Membuka Kesadaran Perempuan untuk Berpolitik FJP Sumut Gelar Pengukuhan dan Seminar Perempuan dan Politik
Medan, (Analisa)
Secara kualitas maupun kuantitas pengaruh perempuan dalam panggung politik sebenarnya cukup besar. Namun disayangkan, masih banyak perempuan yang belum menyadari akan potensinya tersebut.
Termotivasi dengan hal itu Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Sumut menggelar seminar Perempuan dan Politik dengan tema Sikap, Pandangan dan Harapan Perempuan dan Pilgubsu 2008 yang akan berlangsung di Exchange Club, Uniland Lantai 8, Sabtu (29/3). Serangkaian dengan seminar akan digelar pula pengukuhan pengurus FJP Sumut periode 2007-2010.
Seminar yang bekerjasama dengan Badan Informasi dan Komunikasi (Bainfokom) Sumatera Utara itu akan menghadirkan para pembicara Kepala kajian dan Pengembangan Kapasitas Perkumpulan Sada Ahmo Dina Lumbantobing dengan makalah Tantangan dan Hambatan Partisipasi Perempuan dalam Politik, Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Sumut Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis dengan makalah Kiprah Perempuan Menuju Panggung Politik, Aryani Manring dari Departemen Hukum dan HAM Kedubes Amerika yang akan menyampaikan makalah Hak Azasi Perempuan dalam Berpolitik, Sekda Provinsi Sumut sekaligus Ketua Desk Pilgub Sumut Muchyan Tambuse dengan makalah Potensi Perempuan dalam Pilgub Sumut dan Direktur Eksekutif Yayasan Kajian Informasi pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) dengan makalah Peran Media dalam Mendukung Partisipasi Perempuan dalam Politik.
“Dengan digelarnya seminar ini, kita berharap dapat memberikan kesadaran kepada para perempuan untuk memanfaatkan potensi yang ada pada perempuan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,” demikian diungkapkan Ketua Panitia Seminar Komariah didampingi Ketua FJP Sumut Linova R kepada wartawan, Rabu (26/3) di Medan.
Para perempuan yang berpotensi, lanjut Komariah yang akrab disapa Kokom ini, harus lebih berani lagi tampil ke dunia politik. Dan perempuan-perempuan yang duduk di lembaga legislatif, eksekutif maupun setelah jadi presiden hendaknya masih terus dan tetap komit membela kaum perempuan.
“Jangan hanya duduk-duduk di komisi-komisi kesejahteraan rakyat ataupun hanya jadi penonton saja. Perempuan harus masuk dalam sistem yang ada agar dapat bersama-sama memutuskan undang-undang dan membuat kebijakan yang sesuai dengan perspektif perempuan,” tegasnya.
Yang paling penting, lanjut Kokom yang masih aktif di Gatra ini, perempuan harus mewujudkan partisipasinya baik secara kuantitas maupun kualitasnya. “Kuota 30 persen tersebut harus dipenuhi,” cetus Kokom.
Ke depan, kata Kokom, Indonesia membutuhkan figur politis perempuan yang tidak hanya cerdik maupun cerdas. Perempuan juga harus mampu bersikap kritis, analitik, tegas dengan idealismenya.
Ketua FJP Sumut Linova menambahkan, seminar yang digelar ini merupakan program kedua dari FJP Sumut. Sebelumnya, FJP Sumut juga sudah melakukan bakti sosial menanam pohon di sekolah-sekolah yang ada di Medan, berkaitan Hari Pohon Dunia baru-baru ini.
“Kita berharap, setelah pengukuhan pengurus, FJP Sumut semakin eksis untuk menjalankan berbagai program guna memberdayakan para perempuan dan anak-anak di masa mendatang,” kata Linova yang aktif di TV One ini. (mc)
|