Berbelit-belit Penyelesaian Polis AXA Financial

Rabu, 24 Oktober 2018

Pengirim: SURATMO, Jln. Letda Sujono Medan

SAYA, Suratmo pemegang polis Asuransi AXA Financial Indonesia 1001114-0025569 dengan ketentuan pengembalian premi seluruhnya jika tidak ada klaim manfaat selama 5 (lima) tahun.

Premi polis didebet tiap bulan dan tanggal 1 Oktober 2018 merupakan pen­debetan ke-60 (enam puluh). Pada 1 Oktober 2018 sudah berhasil terdebet premi dan saya menerima email berupa permintaan nomor rekening pencairan pengembalian premi atau scan cover buku rekening dan KTP.

Pada email 1 Oktober 2018 juga diberitahukan bahwa proses pengembalian selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) kerja dari tanggal jatuh tempo polis ke-60 (enam puluh) yakni 1 Oktober 2018. Data dan dokumen yang dimaksud sudah discan email pada tanggal 1 Oktober 2018.

 Pada2 Oktober 2018, saya menerima email dari AXA Financial pengembalian polis terhitung 14 (empat belas) hari kerja dari tanggal 1 November 2018 (bulan ke 61) dan menginfokan perpanjangan polis otomatis. Jika saya tidak ingin perpanjangan polis agar di­konfirmasi kembali.

Dari awal penawaran polis yang sudah berlangsung 5 tahun saya hanya mengingat bahwa premi dikembalikan 5 tahun kemudian jika tidak ada claim manfaat dan tidak ada istilah per­pan­jangan polis otomatis karena pengembalian premi seharusnya su­dah termasuk sebagai penutupan polis.

Saya membalas email tersebut pada 2 Oktober 2018 dan mengkritik masalah jangka waktu pengembalian polis yang berdeda dari email pertama dan kedua. Saya juga menekankan dalam tulisan huruf besar bahasa bahwa saya tidak ingin perpanjangan polis lagi.

 Selanjutnya, Oktober 2018 saya menerima email dari AXA Financial kembali bahwa penutupan polis akan diproses jika saya menginfokan nomor telepon yang bisa dihubungi pada hari kerja jam kerja.

Hari itu juga saya telpon ke call centre AXA financial 021 30056800 menjelaskan kondisi yang saya alami dan kesal dengan perlakukan berbelit-belit dari AXA Financial. Akhir kata sete­lah komunikasi dan verifikasi panjang lebar akhirnya saya diinfokan bahwa polis saya tidak diperpanjang lagi.

Saya meminta nomor bukti pelaporan sebagai pegangan saya ataupun bukti email karena via email saja (tertulis) bisa tidak jelas bagaimana hanya lisan yang tidak bisa saya pegang. Pihak AXA financial tetap menyatakan bahwa saya bukan melaporkan dan tidak ada nomor pelaporan, yang ada hanya akan dikirimkan surat pemberitahuan polis tidak diperpanjang.

Atas kronologis saya di atas ini, beberapa kenyataan dari layanan AXA Financial sbb :

1. Pencairan pengembalian premi tidak konsisten dan terkesan sengaja diulur-ulur.

2. AXA Financial memberikan layanan via email tetapi nyatanya sudah kita jelaskan via email pun tetap harus telpon ke call centre AXA financial. Jadi apa guna layanan email AXA ? Merepotkan nasabah saja?

3. Saya meminta bukti email bahwa polis saya tidak diperpanjang tetapi tidak ditanggapi oleh pihak AXA Financial. Dari awal permintaan nomor rekening, pihak AXA Financial meng­konfirma­sikan ke saya via email, jadi apakah salah saya jika saya meminta pernyataan kembali dalam bentuk email ?

4. Penawaran via tele-marketing memang terkadang bisa membuat nasabah bingung karena penyampaian dengan realisasi beda. Seperti kondisi saya sudah berselang 5 tahun kemudian diinfokan bahwa polis perpanjang otomatis padahal dalam naluri saya, jika sudah pengembalian premi dalam artian penutupan polis otomatis tidak ada artian perpanjang.

Demikian saya paparkan kondisi saya menghadapi Asuransi AXA Financial Indonesia untuk menjadi masukan bagi para pembaca ataupun pelajaran bagi siapa saja agar lebih hati-hati dalam asuransi.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar