Calo SIM-nya Oknum Polisi Sendiri?

Senin, 26 Februari 2018

Pengirim: Theo Wanda, Pulo Brayan, Medan

SEKITAR pertengahan Oktober 2017, saya kembali memperpanjang SIM B saya. Pada kali sebelumnya, kalau tak salah 5 tahun yang lalu, yang me­nyu­litkan bagi saya adalah ujian simulator, di mana waktu itu paling sedikit 7 kali tes saya baru lolos.

Tak mau mengalami seperti itu lagi, kali ini saya mau saja ketika di loket s­eorang polisi bilang akan membantu saya. Tapi, yah...tahu sendirilah, ke­mu­dian saya diajak ke belakang. Lalu dia bilang biaya pengurusan Rp750 ribu. Saya tawar jadi Rp600 ribu. Itu pun saya tahu biaya aslinya masih jauh lebih mu­rah.

Lalu saya menunggu giliran ujian si­m­ulator kembali. Tiba giliran saya, ter­nyata ujian terberatnya (kalau tak salah namanya "Tes Keseimbangan"), sudah tidak diadakan. Saya sangat berterima­kasih atas perhatian pihak kepolisian yang memperhatikan kesulitan masya­ra­kat dalam hal ini. Maka dengan sekali tes saya pun lolos ujian simulator.

Setelah semua selesai, ternyata blan­ko SIM belum ada dan saya harus me­nung­gu 3 bulan lagi. Saya hanya dikasih resi.

Kira-kira 2 minggu lalu, saya baru pergi menukar resi dengan SIM asli. Waktu saya tiba di kantor Satlantas Ja­lan Arief Lubis, saya dengar suara pe­ngumuman via mi­kro­fon yang menye­ruk­an kepada masyara­kat untuk meng­hindari calo. Sebelum itu, cuma ada tulisan di dinding yang mengingatkan ma­syarakat untuk menghin­dari calo. Hal itu yang membuat saya ber­tanya-tanya, bagaimana kalau calo pe­ngu­rusan SIM-nya adalah oknum polisi sendiri?

Semoga yang berwenang kembali bisa mengatasi masalah ini. Terima kasih sekali lagi atas perhatiannya.

 

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar