Trotoar Bagai Milik Pribadi

Selasa, 21 Agustus 2018

Pengirim: LEWI Jacob, Medan

Jika kita berputar di sekitar kota Medan, beberapa keluhan dan kekece­wa­an segera diperoleh. Di samping ke­sem­rawutan lalu lintas penyebab ke­ma­­cetan dimana mana, ketidak-taatan ma­­syarakat akan aturan, juga ketidak­be­­resan pengatur lampu lalulintas bagi ken­daraan dan pejalan kaki.

Lahan parkir yang semakin sempit, tro­toar yang menjadi hak pejalan kaki sudah kabur fungsinya, telah berubah men­jadi lahan parkir para pedagang kaki lima.

Warga Medan paling tidak mera­sa­kan kenyamanan berjalan kaki di tengah ko­tanya, dibandingkan dengan warga kota lainnya di Indonesia. Hak dan kenyamanan serta keamanannya untuk mendapatkan kegairahan hidup di alam se­kitarnya sudah “dirampas”. Hal ini men­jadikan warga Medan tidak lagi se­hat dan bergairah berinteraksi dengan alam lingkungannya. Inilah salah satu ke­kakuan warga Medan.

Yang menjadi sorotan kami adalah tro­toar atau roilen yang mestinya bisa di­nikmati warga untuk lalu lalang dan juga parkir sementara sudah menjadi milik pribadi. Contoh dapat dilihat di Ja­lan Veteran simpang Jalan Bangka de­­pan RSU Murni Teguh. Ada empat ruko memblok depan rukonya dengan pa­gar besi seperti lahan miliknya. Kami warga yang berusaha dan bekerja di se­kitar sana merasakan terganggu de­ngan tindakan tersebut. Kami bertanya ta­nya apakah pihak Pemko Medan dan apa­rat setempat tidak tahu atau mem­biarkan hal itu terjadi?

Kerap kali banyak hal yang tidak sepatutnya terjadi tapi karena pembia­ran hingga akhirnya jadi masalah besar baru bertindak.

Semoga keluhan kami mendapat per­hatian dari Pemko Medan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar