Kurfurst Jamin Fisik Pebulutangkis Meningkat
Jakarta, (Analisa)
Pelatih fisik baru tim pelatnas bulutangkis Indonesia, Jason Kurfurst, menjamin kondisi fisik para atlet bisa meningkat jauh lebih baik dalam waktu setahun.
“Saya melihat banyak ruang untuk kemajuan fisik para pebulutangkis Indonesia dan dengan metoda latihan fisik yang saya terapkan, saya berani menjamin dalam satu tahun stamina mereka akan jauh lebih bagus,” tegas Kurfurst, konsultan fisik yang sebenarnya dikontrak oleh KONI namun diperbantukan ke PBSI, usai memimpin latihan di Pelatnas Cipayung, Rabu (26/3).
Ia baru dua hari memimpin latihan fisik Taufik Hidayat dkk sejak Selasa (25/3), namun menurutnya perkembangan dalam dua hari itu sudah cukup bagus.
“Pada hari pertama saya melatih, mereka tampak kurang antusias dan performa mereka jauh di bawah standar yang telah saya buat,” ujarnya sambil memperlihatkan catatannya mengenai pencapaian para atlet pada sesi latihan dan membandingkannya dengan angka standar yang telah dibuatnya.
Namun, Kurfurst melanjutkan, pada hari kedua (Rabu, 26/3) para pebulutangkis pelatnas yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Piala Thomas dan Uber 2008 itu menunjukkan grafik yang jauh meningkat.
Standar yang dimaksud mantan pelatih fisik timnas sepakbola putri Amerika Serikat itu antara lain jumlah “push-up” dan “beep test” (lari bolak-balik lapangan dengan limit waktu satu bunyi bip yang semakin lama rentang waktu bunyinya semakin cepat).
Untuk push-up, yang berguna memperkuat otot lengan, Kurfurst menetapkan standar 40 kali namun rata-rata pebulutangkis putra Indonesia hanya mampu melakukan sekitar 20 kali. Pemain ganda putra Luluk Hadiyanto adalah yang paling mendekati standar dengan 30 kali push-up.
Dalam “beep test” ia menerapkan standar 14 “beep” namun rata-rata atlet Indonesia baru mencapai 12 “beep”.
Pria asal Australia yang telah 12 tahun mendalami profesi sebagai pelatih fisik itu mengakui dirinya baru kali ini melatih fisik pebulutangkis. Tetapi setelah mempelajarinya, ia menyatakan kekuatan lengan, kecepatan lateral (kecepatan untuk mengubah arah gerak) dan stamina menjadi yang utama dalam olahraga itu.
Sementara itu Taufik Hidayat menyatakan kedatangan pelatih fisik baru tersebut cukup menyegarkan terutama dengan metoda-metoda baru yang dibawanya.
“Program-program yang ditawarkannya secara teori memang bagus tetapi kita lihat saja hasilnya. Selain itu perlu dilihat juga kemampuan dia berinteraksi dengan semua atlet, soalnya atlet itu kan kadang cocok-cocokan dengan pelatihnya,” ujar pebulutangkis tunggal putra nomor satu di Indonesia itu. (Ant/Rtr)
|