Jembatan Hamparan Perak Belum Diperbaiki

Selasa, 16 April 2019

Pengirim: Drs. NADA SUKRI PANE. MPd. I, Kp. Sipirok _Kota Rantang Hamparan Perak -Deli Serdang.

Sebuah jembatan  tua berlantai kayu yang menghubungkan Desa Sungai Baharu  dengan Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Sekaligus menghubungkan Kabupaten Deli Serdang ke Kotamadya Medan. Adalah jembatan yang sangat vital membantu jutaan masyarakat. 

Jembatan ini  sebagai saksi bisu hasil panen petani dan nelayan dihantarkan. Melalui  jembatan ini juga anak sekolah dan kuliah menggapai masa depan. Jembatan tua ini teramat banyak menyimpan kenangan. 

Seiring waktu berjalan, jembatan menjadi rusak dan berlobang. Dipersulit lagi dengan lebarnya tak cukup mobil selisih jalan. Maka oleh pemerintah pada bulan Agustus 2019 jembatan ini di dirubuhkan. Akan di sulap menjadi jembatan besi berlantai beton yang bisa mobil selisih jalan. Namun untuk sementara masyarakat menyeberang menggunakan jembatan apung ditarik tali (getek). 

Selanjutnya, awal bulan Nopember mulai dilaksanakan pembangunan. Masyarakat senang riang dengan pembangunan. Dijanjikan jembatan akan selesai dalam enam bulan. Tapi malang, di akhir bulan Desember pembangunan terhenti, semua pekerja telah pergi, padahal jembatan belum jadi. Paling hanya 25 persen pembangunan telah terlampaui. Rencana jembatan akan siap enam bulan ternyata hanya ilusi. 

Kepada Bapak Bupati Deli Serdang, mohon dengarkan penderitaan kami. Kami sudah lelah naik getek setiap hari. Mengapa pembangunan  jembatan kami terhenti. Apakah masalah anggaran yang tak ada lagi, atau telah terjadi korupsi, atau pemborongnya lari?! Mohon bapak beritahukan kepada kami, apa masalah yang terjadi, agar kami tak merasa dikibuli. Percuma kami bayar PBB dan pajak kendaraan setahun sekali. Kemana uang kami?!

Perlu bapak ketahui,  pengeluaran kami kini bertambah lagi. Karena setiap menyeberang getek, kami dikenakan biaya Rp. 2000,- sekali. Jadi, kami  terpaksa keluar duit Rp. 4000,- pulang pergi. Itu jika sekali dalam satu hari. Bagaimana jika kami menyeberang via getek 4 x sehari. Lebih sakit lagi jika air sungai tinggi, dari 6 buah getek yang tersedia, hanya satu yang berani menyemberangkan kami. Akibatnya masyarakat berdesakan antri. 

Kepada Bapak Bupati Deli Serdang. Jika pemerintah tak sanggup membangun-nya, biar kami yang membangun-nya. Tapi dengan syarat semua warga Hamparan Perak di gratiskan bayar pajak kendaraan selama 10 tahun. Agar kami yang kelola pajak sendiri. Mungkin biaya pajak kendaraan kami bisa lebih murah lagi dibanding pajak negeri. Jika negara berani, kami siap menandatangani. Tapi, jika negara tak berani, maka segeralah siapkan jembatan kami.  

Bukan mengajari ikan berenang, tidak juga melatih burung terbang, tapi sekedar menyampaikan keluhan. Tak maksud hati ujaran kebencian, apalagi menyinggung perasaan. Jika ada yang kurang senang, kami  mohon dimaafkan. 

Semoga jembatan kami segera diselesaikan, demi melanjutkan perekonomian dan pendidikan. Demi memudahkan melaksanakan kehidupan dan ibadah kepada Tuhan. Amin.***

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar