Tidak Pernah Diwawancarai Pihak AIA Financial

Selasa, 2 Juli 2019

Pengirim: dr. Kenny Leonara Raja, Medan

Menanggapi penjelasan PT. AIA Financial di Harian Analisa pada 20 Juni 2019, bersama ini saya tekankan bahwa dari sebelum diberikan SP3 kepada saya sampai dengan saat ini, saya tidak pernah diwawancara atau didengar keterangan saya. Tidak pernah sekalipun sesi dimana investigator perusahaan melakukan klarifikasi (menunjukkan bukti/temuan apapun) ke saya. 

Perlu kiranya dicatat juga bahwa pada 24 Januari 2019 di Amuz Restaurant, Energy Building, Jakarta saat saya bertemu dengan CEO AIA Indonesia pada saat itu untuk membahas masalah ini, dengan jelas CEO tersebut menyampaikan kepada saya yang perlu saya lakukan adalah memperbaiki hubungan saya dengan Head of Compliance dan GM Agency AIA Indonesia yang membuat saya bingung karena selama ini saya tidak pernah mempunyai masalah dengan mereka. Jelas sekali tersirat bahwa permasalahan ini bukan masalah pelanggaran aturan atau etika tapi lebih ke masalah “suka” dan “tidak suka”.

Sehubungan dengan solusi yang dimaksud oleh AIA, saya menerima email pada 15 April 2019 dari Chief Agency Officer (CAO) Divisi Satu, yang menyatakan berdasarkan kesepakatan Top Management Aia, bahwa solusi yang diberikan kepada saya adalah:

1. Saya menandatangani MCG (Market Conduct Guideline) yang baru.

2. Menghadiri training resiko dan compliance yang diadakan oleh perusahaan.

3. Minimum produksi di tahun 2018 sebagai double TOT(premi baru sekitar Rp.6,5 Milyar/tahun) dan persistensi 85%.

4. Semua reward/insentif/trip yang sudah saya menangkan di tahun 2018 (termasuk special challenge), akan dibayarkan 12 bulan kemudian di April 2020.

Saya berharap perusahaan ini memberikan solusi yang adil dan sepantasnya, bukannya malah memberi target baru yang harus saya capai agar saya bisa mendapatkan hak yang seharusnya sudah saya dapatkan ditahun 2019 dari hasil kerja keras saya selama tahun 2018. Yang saya lebih tidak mengerti bagaimana AIA bisa menikmati semua produksi saya selama 2018 dan menghukum saya tanpa dasar di akhir tahun 2018.

Oleh karena itu saya melalui kuasa hukum telah mengirimkan somasi ketiga ke perusahaan pada 27 Juni 2019, dan surat laporan ke AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) pada 12 Juni 2019, dengan tembusan ke Industri Keuangan Non-Bank OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan AIA Hongkong (CEO Group dan CEO Group Agency Distribution).

Terima kasih.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar