Paralayang PON Kemungkinan Digelar di Palu
Palu, (Analisa)
Palu yang menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kemungkinan besar menjadi tempat pelaksanaan PON XVII untuk cabang olahraga (cabor) Paralayang.
“Masalah ini sedang dimatangkan PB PON dan PB FASI, karena berbagai pertimbangan,” kata Ketua Komisi Pemberitaan dan Humas KONI Sulteng Edison Ardiles di Palu, Rabu (26/3).
Dia menjelaskan, PB FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia) belum lama ini mengontak KONI Sulteng untuk menanyakan tentang kesiapan provinsi tersebut dalam menyelenggarakan lomba cabor Paralayang untuk PON XVII.
Ada beberapa pertimbangan pihak Jakarta mencalonkan Palu sebagai tuan rumah cabor Paralayang, antara lain secara geografis sangat dekat dengan Kalimantan Timur (Kaltim) yakni hanya membutuhkan perjalanan kurang dari satu jam menggunakan pesawat udara.
Pertimbangan lainnya, ibukota Provinsi Sulteng ini memiliki “louncing area” memenuhi standar internasional yakni berada pada ketinggian 600-1.200 meter dari permukaan laut, selain cukup dekat dengan bandar udara.
“Apalagi louncing area di Palu yakni di kawasan Mantantimali (Palu Barat) merupakan terbaik di Indonesia dan pernah dipergunakan saat berlangsung Kejurnas Paralayang 2007,” tuturnya.
Ia menyatakan bahwa rencana pengalihan lokasi pertandingan cabor Para layang PON tersebut terkait sulitnya menemukan pegunungan yang cocok (tinggi dan bebas pandang) di Kaltim untuk dijadikan “louncing area” bagi para atlet.
Wakil PB PON dan PB FASI sendiri dijadwalkan dalam waktu dekat akan mengunjungi Palu, guna melihat dari dekat sejumlah tempat yang dijadikan “louncing area” dan “Sport Landing” atlet Paralayang.
Ditanya soal kesiapan Sulteng apabila nanti benar-benar ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan lomba cabor Paralayang PON, Ardiles mengatakan “pada prinsipnya Sulteng selalu siap”. (Ant)
|