Nano-nano Refleksiologi Keluarga Lebih Pentingkan Briefing ?

Selasa, 4 Desember 2018

Pengirim: ANTHONY WINATA, Medan

Pelanggan (customer) adalah raja. Melayani seorang pelanggan ada­lah suatu keharusan agar pelanggan me­rasa puas dan menjadi pelanggan setia. Pe­lang­gan yang merasa puas atas pelayanan Anda sedikit banyak akan membuat “virus pemasaran ter­baik” tanpa diperintah atau biaya.

Untuk meningkatkan penjualan, me­layani kepentingan pelanggan harus di­tem­patkan pada nomor satu. Kemu­di­an melayani ke­pen­- tingan rekan se­ker­ja, pemimpin adalah perioritas berikut­nya.

Ini hanya salah satu tips, gam­­baran tentang bagaimana melayani customer dengan baik yang sudah jamak dila­ku­kan perusahaan yang me­nye­diakan la­­­ya­­nan jasa.  Berikut ini pe­ngalaman saya:

Pada Minggu. (2/12) pukul 09.15  saya bermaksud melakukan refleksi kaki di Nano Refleksi Keluarga, di Kompleks Mul­tatuli  Indah Medan. Seperti biasanya jam operasi dimulai pukul 09.00 WIB. Na­mun pagi itu saya belum bisa dilayani, karena tak seorang pun petugas di coun­ter reception.  Sejurus itu, seorang pe­tu­gas yang biasa mengatur parkir dan ke­a­­­manan di Nano-nano menga­-takan, tera­pisnya sudah datang tapi mereka lagi briefing di lantai dua. Mungkin se­bentar lagi selesai, petugas ini menim­pali.

Sudah hampir setengah jam menung­gu, tapi briefing juga belum siap. Se­orang le­­laki setengah baya yang sudah me­nung­gu 30 menit juga geram dan me­ngatakan ke petugas keamanan tadi, "Saya ngga bisa terlau lama menunggu, kalau be­gitu saya pindah saja ke tempat lain saja!”

Kemudian seorang ibu dengan dua anak lajangnya yang menunggu hanya senyum geli dan berguman, kok ma­najemen lebih pentingkan meeting dari­pada melayani customer?

Selanjutnya, seorang pemuda yang sudah menunggu lebih setengah jam mengeluhkan ke petugas tadi mengata­kan, “Ini manajemen jelek. Tidak mem­­­be­rikan empati atau simpati pada cus­to­mernya. Ini keterlaluan.  Waktu sudah pu­kul 09.35 WIB, lima orang sudah me­nunggu setengah jam tapi belum juga dapat dilayani.

Lelaki setengah baya yang menung­gu akhirnya meninggalkan arena jasa pemijatan kaki itu. Mulutnya komat kamit melun­­curkan kata kata tak pantas.

Sebagai customer selama ini saya sudah "nyaman" refleksi kaki di Nano-nano. Tapi kali ini saya sangat kecewa dan sayangkan manajemen Nano-nano lebih mementingkan briefing pada ka­rya­wan daripada melayani customer. Pa­­dahal, inti dari briefing itu sesung­guh­­nya yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi customer. Bu­kankah begitu?

Saya menilai apa yang dilaku­kan ma­na­jer Nano Refleksiologi Komplek Mul­tatuli Indah dengan berharap mem­perbaiki kinerja karyawan/terapis­nya malah men­ja­di blunder. Saya juga ngga tahu, kebijakan yang dilakukan manajer ini akan ditanggapi owner dengan perasaan sedih, marah atau bahagia. Ck...ck... ck...!

Dan hal yang tidak nyaman juga di sini, setiap customer yang akan refleksi kaki, selalu ditanya namanya. Meski pun sudah sering datang juga ditanya. Saya katakan kepada CS di counter, tidak semua customer, apalagi dianya pe­jabat akan nyaman kalau namanya ditanya-tanya sebagai pelengkap ad­ministrasi. Kenapa tamu yang datang tidak didata pakai nomor saja.

Sepuluh menit lagi sudah satu jam saya menunggu. Briefing belum juga usai. Customer yang tadinya ramai bagai menunggu antrean “mie balap” akhirnya meninggal­kan tempat ini satu per satu. Termasuk saya.

Semoga masukan ini bermanfaat se­kaligus mengubah cara Nano Reflek­sio­logi mem­perlakukan customernya. Terima kasih

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar