Banjir di Sungai Dua Hulu Asahan

Senin, 13 November 2017

Pengirim: Adi Syahputra, Desa Sei Dua Hulu

Setiap tahun bisa dipastikan Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Negara Kesatuan Re­publik Indonesia menderita banjir yang membuat masyarakat diliputi masalah ini tidak henti-henti setiap tahun.

Banjir biasanya merendam desa secara keseluruhan. Panen gagal, rumah terendam (padahal sudah rumah tongkat), becek setelah banjir surut karena jalan tanah dan tidak di aspal, kalau malam desa ini gelap tidak seperti tidak berpenghuni karena tidak semua se­luruh desa di masuki ARUS LISTRIK. Lain lagi anak-anak yang tidak bisa masuk sekolah karena banjir juga me­rendam sekolah mereka. Untuk tahun ini hampir seminggu (mulai tanggal 3

Nopember-sekarang) sudah banjir me­rendam seluruh desa bahkan sudah me­ngenai wilayah Kota Tanjungbalai yang berbatas dengan Desai Sei Dua Hulu. Penyebab banjir tiap tahunnya ada­lah meluapnya air di bendungan Sigura-gura. Curah hujan yang tinggi di Da­nau Toba menjadikan pengelola ben­du­ngan membuka pintu air yang aki­batnya air kiriman dari Danau Toba mem­banjiri hilir sungai Asahan tepatnya Desa Sei Dua Hulu dan sekitarnya.

Sampai Surat Pembaca ini saya sampaikan belum ada sebutir beras pun yang datang, satu bungkus mie instant pengganjal perut yang datang, satu posko tak beguna belum ada yang didirikan untuk membantu kesusahan masyarakat. Dimana belas kasihan peme­rintah?

Banjir ini tahunan. Apa yang dilaku­kan pemerintah selama ini?. Bendungan Si­gura-gura adalah bendungan terbesar kedua di Indonesia. Saya mem­per­ta­nyakan ini kepada pemerintah Kabu­pa­ten Asahan, Pemerintah Provinsi Su­ma­tera Utara, dan Presiden Republik In­donesia.

Banjir ini mengkriminalisasi daerah kami.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar