Presiden Prancis Ancam Tak Hadiri Pembukaan Olimpiade
Paris, (Analisa)
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengimbau China merespon permasalahan di Tibet. Bahkan Sarkozy juga mengancam tidak akan hadir di acara pembukaan Olimpiade Beijing 2008.
Pernyataan Sarkozy itu dikeluarkan setelah dirinya melihat aksi kelompok hak asasi yang melakukan demonstrasi saat upacara ditandainya pengambilan Obor Olimpiade di Beijing.
"Saya tidak menutup pintu bagi beberapa pilihan, tetapi saya perlu bersikap lebih bijaksana untuk memberikan respon terhadap perkembangan yang terjadi," ujar Sarkozy yang juga mengatakan kemungkinannya untuk memboikot upacara pembukaan Olimpiade Beijing itu.
Namun ajudan Sarkozy mengatakan sang presiden tidak akan memboikot total Olimpiade Beijing. Sarkozy kemungkinan hanya akan memboikot acara pembukaan saja dimana dirinya juga menjadi salah satu tamu undangan.
"Semua pilihan telah dibuka tetapi saya mengharapkan pihak berwenang di China untuk merespon hal itu," ujar Sarkozy seperti yang dilansir Associated Press, Rabu (26/3).
Perancis tak lupa menyerukan untuk mengakhiri kekerasan yang dilakukan pemerintah China terhadap Tibet yang dikabarkan telah menewaskan 140 orang. Tetapi Sarkozy juga menegaskan dirinya tidak akan memboikot Olimpiade dengan tetap mengirimkan kontingennya ke Beijing.
"Saya ingin dialong dimulai dan saya akan membuktikan respon kami jiak pemerintah China juga merespon," ujar Sarkozy dengan yakin.
Sarkozy juga sadar jika kelompok yang melakukan demonstrasi di acara resmi pengambilan obor beberapa waktu lalu berkaitan dengan Perancis. Kelompok hak asasi yang dilaporkan bernama “Tanpa Batasan” itu merupakan akronim dari RSF yang berpusat di Paris. (oz)
|