Medan, (Analisa). Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara mendapat bantuan hibah peralatan pendeteksian kebocoran air (PPKA) dari Yokohama Water sebanyak 23 unit terdiri atas 8 model senilai Rp 1,5 miliar.
Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara kedua belah pihak yang sudah terjalin sejak tahun 1989 lalu, kata Direktur Operasi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Mangindang, SE, MM pada Seminar Water Leakage dengan Goodman Inc, Jepang di Hotel Garuda Plaza Medan, Senin (8/9).
Seminar tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Nurdin Lubis, SH MM, Kenji Nakanosono dari Yokohama Water,Ken Watanabe dari Goodman Inc, Matsuo dari Yokohama Waterworks Bureau dan Toyoda dari Yokohama Water.
Selain itu, juga hadir Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (DPP Perpamsi), Rudie Kasmayadi, Ketua DPD Perpamsi Sumut, Zaharuddin SE, Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Ahmad Thamrin SE, MPsi, Direktur Perencanaan dan Produksi, Ir Tamsil Lubis, Konsul Jepang di Medan, Hamada Yuji, para perwakilan PDAM di daerah dan PDAM Kota Sabang mewakili Provinsi Aceh.
Sambut Baik
Sekdaprovsu Nurdin Lubis yang juga Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi menyambut baik kerja sama yang telah dibina antara PDAM Tirtanadi dengan Yokohama Jepang. Diharapkan dengan seminar ini nantinya akan mampu mengurangi tingkat kehilangan air. “Seminar ini sangat bermanfaat di usia ke-109 tahun PDAM Tirtanadi, karena dapat mencari solusi untuk mengatasi tingkat kehilangan air,” ujar Nurdin Lubis.
Menurut Mangindang, bantuan hibah peralatan pendeteksian kebocoran ini merupakan implementasi dari kerja sama antara PDAM Tirtanadi dengan Yokohama Water dan Goodman Inc, Jepang dalam kegiatan pilot project pencarian kebocoran di beberapa distrik metering area (DMA) di PDAM Tirtanadi yang telah ditandatangani pada 9 Oktober 2013 lalu, di mana kerja sama ini akan berakhir pada Maret 2015.
Dijelaskan, penggunaan alat deteksi kebocoran ini dipergunakan selama kerja sama berlangsung, dan setelah selesai kerja sama baru secara administrasi dihibahkan kepada PDAM Tirtanadi.
Sebelumnya, ujar Mangindang, PDAM Tirtanadi juga telah memiliki alat untuk deteksi kebocoran, tapi alat tersebut hanya bisa digunakan untuk mencari kebocoran pada pipa yang terbuat dari besi. Sedangkan pipa yang terbuat dari PVC tidak dapat dilakukan, sehingga dengan adanya alat ini nantinya tingkat kehilangan air PDAM dapat diminimalisir.
Mangindang menambahkan, dari hasil pencarian kebocoran menggunakan alat deteksi kebocoran ini telah dilakukan bersama Tim NRW PDAM Tirtanadi dengan Yokohama Water dan Goodman Inc, Jepang yang saat ini sudah pada tahap ketiga, di mana satu lokasi distrik metering area di Perumahan Rivera wilayah PDAM Tirtanadi Cabang Amplas.
Divisi Penanggulangan Kehilangan Air (PKA) sudah memperkirakan pada lokasi tersebut terjadi kebocoran, tapi dengan alat yang ada tidak diketahui lokasi kebocorannya. Namun, setelah menggunakan alat deteksi dari Yokohama Water kebocoran tersebut ditemukan.
Ternyata ukuran pipa yang mengalami bocor 3 inci dan air yang bocor mengalir ke drainase yang sudah tertutup dengan beton penutup drainase, sehingga kebocoran yang berlangsung selama 5 tahun tidak dapat diketahui. “Bisa dibayangkan berupa kerugian yang dialami PDAM Tirtanadi dan pelanggan yang tidak terlayani air minum,” jelas Mangindang Ritonga.
Dia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yokohama Water yang telah mendukung terwujudnya kerja sama ini. Dengan bantuan dan kerja sama ini diharapkan tingkat kehilangan air (NRW) PDAM Tirtanadi dapat ditekan lagi hingga di bawah 20 persen. (zul)










