Kereta Api Penyebab Macet

Jumat, 26 Oktober 2018

Pengirim: Tristan Ken, Medan

Sebagai warga Medan yang ingin me­nuju tengah kota pasti melewati per­lintasan rel kereta api di jalan-jalan raya seperti Jln.Prof Moh Yamin dan Jln. Pan­du pasti pernah mengalami kemace­tan di jalan tersebut apalagi saat jam-jam sibuk seperti jam 7 pagi, jam 12 siang dan jam 5 sore.

Hal ini tentu menyebabkan kekesalan dan kerugian bagi pengguna jalan lainya apa­lagi saat adanya darurat. Salah satu faktor yang memainkan peran terbesar dalam kemacetan adalah kereta api karena.

PT.Kereta Api Indonesia sebagai penyedia sarana tran­sportasi bagi ma­sya­rakat seharus­nya tidak egois dan juga memper­timbangkan efek yang ter­jadi pada jalan yang awalnya sudah ra­wan macat. Hal ini bertambah parah akib­at dari kereta api yang melaku­kan per­­gantian rel dengan maju mundur me­ma­kan waktu lama dengan frekuensi yang sudah terlalu tinggi telah menye­bab­kan kemacetan-kemacetan parah yang sebenarnya dapat dihindari de­ngan perencanaan yang baik.

Saya menyarankan solusi kepada PT.Kereta Api Indonesia untuk mengatur ulang jadwal lalu lalang kereta api ter­utama yang melakukan pergantian jalur rel ke jam-jam tidak sibuk seperti waktu jam 4-5 subuh,jam 8 malam ke atas dan membatasi frekuensi pergantian jalur, sehingga dapat mengurangi kemacetan di titk rawan macet di Kota Medan.

Memang sudah ada Undang-Undang No.23 tahun 2007 dan No.29 tahun 2009 yang mengatur dan juga melindungi Kereta Api sebagai sarana transportasi massal nasional bagi masyara­kat, pendu­kung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah dipriori­tas­kan dibandingkan alat trans­portasi darat lainya.

Namun perlu diingat bahwa PT.Ke­reta Api Indonesia adalah sebuah lem­baga usaha, sebuah perseroan terbatas yang telah menghasilkan keuntungan dan jangan akibat dari mengejar ke­untungan, pengguna jalan raya lainya di­rugikan. Ini ibaratnya seperti orang yang membuka toko usaha dagang me­lakukan bongkar muat di tengah jalan di­tindak oleh pihak yang berwajib. Se­dang­kan kereta api tidak diberikan penin­dakan yang sama. Seharusnya PT.Kereta Api Indonesia tidak hanya me­mentingkan kepentingan bisnis na­mun juga memperhatikan kepenti­ngan publik yang telah dirugikan olehnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar