Stabat, (Analisa). Rini S Liani (19), warga Jalan Gunung Jaya Wijaya, Gang Bersama Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, nyaris diperkosa Sopir angkot, saat berada dalam kendaraan yang ditumpanginya menuju Kota Stabat, kemarin.
Korban berhasil lolos ,setelah melompat dari dari angkot yang membawanya. Dalam keadaan pingsan, korban dilarikan warga setempat ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa berawal, saat korban hendak pergi menemui temannya yang tinggal di Kota Stabat. Dari terminal Pasar Binjai, korban berangkat naik angkutan umum koperasi jurusan 03 Stabat.
Saat itu, korban sendirian karena tidak ada penumpang lain. Sampai di Jalan Pinang II, Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat, mendadak sopir angkot membelokkan kendaraannya masuk ke kawasan perkebunan tebu yang ada di sana. Merasa curiga, korban bertanya kenapa berada di luar jalur lintasan. Namun sopir beralasan ingin mengambil sewa.
Lalu perjalananpun dilanjutkan kembali. Setelah memastikan situasi yang sepi saat berada di kawasan areal perkebunan tebu, mendadak sopir angkot menghentikan kendaraannya. Lalu, pelaku buru-buru turun menuju bangku penumpang.
Belum sempat menghindar, pelaku sudah menarik tangan korban hingga tersungkur di lantai angkot.
“Aku sempat diancamnya akan dibunuh kalau melawan,“ kata korban saat memberikan keterangannya kepada petugas.
Ketika hendak memperkosa korban, tiba-tiba pelaku melihat seorang pencari rumput melintas naik sepeda. Takut aksinya diketahui, pelaku membatalkan niatnya, dan memilih mencari tempat yang aman. Tidak lama setelah angkot itu berjalan kembali, korban nekat lompat dan akhirnya tersungkur di jalan.
Melihat itu, pelaku kabur. Dalam keadaan pingsan, warga yang menemukannya terkapar di jalanan membawa korban ke rumah sakit. Korban kehilangan dua HP yang dicuri pelaku di dalam angkot. Kini kasusnya masih ditangani pihak yang berwajib.
Kanit PPA Polres Langkat Aiptu Agus Ginting saat dikonfirmasi Analisa, Rabu (21/5) menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan mengidentifikasi angkot sesuai dengan nomor polisi meskipun tidak berseri.
Bahkan pihaknya sudah mengambil keterangan beberapa saksi dan juga korban. Kendatipun begitu, diakuinya tidak dapat buru-buru menetapkan siapa tersangkanya karena harus melengkapi keterangan semua saksi, dan mengumpulkan alat bukti yang dirasa penting untuk mendukung proses penyelidikan. (hpg)










