Edisi Kamis, 27 Maret 2008
Rubrik Berita
Berita Utama

Kota Medan

Sumatera Utara

Nanggröe Aceh Darussalam

Lain-lain

Mancanegara

Ekonomi & Keuangan

Olahraga

Kartun
Pak Tuntung
Arsip Berita
Tanggal:
Bulan:
Tahun:



Kota Medan  

Pemimpin Sumut Perlu Prioritaskan Petani dan Nelayan

Medan, (Analisa)

Gubernur Sumatera Utara terpilih mendatang, perlu mengeluarkan kebijakan strategis yang berpihak kepada masyarakat petani dan nelayan yang jumlahnya mayoritas di daerah ini. Kandidat calon Gubsu belum terlihat keberpihakannya kepada kalangan petani dan nelayan.

"Bahkan di dalam APBD Sumut yang lalu, alokasi dana untuk pemberdayaan dan pembinaan kaum tani dan nelayan begitu kecil. Kondisi angat ironi mengingat jumlah masyarakat petani dan nelayan sekira 60 persen lebih dari jumlah masyarakat Sumut," kata anggota Komisi B DPRD Sumut, Abdul Hakim Siagian, SH MHum saat berbicara pada acara Pelatihan Jurnalistik Mendorong Suksesnya Pilgub Sumut 2008, Rabu (26/3) di Hotel Dharma Deli Medan.

Dalam acara yang digelar Kaukus Wartawan Peduli Petani dan Nelayan, Abdul Hakim berharap siapa pun pemimpin Sumut ke depan perlu memiliki komitmen terhadap dua lapisan masyarakat ini dengan memberikan jaminan proteksi terhadap hasil produksi pertanian, lahan, ketersediaan pupuk, maupun distribusi perikanan.

"Justru kebijakan proteksi ini yang belum pernah didapatkan kaum petani dan nelayan," katanya.

Termarjinalkan

Anggota DPRD Sumut Edison Sianturi menilai termarjinalkannya kaum petani dan nelayan khususnya di Sumut terlihat dari APBD 2006. Tapi dia tidak membantah bahwa pada anggaran berikutnya alokasi anggaran buat petani dan nelayan mulai meningkat.

“Kita berupaya terus mempressure eksekutif agar anggaran buat petani dan nelayan lebih ditingkatkan lagi," kata anggota Kaukus DPRD Sumut Peduli Petani dan Nelayan ini.

Dia juga berharap kelima pasangan cagub/cawagub Sumut perlu membuat kontrak politik soal komitmen mereka terhadap keberadaan kaum yang mayoritas di daerah pedesaan dan pinggiran pantai ini.

Ketua PWI Sumut Muchyan AA yang tampil sebagai nara sumber pada acara itu lebih banyak mengungkapkan peran pers menjelang Pilgub Sumut.

“Wartawan harus mampu memberikan pencerahan yang benar bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya pada Pilkada Sumut,” katanya.

Pembicara lain, Direktur Lembaga Pendidikan dan Latihan PWI Sumut, H Ali Murthado S.Ag MHum menyampaikan materi berkaitan peliputan pilkada. Menurutnya, bagi wartawan sah-sah saja menjadi tim sukses salah satu pasangan calon gubernur.

Sedang Ketua Panwaslih Sumut, David Susanto SE berharap semua pasangan calon mematuhi aturan-aturan dalam kampanye. (sug)

Topik Lain
Pemko Tak Rela, Pengambil-alihan RSU Pirngadi Bukan Jalan Keluar Atasi Krisis Pelayanan

Membuka Kesadaran Perempuan untuk Berpolitik
FJP Sumut Gelar Pengukuhan dan Seminar Perempuan dan Politik


Ramah Tamah Masyarakat Tionghoa dengan Tri-Ben di Hotel Citi
Ditargetkan Sumut Keluar dari Krisis Listrik di Atas Februari 2009


Perguruan Tinggi Asing Jadi Saingan yang Serius
Pengurus APTISI Wilayah I- A Sumut Periode 2008-2012 Dikukuhkan


Calon Gubsu Tandatangani Kesepakatan Pilkada Damai, 28 Maret
Jalan Pulau Pinang Ditutup Sementara


Badan Warisan Sumatera Utara:
Perlu Payung Hukum Tetap bagi Kelestarian Cagar Budaya


Hadapi UN, Siswa di Kota Medan Lebih Giat Belajar

Padang Longsor, Distribusi Surat Suara Pilkada Sumut Lewat Jalur Laut

JUMPA Tatap Muka dengan Palang Merah Jepang
50 Persen Pengidap HIV/AIDS di Medan Derita TB


Singapura Impor 95 Persen Komoditas Hortikultura
Delegasi AVA Singapura Kunjungan Balasan ke Sumatera Utara


 


Copyright © 1998--20007
Harian Analisa Online
All rights reserved.
Site Developer:
exolution.net