 27 Maret 2008
Rubrik Berita
Berita Utama

Kota Medan

Sumatera Utara

Nanggröe Aceh Darussalam

Lain-lain

Mancanegara

Ekonomi & Keuangan

Olahraga

Kartun
Pak Tuntung
Arsip Berita
Tanggal:
Bulan:
Tahun:



Kota Medan  

JUMPA Tatap Muka dengan Palang Merah Jepang
50 Persen Pengidap HIV/AIDS di Medan Derita TB

Medan, (Analisa)

Pengidap HIV/AIDS di Kota Medan, sekitar 50 persennya menderita tuberkulosis (TB). Ini disebabkan pengidap HIV/AIDS mengalami infeksi opurtunistik atau infeksi akibat daya tahan tubuh lemah.

Penyakit TB merupakan infeksi opportunistik yang paling banyak diderita pengidap HIV/AIDS, setelah itu jamur pada mulut dan saluran pencernaan.

Demikian Kadis Kesehatan Kota Medan dr Umar Zein DTM&H SpPD-KPTI kepada wartawan usai bertatap muka dengan pengurus Jurnalis Medan Peduli AIDS (JUMPA), Palang Merah Jepang, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut dan AIDsina Foundation di Dinas Kesehatan Kota Medan, Selasa (25/3).

Umar Zein menyebutkan, Dinkes Kota Medan menemukan sebanyak 600 kasus HIV/AIDS di Kota Medan pada tahun 2007. Dari jumlah tersebut, 300 orang di antaranya menderita TB.

Kendati demikian, lanjut Umar Zein, umumnya pengidap HIV/AIDS tersebut meninggal dunia karena mengalami sepsis atau infeksi yang sudah masuk ke dalam darah.

Paling mengkhawatirkan, terangnya, tingginya jumlah pengidap HIV/AIDS dari kelompok usia produktif. Saat ini, kasus HIV/AIDS di Kota Medan didominasi kelompok usia 20-40 tahun.

Program kerja

Sementara Rahmayani Sinaga dari PMI Sumut di dampingi Roby Kurniawan, Dian Tri Bakti Project Officer PMI Medan, menjelaskan, program kerja PMI dalam menanggulangi HIV/AIDS di Sumut, selain melakukan penyuluhan secara langsung kepada kelompok risiko tinggi, PMI Sumut yang memiliki radio berfungsi menyampaikan pesan-pesan tentang penanggulangan AIDS.

Sedangkan Programme Development Director AIDsina Foundation Yen Yerus Rusalam yang mendampingi Maki Igarashi dari Palang Merah Jepang memaparkan tentang peran serta sejumlah lembaga yang peduli terhadap AIDS.

Ketua Harian JUMPA David Swayana didampingi Sekretaris Zainul Abdi, dalam kesempatan itu menjelaskan, keberadaan organisasi paguyuban wartawan yang peduli terhadap AIDS di Sumut.

Katanya, JUMPA merupakan organisasi para wartawan yang peduli terhadap AIDS. Keanggotaan JUMPA tidak hanya terbatas pada wartawan unit kesehatan, tetapi terbuka bagi seluruh wartawan maupun penulis yang peduli terhadap AIDS. (dn/rel)

Topik Lain
Pemko Tak Rela, Pengambil-alihan RSU Pirngadi Bukan Jalan Keluar Atasi Krisis Pelayanan

Membuka Kesadaran Perempuan untuk Berpolitik
FJP Sumut Gelar Pengukuhan dan Seminar Perempuan dan Politik


Ramah Tamah Masyarakat Tionghoa dengan Tri-Ben di Hotel Citi
Ditargetkan Sumut Keluar dari Krisis Listrik di Atas Februari 2009


Perguruan Tinggi Asing Jadi Saingan yang Serius
Pengurus APTISI Wilayah I- A Sumut Periode 2008-2012 Dikukuhkan


Calon Gubsu Tandatangani Kesepakatan Pilkada Damai, 28 Maret
Jalan Pulau Pinang Ditutup Sementara


Badan Warisan Sumatera Utara:
Perlu Payung Hukum Tetap bagi Kelestarian Cagar Budaya


Pemimpin Sumut Perlu Prioritaskan Petani dan Nelayan

Hadapi UN, Siswa di Kota Medan Lebih Giat Belajar

Padang Longsor, Distribusi Surat Suara Pilkada Sumut Lewat Jalur Laut

Singapura Impor 95 Persen Komoditas Hortikultura
Delegasi AVA Singapura Kunjungan Balasan ke Sumatera Utara


 


Copyright © 1998--20007
Harian Analisa Online
All rights reserved.
Site Developer:
exolution.net