Balikpapan Larang Kantong Plastik, Medan Kapan?

Senin, 9 Juli 2018

Pengirim: KWOK CHIANG, Jalan Sidorukun Ujung-Medan

SEBUAH berita gembira saya baca di salah satu surat kabar nasional edisi 3 Juli 2018 lalu, yakni tentang pelara­ngan kantong plastik di pusat perbelan­jaan modern di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan dilaksanakan terhitung mulai Selasa 3 Juli 2018.

Disebutkan, hal itu untuk menurun­kan volume sampah plastik 29-43 ton per bulan. Memang, kebiasaan baru yang ramah lingkungan harus ditum­buh­kan, bahkan mestinya sejak dahulu diterapkan.

Berita tersebut juga menyebutkan, larangan ini tercantum dalam Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggu­na­an Kantong Plastik yang diterbitkan pada April lalu. Untuk sementara, aturan ha­nya berlaku pada peritel lokal dan mo­deren.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ba­lik­papan, Suryanto, ternyata cukup te­gas dalam hal ini. Dia menyatakan su­dah harus berlaku permanen dan di­berikan waktu tiga bulan untuk transisi. Jika melanggar, akan diberi peringatan hingga pencabutan izin usaha.

Pelarangan ini demi lingkungan dan agar warga tidak tergantung pada kantong plastik. Ini belajar dari penga­la­man gagalnya penerapan kantong plas­tik berbayar pada 2016 di Balik­pa­pan.

Saya sebutkan sebagai sebuah be­rita gembira pada alinea pertama di atas. Betapa tidak, selama ini saya me­rasa sangat "ngeri" melihat sampah kan­tong plastik yang berserakan di mana-mana, dominannya di tempat pem­buangan sampah.

Ini menandakan warga Kota Medan tercinta ini sangat tidak peduli lingku­ngan. Contoh yang paling jelas terlihat adalah ketika saya belanja di pusat perbelanjaan ataupun toko-toko. De­ngan gampangnya pegawai toko atau­pun kasir pusat perbelanjaan itu mem­be­rikan kantong plastik. Seringkali, da­lam satu kantongan masih bisa dijejali ba­rang-barang belanjaan, tapi sudah kembali diambil kantongan baru. Sedi­kit-sedikit dikasih kantong plastik pada­hal barang yang dibeli itu bisa dikan­tongi atau dimasukkan ke tas tangan.

Saya dan keluarga saya secara pribadi sudah sangat lama membawa sendiri kantong plastik ketika belanja apa pun. Saya selalu menolak kalau dikasih kantong plastik sembari menco­ba menyadarkan kasir atau penjualnya tentang berbahayanya pemakaian be­r­lebihan plastik.

Dan sudah sering kita dengar atau baca, betapa selama ini sangat banyak he­wan laut yang mati karena menelan plastik. Contohnya seperti paus atau kura-kura di laut yang mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur makanan mereka.

Sekarang pertanyaannya, tidakkah pemerintah Kota Medan berniat meniru Balikpapan yang menerapkan peratur­an demi kelestarian lingkungan kita ini? Semestinya sejak dulu-dulu kita semua sadar betapa berbahayanya kalau Bumi ini menjadi lautan sampah plastik. Bagaimana kehidupan anak-cucu kita kelak? Saatnya kita bertindak mulai se­karang!

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar