Pelayanan TIKI-JNE Express yang Mengecewakan

Kamis, 12 April 2018

Pengirim: Darmawan,, Medan

Melalui adik saya, tanggal 14/02/18, pukul 12.56 WIB, sesuai resi kirim de­ngan nomor MESAB 03135604218, kami kirimkan paket makanan berupa 2 (dua) kotak lapis legit dan lainnya de­ngan total berat 5 (lima) kilogram, jenis pa­ket kirim YES (Yakin Esok Sampai) dari Medan tujuan Jakarta.

Masalah timbul ketika kiriman terlambat tiba hanya karena pihak JNE Jakarta tidak melakukan konfirmasi ke pengirim ketika ada diinformasikan ada kendala pada saat pengantaran paket.

Sesuai penjelasan pihak JNE Jakarta yang kami konfirmasi pada tanggal 19/02/18, via call center 021-29278888, paket tiba esok hari di tanggal 15/02/18, langsung di antar hari itu juga, namun diinformasikan alamat penerima tidak dikenal, juga nomor HP tidak bisa dihubungi. Sampai disini hingga tanggal 18/02/18, kiriman ternyata tidak disam­pai­kan dan kami selaku pengirim me­la­kukan konfirmasi dan mempertanyakan hal ini.

Dari sisi penerima yang juga ke­luarga, kami melakukan konfir­masi bah­wa pihak JNE Jakarta, sejak tanggal 15 hingga 19/02/18, tidak pernah men­g­hu­bungi atau melakukan antaran, karena alamat penerima dan no HP tertera jelas, alamat juga di jalan raya (Kapuk Raya), tidak di area gang berikut nomor selular yang jelas. Jadi dapat disimpulkan, ke­terangan TIKI-JNE Jakarta jelas sepihak wa­lau­pun sudah tercatat di sistem. Perlu diketahui, selama ini pengiriman paket dari beberapa perusahaan kargo, tidak terkendala seperti ini.

Yang kami pertanyakan adalah ke­napa profesionalisme dan nama besar JNE diuji disini, kami dari sisi pelanggan me­nyesalkan tidak adanya upaya ko­munikasi ke pengirim pada saat ada kendala yang disebut di atas, terlepas dari benar tidaknya penerima dihubungi, kemudian apakah ini hanya kebetulan, atau ada kelalaian, pihak JNE lah yang harus menginves­tigasi. Jelasnya penerima juga menyatakan bersedia dikonfirmasi ulang perihal ini.

Setelah panjang lebar koor­dinasi, akhirnya kiriman diantar pada hari itu juga, di tanggal 19/02/18 dan ternyata kondisi 2 kotak kue lapis legit tersebut, su­dah menjamur dan tidak bisa dikon­sum­si lagi. Terhadap hal ini, kami me­lakukan klaim ke TIKI-JNE Medan esok­nya, di tanggal 20/02/18, dan diterima oleh Sdri. Fachruni Adlia dengan menyer­takan resi asli, copy E-KTP dan bukti asli bon pembelian 2 kotak kue lapis legit seharga Rp. 320.000,-. Kami mengajukan nilai ganti rugi sebesar Rp. 445.000,- dengan dasar harga beli kue dan biaya kirim layanan YES sebesar Rp. 125.000,- Proses klaim tertulis 14 hari kerja dan harusnya sudah ada jawaban di tanggal 09/03/18.

Dalam masa klaim, beberapa kali saya dihubungi pihak JNE Medan dengan Sdri. Eka untuk tindak-lanjut dan klarifikasi masalah, hingga keputu­san akhir bahwa pihak JNE Medan ha­nya mengganti biaya kirim. Dari kami se­laku pengirim dan pihak yang dirugi­kan, penggantian biaya kirim kami nilai belum memenuhi rasa keadilan kami, se­hingga sampai­kan kembali un­tuk upaya win-win solusi dengan per­mo­ho­nan klaim nilai ganti rugi sebesar ½ dari nilai di atas, sebesar Rp. 222.500,. Hingga di sini, Sdri. Eka berjanji akan menyampaikan kepada pim­pinan.

Di tanggal 09/03/18 saya menghu­bu­ngi call-center Medan di nomor 061-30003888 memper­tanyakan perihal ini, belum ada jawaban, diminta hubungi kembali di tanggal 12/-3/18. Di tanggal ters­ebut kami hubungi hingga 3 hari berturut hingga 14/03/18, juga belum ada jawaban penyelesaian masalah. Hing­ga 23/03/18, baru kami dihubungi Sdri. Eka, dan keputusan ganti rugi hanya sebesar biaya kirim.

Karena tidak mau berlarut penyele­sai­­an, via telepon, kami sepakati ganti rugi senilai biaya kirim dan dijanjikan se­cepatnya, melalui kesepakatan trans­fer rekening. Seminggu berlalu, hingga 30/03/18, kami hubungi kembali, ter­nyata janji tinggal janji, dengan alasan me­nunggu pemberkasan

Pembaca yang budiman, dari keja­dian di atas dapat dinilai betapa pan­jang­nya birokrasi dan lama penyele­sai­an masalah. Jasa kargo merupakan la­ya­nan publik yang mengutamakan ke­per­cayaan, ketepatan waktu antar dan ke­cepatan layanan klaim ganti rugi. Ke­tiga hal ini sungguh diabaikan dalam ka­sus kami di atas. Semoga dapat disi­kapi oleh manajemen TIKI-JNE, untuk lebih baik di masa depan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar