Genangan di Jalan Thamrin Belum Teratasi

Selasa, 15 Agustus 2017

Pengirim: Anthony Winata, Medan

Sebelum dilapis hotmix, kondisi Jalan Thamrin mulai dari depan Thamrin Plaza sampai Simpang Jalan Asia sudah menjadi langganan banjir yang menahun. Ibarat penyakit yang tak sembuh sembuh. Meski hujan hanya seben­tar, genangan bisa sampai setengah meter bahkan lebih. Sayang... tidak ada yang mengupayakan sewa menye­wa perahu ketika hujan lebat di kawasan itu, mungkin laris manis. Hanya Pak Walinya yang mungkin akan berang.

Beberapa waktu lalu, saya melihat cover majalah ibukota bergambar Walikota Medan Dzulmi Eldin yang menyebutkan akan menjadikan Medan sebagai kota megapolitan. Posting cover majalah ternama tersebut pun mendapat reaksi nitizen media sosial. Di antara mencerca, memberikan harapan dan sikap apatis. Tapi ada juga anggota dewan yang mengapresiasi, lebih baik masih ingin bermimpi untuk membangun kota Medan daripada sama sekali tidak pernah bermimpi. Artinya berilah kesempatan, ujar salah seorang anggota dewan di grup WA.

Kita perhatikan belakangan ini jalan jalan utama di kota Medan sudah diaspal. Dikerjakan  tengah malam,. Begitu bangun pagi... jalan udah mulus. Terima kasih jugalah dengan kepedulian yang sudah sangat lama dirindukan ini. Hanya kalau bicara kualitas jalan yang dikerjakan, hmmm biarlah warga Medan yang menilai. Warga sudah lelah berkeluh kesah. Meski sudah diaspal tampak permukaan jalan bergelombang dan eks lubang-lubang yang sebelumnya mengaga, dikerjakan tidak padat sehingga permukaan jalan tadi tampak serat serat basah bekas genangan air. Kondisi ini dapat dilihat di Jalan Wahidin.

Seperti kondisi Jalan Thamrin, masalah drainase belum selesai, jalan sudah diaspal hotmix. Warga menilai, kalau begitu, umur hotmix tidak akan lama dan diperparah luberan air selokan tersebut menebarkan aroma busuk, bau kotoran manusia dan air ikan dari Pasar Ramai.

Akun face book, Tony Chandra yang menyebutkan, padahal lokasi ini merupakan akses jalan umum yang sangat padat dilalui kendaraan, bahkan berdekatan dengan Pasar Ramai. Harusnya segera mendapat perhatian dari pihak Pemko Medan.

Komentar nitizen lainnya, udah hampir tiga dekade lokasi ini kalau hujan pasti banjir dan membuatnya bagaikan sungai.

Berbagai proyek dilakukan untuk atasi banjir di kawasan itu khususnya,  tapi hasilnya selalu jeblok.   Miris memang.

Mengenai drainase yang tumpat, harusnya Pemko gerak cepat menginstruksikan jajarannya untuk segera melancarkan drainase yang tumpat itu.

“Meski itu tanggung jawab Pemko Medan, namun di lapangan kami sering juga dikutip bayaran untuk mengatasi drainase yang tumpat itu. Pada akhirnya yang dikerjakan juga tidak membuahkan hasil,” papar Benny warga di kawasan itu.

Semoga keluhan ini didengar bapak-bapak pengambil keputusan di Pemko Medan. Kita dukung penuh pgoram Walikota Medan yang ingin menjadikan Medan kota Megapolitan, tapi hal-hal kecil yang mengganggu di depan mata, harusnya bisa dibereskan.

Terima kasih

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar