Singapura Impor 95 Persen Komoditas Hortikultura Delegasi AVA Singapura Kunjungan Balasan ke Sumatera Utara
Medan, (Analisa)
Sebanyak 95 persen sayur-sayuran dan buah-buahan yang terdapat di pasar maupun supermarket di Singapura diimpor dari berbagai negara yakni Thailand, China, Malaysia, Jepang, Australia dan Indonesia.
“Komoditi hasil dari petani lokal hanya 5 persen saja, selainnya diimpor dari berbagai negara, karena kurangnya lahan pertanian,” ungkap Ketua delegasi Singapura Siew Boon Ee Philemon (Manageer Food Supply and Techn. Dep) melalui visual di hadapan para Kepala Dinas Pertanian dan wakil daerah kabupaten/kota se Sumatera Utara di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara pada kunjungan balasannya ke Indonesia, Selasa (25/3).
Delegasi yang terdiri dari enam orang tergabung dalam Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore (AVA) tersebut mengatakan, dari 95 persen komoditi yang di impor Singapura, Indonesia hanya empat persen mengekspor komoditinya.
“Hal ini cukup disayangkan pihaknya, padahal diakuinya Sumatera Utara merupakan salah satu sentra komoditas hortikultura di Indonesia dengan tujuan pasar untuk memenuhi kebutuhan di beberapa negara tetangga,” ujarnya.
Namun akhir-akhir ini impor komoditi yang berasal dari Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan ke Singapura.
Siew Boon Ee Philemon menjelaskan penurunan yang sangat signifikan tersebut, belum terjaminnya mutu, tingginya residu pertisida dan cara pengemasan komoditi tersebut.
Untuk itu pihaknya melakukan kunjungan balasan ke Indonesia beberapa hari, ingin mengetahui lebih jauh komoditi dari berbagai daerah yang memiliki komoditi unggulan.
“Sekaligus kami juga ingin mengetahui kendala yang dihadapi pascapanen dari para petani holtikultura,” katanya.
Kerjasama
Selain itu pihaknya juga akan menawarkan kerjasama dalam bidang membuka pelatihan dan training terutama bagi pelaku agribisnis.
Hal itu juga diungkapkan Kadistan Provinsi Sumatera Utara Ir. H. Bintara Thahir MSi dalam sambutannya diwakili Ir. H. Rustam Djamaan MSi adanya penurunan ekpor komoditi yang sangat signifikan ke Singapura.
Bintara mengharapkan dengan kedatangan para delegasi Singapura ini dapat menggairahkan pengusaha agribisnis untuk mengekspor komoditas pertanian ke Singapura dengan produk yang berdaya saing tinggi.
Usai temuramah delegasi Singapura pada hari pertamanya di Sumatera Utara melakukan kunjungan ke laboratorium pengujian mutu dan residu pestisida, lalu rombongan delegasi melanjutkan kunjungan ke Desa Sawit Rejo Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang yang dikenal sebagai penghasil jambu guava.
Rombongan yang didampingi Dirut Agro Madear Simalungun Ir. IGK Sastrawan MBA melakukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pemasaran kepada para petani jambu guava itu.
“Untuk saat ini jambu-jambu itu masih di pasarkan beberapa daerah di Sumatera Utara,” ujar Bersih Tarigan Ketua Kelompok Tani.
Dalam melanjutkan kunjungan itu rombongan delegasi akan mengundang kelompok tani jambu guava mengikuti pemeran buah di Singapura akan datang. (yes)
|