Penguatan Valuta-valuta Asia Berlanjut, Harga Emas Naik Tajam
Singapura, Rabu
Dolar Taiwan kembali melambung ke tingkat tertinggi baru dalam satu dasawarsa terakhir dan kebanyakan valuta Asia lainnya naik dengan meningkatnya minat pada aset berisiko.
Sementara memulihnya permintaan atas emas dan minyak menekan dolar.
Yuan mencatat rekor tertinggi pasca revaluasi sementara dolar Singapura dan ringgit Malaysia masing-masing mencatat kenaikan 0,4 persen.
Investor mulai menambah posisi mereka pada valuta kawasan menjelang dimulainya kuartal baru.
Analis memperkirakan bahwa dolar Singapura dan Taiwan, yang selama ini dikenal menjanjikan yield rendah, akan terus menguat untuk meredam inflasi.
Baik Singapura maupun Taiwan terkenal sebagai importir minyak kelas berat.
Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS karena adanya aliran dana asing yang masuk dalam lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) oleh BI pada Rabu ini
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 9.180 per dolar AS.
Sementara lelang SBI yang dilakukan BI untuk SBI 1 bulan (28 hari) menyerap dana Rp63,45 triliun dengan rata-rata tertimbang SBI hasil lelang 7,96%.
Sedangkan lelang SBI 3 bulan (91 hari) menyerap dana Rp3,51 triliun dengan rata-rata tertimbang SBI hasil lelang 8,043%.
Pada pukul 10.00 pagi, rupiah tertahan pada level 9.197.
Dana asing yang masuk ke pasar saham dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut memberikan dorongan positif ke mata uang lokal ini.
Pada tengah hari, rupiah berada pada posisi 9.185.
Sepanjang sesi siang, rupiah bergerak pada kisaran 9.190-9.193.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 21,024 poin (0,87%) ke posisi 2.440,640.
Rupiah ditutup 9.175 per dolar AS, naik dari 9.180 sebelumnya.
Kurs mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat sebagai berikut: Dolar Singapura: 1,3805 per dolar AS, naik dari 1,3839 Dolar Taiwan: 29,985, naik dari 30,100 Won Korea: 984,60, naik dari 976,00 Baht Thailand:31,41, naik dari 31,49 Peso Pilipina: 41,55, naik dari 41,57 Rupee India: 40,13, turun dari 40,12 Ringgit Malaysia: 3,1870, naik dari 3,1950 Yuan China: 7,0281, naik dari 7,0448.
Di Tokio, dolar tidak banyak berubah di tengah suasana kekhawatiran yang meliputi pasar.
Investor masih prihatin terhadap sistim keuangan dan kesehatan ekonomi AS.
Memulihnya pasar komoditi memicu aksi jual dolar dalam jumlah terbatas.
Keadaan pasar uang yang belum stabil membuat pelaku pasar menjual dolar untuk membeli emas dan minyak, yang dipercaya mampu bertahan terhadap keguncangan ekonomi.
Yen mendapat dukungan dari meningkatnya pertumbuhan ekspor pada bulan lalu.
Ekpor naik 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Indeks Nikkei naik 38,59 poin (0,30%) dan ditutup 12.706,63. Dolar AS terakhir tercatat 99,92 turun dari 100,07 sebelumnya.
Di London, euro naik atas dolar setelah sentimen dunia usaha Jerman naik dan membuyarkan ekspektasi akan adanya penurunan suku bunga mata uang tunggal Eropa itu.
Perkembangan positif di Eropa itu berlawanan dengan rilis data di AS kemarin, di mana tingkat kepercayaan konsumen jatuh ke tingkat terendah dalam lima tahun terakhir.
Kurs tukar dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut: Yen Jepang: 99,22, turun dari 101,01 Franc Swiss: 0,9979, turun dari 1,0090 Dolar Kanada: 1,0140, turun dari 1,0167 Sterling terhadap dolar AS: 1,9964, turun dari 2,0054 Euro terhadap dolar AS: 1,5724, naik dari 1,5596.
HARGA EMAS
Di Comex New York, harga emas naik pada pembukaan Rabu. Kontrak April diperdagangkan $947,30 per ounce, naik $12,30 dari penutupan sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Rabu tercatat $940,00, naik dibanding $934,60 sebelumnya.
Di London, emas platina dan perak naik di tengah menguatnya euro dan harga minyak.
Aksi sell-off pekan lalu merupakan kesempatan beli bagi orang yang mengkhawatirkan kesehatan perbankan.
Menjelang siang, harga emas tercatat $945,75 per ounce, naik dari $933,35 sebelumnya.
Harga perak tercatat $17,84 per ounce, naik 14 sen dari sebelumnya.
Di Asia, emas spot naik, melanjutkan penguatan sebelumnya menyusul jatuhnya dolar AS yang mendorong para fund manager dan investor mengalihkan dana mereka kembali ke pasar logam mulia.
Para investor Jepang aktif membeli dan mendorong kenaika harga.Tercatat sejumlah pembelian pada saat harga rendah, terutama dari pemilik toko emas. “Ada sejumlah pembelian dari Indonesia dan Vietnam,” kata trader.
Sentimen masih bullish dan pelaku pasar percaya harga masih akan mampu kembali ke tingkat $1.000. Namun harga kontrak berjangka yang berdenominasi yen sedikit tertekan karena menguatnya mata uang Jepang tersebut.
Di Tokio, kontrak benchmark Februari 2009, turun 9 yen dan ditutup 3.038 per gram.
Di Singapura, emas tercatat $936,70, naik dari $934,60 pada penutupan sebelumnya di New York.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $941,00, naik dari $930,00 Selasa. (RM/AP/AFP/dtc/My)
|