Potensi Tinggalan Raja Sisingamangaraja

Senin, 27 Februari 2017

Pengirim: Miduk Hutabarat, Jl. Sisingamangaraja No. 132 A Medan

Mengenang gugurnya Raja Sisi­nga­­ma­ngaraja XII 17 Juni 1907 lalu di Desa Sionom Hudon Kecamatan Par­lilitan Ka­bupaten Humbang Hasundu­tan. Ke­men­­terian Pariwisata dan Kreati­vi­tas De­puty Bidang Pengembangan Des­­tinasi dan Industri Pariwisata telah me­­nyeleng­ga­rakan seminar berjudul ;“ Pe­ngem­ba­ngan Des­tinasi Wisata Bu­daya Ber­basis Se­jarah Raja Sisinga­ma­­­ngaraja untuk men­dukung Pariwisata Ka­­wasan Danau Toba” 19-20 Mei 2016 di Hotel Madani Medan.

Seminar dilakukan untuk menggali ting­ga­lan situs kerajaan Sisinga­ma­nga­raja yang masih ada yang berpotensi un­tuk dikembangkan sebagai destinasi pa­ri­wisata berbasis sejarah dan budaya. Se­hing­ga atraksi-atraksi budaya yang di­ting­galkan bisa di kemas untuk mem­be­rikan man­­faat bagi kesejahte­raa­n ma­sya­ra­kat sekitarnya.

Ternyata tinggalan Raja Sisinga­ma­ngaraja I-XII masih banyak yang belum ter­ungkap, yang dapat dikembangkan ni­lai-nilai yang melekat didalamnya. Se­ka­ligus upaya untuk peles­tarian budaya maupun pengem­bangan wisata. Oleh ka­rena itu sangat perlu bagi Pemkab dan Masyarakat disekeliling KDT me­ngu­sulkan situs-situs ting­galan Raja Si­singamangaraja supaya ditetapkan men­jadi Kawasan Cagar Budaya.

Pemerintah Kabupaten seke­liling KDT dan Pemerintah Pro­pinsi perlu se­gera membentuk Tim Ahli Cagar Budaya un­tuk melakukan penilaian dan mem­beri­kan pembobotan serta mengusul­kan­nya kepada Tim Cagar Budaya Na­sio­nal untuk dinilai dan ditetapkan.

Apalagi Raja Sisingamanga­raja XII ada­lah Pahlawan Nasi­onal sesuai Kepu­tu­san Presiden 590 Tahun 1961 9 No­pem­ber 1961. Artinya berda­sarakan ke­pu­­­tusan tersebut jelas menegas­kan, bah­wa Pemerintah berke­wajiban dalam me­­lestarikan dan mengembangkan se­lu­ruh tinggalan dan sejarah yang ter­kait dengan kepahlawanan beliau. Bah­kan pengem­bangan nilai-nilai tersebut wajib masuk dalam kurikulum pendidikan dan in­­dus­try pariwisata yang akan dikem­bang­kan.

Makanya untuk mendukung program ter­sebut, seharusnya Pemerin­tah Pusat, Pro­vinsi dan Kabupaten sekeliling KDT, perlu mendesain sebuah program in­ven­tarisasi tinggalan Raja Sisinga­ma­ngaraja melalui kegiatan penelitian, serta pener­bitan buku-buku dan upaya pem­berda­yaan masyarakat di kawa­san terkai serta upa­ya untuk mem­buat ‘Master Plan Pe­ngembangan Tinggalan Raja Si­singa­ma­ngaraja’ sebagai Kawasan Ca­gar Budaya Sebagai Situs Sejarah dan Budaya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar