Kecewa Menjadi Agen Asuransi AIA Financial

Kamis, 20 Juni 2019

Pengirim: ROMY, Jln Surabaya Medan

Saya Romy mulai bergabung sebagai agen di AIA sejak Mei 2017. Saya lulus AAJI dan lulus training dasar sesuai peraturan perusahaan.

Setelah bergabung tujuh bulan di AIA, tepatnya bulan Januari 2018, saya dipanggil interview oleh tim compliance AIA yaitu Pak Tito Hasudungan Hutaba­rat dan Andreas Situmorang.

Pada 14 Desember 2018, saya diberi Surat Peringatan 3 (SP3) oleh perusaha­an yang ditandatangani oleh CAO Pak Andre Loa, dimana ditulis bahwa SP3 tersebut diberikan berda­sarkan hasil wawancara di bulan Januari 2018. Saya dituduh mela­kukan pooling (titipan produksi), proxy (agent bayangan) dan membagi user id dan password.

Saya menilai tuduhan ini sungguh tak berdasar karena saya sejak awal hanya memprospek keluarga inti saya (ibu dan kakak kandung saya).

Kemudian saya mengajukan ban­ding ke perusahaan, namun perusahaan me­nolak banding saya dan mengata­kan SP3 saya tidak bisa diturunkan.

Pihak kantor pusat mengatakan sebenarnya keputusan AIA Hong­kong adalah pecat saya dan CEO AIA Indonesia (Mr Ben Ng/Ng Kee Heng) su­dah membantu agar saya hanya dikena­kan SP3. Akibat SP3 ini, saya benar-benar dirugikan karena kehilang­an hak saya untuk reward “Malam Penghargaan” beserta trip perjalanan.

Saya merasa trauma sebab saya baru pertama kali menjadi agen asuransi dan kebetulan juga saya seorang Milion Dollar Round Table (MDRT) 2019 tetapi mendapat perlakukan seperti ini.

Untuk itu saya mohon agar CEO AIA Indonesia ( Mr Ben Ng/Ng Kee Heng) dapat memberikan penjelasan menge­nai dasar dikenakan SP3 saya dengan bukti/penemuan yang faktual. Kalau perlu, Mr Ben Ng menanyakan kembali apa dasar bahwa seharusnya saya dipecat dengan bertanya kepada Group CEP & President Mr Ng Keng Hooi yang berada di Hongkong. Terima kasih.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar