Mengurangi Pemakaian Tisu demi Lingkungan

Rabu, 28 November 2018

Pengirim: KARNADI PUTRA, Komplek Cemara Hijau, Medan

BARU-Baru ini, saya membawa keluarga menikmati lunch di salah satu resto bergaya rumahan di kawasan Jalan Diponegoro Medan. Tempatnya cukup asri dan hijau oleh aneka tanaman di sana-sini, yang mencerminkan pemiliknya adalah pecinta lingkungan.

Bahkan di bagian dalam dan belakang rumah itu juga ditanami berbagai tumbuhan sehingga menyejukkan mata pengunjung yang menikmati sajian menunya. Sungguh menyenangkan!

Namun, yang lebih membuat saya gembira adalah adanya pengumuman di dekat tempat tisu di toiletnya. Bunyinya lebih kurang begini: Save The Planet, Cukup 1 Lembar Tisu Menyelamatkan Lingkungan.

Benar, soal pemakaian tisu sehari-hari sering tidak kita sadari telah merusak lingkungan. Sederhananya begini, tisu itu terbuat dari olahan batang pohon. Jadi semakin banyak kita memakai dan membuang tisu, semakin rusaklah lingkungan karena semakin banyak pohon yang jadi korban alias ditebang.

Tindakan pemilik resto tersebut sudah benar! Setidaknya pemakai toilet diingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan atau memboroskan tisu. Cukup satu lembar saja! Dan terus terang, ini sudah sangat lama saya terapkan dalam keluarga saya. Otomatis, mereka juga terbiasa tidak memboroskan tisu walaupun bukan milik mereka!

Sekali waktu, saya pernah memperhatikan seorang pemuda yang habis cuci tangan di toilet salah satu plaza terbesar di Medan, di kawasan Jalan Zainul Arifin Medan.

Tahu apa yang dilakukannya? Dengan santainya dia menarik lembaran-lembaran tisu yang disediakan. Saya hitung dengan mata kepala sendiri, ada enam lembar tisu yang ditariknya. Keenam lembar tisu itu dia tepuk-tepukkan di tangannya sebentar saja, lalu dengan santainya pula dilemparkan ke tong sampah di toilet. Alamak...! Rasanya pengen banget saya gampar mukanya!

Terlihat sekali pemuda itu sama sekali tidak punya sense untuk menjaga lingkungan dengan meminimalkan pemakaian tisu! Saya sangat prihatin. Itu baru satu orang. Bayangkan, di dalam satu plaza itu kalau 100 pengunjung melakukan hal yang sama, betapa mengerikan sampah tisu yang terkumpul setiap hari! Itu sama halnya dengan menghancurkan lingkungan!

Saya kira, sudah saatnya setiap plaza atau pusat perbelanjaan di Medan (dan seluruh Indonesia) menempelkan peringatan kepada pengunjung untuk lebih hemat memakai tisu. Selama ini saya dan keluarga telah mempraktekkan sendiri, bahwa cukup dengan selembar tisu saja sudah bisa mengeringkan tangan kita. Kadang saya malah sengaja membiarkan tangan saya kering sendiri dengan cara dikibas-kibaskan. Selamatlah sang tisu!

Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan demi masa depan anak-cucu kita, siapa lagi yang bisa diharapkan? Semoga hal-hal seperti ini tidak dianggap masalah sepele. Dampaknya bakal luar biasa terhadap anak-cucu kita kelak. Semoga!

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar