Sekolah Ikut Membuat Macet

Sabtu, 12 Agustus 2017

Pengirim: Juniper Silitonga, Padang Bulan Medan

SUNGGUH pemandangan yang tidak meng­enakkan, bila para pembaca se­kalian memasuki atau keluar dari ka­wasan Perumnas Simalingkar Medan. Dimana setiap pukul 07.00-08.00 WIB dan pukul 12.00-13.00 WIB, Jalan Ka­piten Purba memasuki Perumnas Si­malingkar selalu macet. Semua ber­lom­ba untuk memotong kenderaan lain­nya supaya bisa sampai ke sekolah tepat waktu. Berdasarkan pengamatan pe­nulis, mohon maaf, mayoritas biang ke­rok kemacetan itu adalah para ke­luarga yang mengantarkan anaknya ke se­kolah Budi Murni dan Bethany. Dua se­kolah ini seolah tidak perduli dengan kon­disi macet yang terjadi.

Padahal kedua sekolah ini merupa­kan sekolah yang berbasis agama. Di­tambah lagi, tidak ada satupun petugas Dinas Pehubungan (Dishub) Pemko Me­dan yang ikut menertibkan arus lalu lintas di lokasi rawan macet ini. Sehingga yang terjadi, para pengendara banyak yang sesuka hatinya langsung memo­tong jalan ke tengah tanpa memikirkan ke­selamatan angggota keluarganya dan ke­lancaran lalu lintas. Setali tiga uang, ke­pala lingkungan di sekitar jalan itupun tidak mau ambil pusing. Terlihat, semua pihak yang berkepentingan di jalan ter­sebut sudah buta.

Mereka seolah nyaman dengan ke­tidakberesan yang terus berlangsung se­karang ini. Melalui surat pembaca ini, pe­nulis ingin menyampaikan saran se­ba­gai berikut: pertama, tolong para orang tua murid di kedua sekolah ter­sebut ditertibkan untuk mengantar anak­nya hanya sampai ujung jalan sekolah atau di suatu titik penjemputan tertentu.

Kedua, sekolah harus melibatkan para guru dan sekuriti untuk melakukan pen­jemputan secara bergelombang di se­berang jalan sekolah, khususnya siswa TK dan SD.

Ketiga, pihak sekolah wajib mem­ba­ngun koordinasi dan melibatkan kepala ling­ku­ngan setempat dan petugas Dis­hub Pemko Medan untuk menertibkan ke­lancaran lalu lintas di lokasi tersebut. De­ngan langkah tersebut, maka benar dan nyatalah bahwa fungsi sekolah itu salah satunya untuk membangun disiplin dan membentuk manusia yang beradab.

 

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar