Resto Seoul Garden Mengusir Pelanggannya

Kamis, 14 Juli 2016

Pengirim: DAVID TANDRI, Komp. Taman Impian Indah Blok D No. 6 Medan

PADA 08 Juli 2016 lalu, saya dan teman-teman memilih untuk bertemu di restoran Seoul Garden yang berlokasi di kompleks Centre Point (CP) Medan. Berhubung teman-teman saya yang berjumlah 7 orang sudah tiba lebih awal di sana,mereka pun langsung menikmati makan siang dengan membeli paket buffet perorangan. Sementara saya yang datang jauh lebih telat dan kebetulan sudah makan dari rumah, tidak melanjutkan makan lagi di Seoul Garden dan hanya sekadar masuk ke dalam untuk berkumpul dengan mereka.

Tak berselang lama setelah saya duduk, seorang staf Seoul Garden menghampiri saya dan bertanya apakah saya mau ikut makan dan saya pun dengan tenang dan tanpa kecurigaan apa-apa menjawab tidak. Namun hal berikutnya yang membuat saya terce­ngang adalah pernyataan dari staf tersebut yang mengatakan bahwa bagi pelanggan yang tidak ikut makan (membayar paket buffet) maka tidak diperkenankan untuk duduk di dalam ruangan dan diharuskan menunggu di luar. Mendengar pernyataan seperti itu, naluri kekesalan saya sebagai seorang pelanggan langsung meluap, namun masih saya tahan karena saya pikir saya masih punya solusi untuk hal ini.

Saya pun mencoba untuk memesan minuman kepada staf tersebut. Dengan begitu setidaknya saya tidak duduk dengan meja kosong tanpa ada tran­saksi apa-apa dan saya rasa ini cukup fair. Namun ternyata pesanan minuman saya malah ditolak dan staf tersebut berkata saya harus membayar paket buffet jika ingin tetap duduk/berada di dalam ruangan restoran.

Saat itu juga kekesalan saya lang­sung memuncak, dan saya pun memin­tanya memanggil manager dengan maksud ingin meluruskan hal ini, namun ternyata manager yang bersangkutan sedang tidak masuk sehingga saya dipertemukan dengan supervisor-nya.

Berkali-kali saya tanyakan apa dasar mereka menerapkan aturan ini, namun supervisor tersebut hanya mampu menjawab dengan alasan bahwa itu adalah kebijakan mereka. Sama sekali tidak ada jawaban lain yang bisa dijadikan solusi! Pada kesempatan ini saya akan paparkan satu per satu kepincangan dari peraturan Seoul Garden yang saya nilai amat sangat konyol dan luar biasa arogan!

Pertama, apa pun alasannya, dalam dunia bisnis sangatlah tidak etis untuk mengabaikan ataupun mengeluarkan pelanggan dari ruangan terlepas apakah ada terjadi transaksi atau tidak! Ini sama saja dengan mengusir pelanggan se­cara tidak langsung! Cara ini bukan saja mempermalukan pelanggan se­olah-olah mereka tidak punya kesang­gupan membayar, tetapi dengan mene­rapkan aturan seperti ini seolah-olah Seoul Garden memaksa seluruh pe­langgan yang masuk ke ruangan resto­ran harus membayar paket seharga Rp. 158.500 hanya untuk bisa menda­pat­kan tempat duduk terlepas apakah pelanggan tersebut ikut makan atau tidak.

Sebagai bagian dari industri hospita­lity, semestinya Seoul Garden paham betul bahwa keramahan adalah poin paling utama yang harus diprioritaskan dalam pelayanan terhadap pelanggan. Namun dengan adanya kebijakan “diskriminatif” ini, saya bisa berasumsi bahwa Seoul Garden bermaksud hanya akan memberikan keramahan tersebut kepada pelanggan yang membayar saja. Sedangkan bagi yang tidak membayar, itu berarti “tempat ini bukan untuk Anda” dan silakan cari tempat lain jika hanya ingin sekadar duduk (walau­pun ada teman yang berjumlah 7 orang telah membayar dan tengah makan di dalam ruangan).

Jujur saja, ini adalah pertama kalinya saya mendapatkan perlakuan yang begi­tu arogan dari sebuah restoran. Di restoran lain dengan sistem penyajian yang sejenis bahkan tidak memberla­kukan aturan seperti ini, karena mereka paham bahwa tujuan pelanggan datang ke restoran tidak selalu untuk makan, tetapi bisa saja ada tujuan lain seperti sekadar untuk bertemu teman seperti halnya saya.

Sekarang bayangkan saja jika ada satu keluarga yang kebetulan ingin bersantap di Seoul Garden, namun karena alasan tertentu ada salah satu anggota keluarga yang tidak bisa ikut makan (katakanlah karena terikat aturan diet ataupun pantangan medis), lantas apakah anggota keluarga yang satu ini harus dibiarkan telantar sendirian di luar terpisah dari rombongan keluarganya hanya karena peraturan konyol dari Seoul Garden ini?

Kedua, jika alasan Seoul Garden memberlakukan kebijakan ini adalah karena takut ada pelanggan yang men­curi makan tanpa membayar (karena sistem penyajian di Seoul Garden adalah buffet), itu berarti Seoul Garden sedang menggeneralisasi seluruh pe­langgan yang tidak membayar sebagai pelanggan yang picik. Bukan­kah masih banyak cara yang bisa ditem­puh untuk mengantisipasi kekhawatiran terhadap pelanggan seperti ini tanpa harus mengusir pelanggan?

Ketiga, sikap supervisor yang men­cla-mencle dan kaku dalam meng­hadapi masalah membuat saya berta­nya-tanya tentang kualifikasi Seoul Garden dalam merekrut pegawainya. Selain tidak mampu menyelesaikan ma­salah, supervisor tersebut malah terke­san latah dan sama sekali tidak profesional. Ketika supervisor tersebut sudah mati kata dalam perdebatan de­ngan saya, dia malah dengan santainya bertanya kepada teman yang duduk di depan saya, “Jadi gimana ini, Ko? Kita cas saja?” seolah-olah sedang meminta petunjuk “saya harus diapakan”.

Ini jelas-jelas adalah masalah antara saya dengan Seoul Garden, lantas apa hubungannyasupervisor tersebut berta­nya kepada teman saya? Apakah dia pikir teman saya adalah kepala suku yang berhak mengatur tentang eksekusi terhadap anggotanya? Justru dengan bertanya seperti ini, supervisor tersebut bisa dibilang sudah melakukan tindakan sugestif untuk memprovokasi saya dan teman saya agar ikut terlibat dalam perdebatan ini.

Kejadian ini sungguh membuat saya kehilangan respek terhadap Seoul Garden. Sebagai franchise multinasio­nal, nama besar Seoul Garden sangat tidak sebanding dengan pelayanan dan kualitas karyawannya. Bagus tidaknya sebuah perusahaan bisa diukur dari kebijakan yang dibuat, dan apa yang terjadi hari itu di Seoul Garden mem­buktikan bahwa mereka punya naluri bisnis yang kerdil dan rancang manaje­men yang bobrok!

Mereka dengan berani membeban­kan service charge dalam tagihan kepa­da pelanggan, lantas apakah ini yang dinamakan service oleh Seoul Garden?

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar

  • 127120250519920001 William Liu

    127120250519920001 William Liu  

    uda gak makan belagak lagi ni orang...kurang edukasi..belum bisa dilepas keluar..

    Komentar

    Komentar

    Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar

  • William Antoni Ang

    William Antoni Ang  

    udah salah, ngotot lagi... jangan kampungan deh...

    Komentar

    Komentar

    Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar

  • Andy Tan

    Andy Tan  

    Seharusnya hal tidak perlu dipublish di media massa, karena semua restaurant dan cafe mempunyai Policy masing2x...dan jangan sama ratakan dengan Policy reaturant/Buffet tempat lain donk...

    Komentar

    Komentar

    Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar

  • Naga Mas

    Naga Mas  

    stupid people... itu namanya policy bos, situ kalau ga mau bayar jangan masuk dan makan disana. Jangan karena elu customer, policy bisa seenak jidat di langgar. Lain kali belajar lagi kalau mau complain

    Komentar

    Komentar

    Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar

  • Halim Wen

    Halim Wen  

    Alay x kau.. tu kan peraturan disana.. tu bukan alasan kl diet ato what ever la... kl diet duduk t4 lain lo..

    Komentar

    Komentar

    Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar