Medan, (Analisa). Salah satu klub elit bulutangkis di tanah air, PB Jaya Raya akan menggelar ajang pencarian dan seleksi pemain potensial secara terbatas melalui tajuk "Jaya Raya Menjaring Juara Dunia Masa Depan" yang akan dilaksanakan pada 9-11 Mei mendatang di GOR PBSI Jalan Pancing Medan Estate.
Tim pemandu bakat ajang tersebut, Rosiana Tandean dalam keterangan persnya di sela-sela Kejuaraan Bulutangkis Astec Open 2016 di Medan, Kamis (21/4) mengatakan, adapun sasaran pemain yang akan direkrut pada ajang itu yakni bibit-bibit potensial dari kelompok usia dini (U-11) dan anak-anak (U-13).
"Ajang seleksi ini akan diikuti pemain-pemain terbaik dari sejumlah klub kota Medan dan sekitarnya yang benar-benar sudah terseleksi di tingkat klubnya masing-masing. Dengan demikian dari segi kualitas dan ketrampilan dasar bermain bulutangkis peserta tidak perlu diragukan lagi," ujar peraih medali perunggu Asian Games 1986 (nomor ganda putri berpasangan dengan Imelda Wiguna).
Menurut peraih emas SEA Games 1985, 1987, 1989 dan 1991 itu, dipilihnya Medan sebagai tempat seleksi mengingat daerah ini secara tradisional mampu menghasilkan bibit-bibit bulutangkis berbakat yang sebelumnya tidak terjamah melalui proses penjaringan pemain atau audisi pemain.
"Dari ajang seleksi ini masing-masing kelompok diiikuti sekitar 20 pemain putra dan putri dari kategori U-11 dan U-13, sehingga total maksimal diikuti sekitar 80 peserta," papar Juara Piala Dunia 1990, 1991 dan 1992 (nomor ganda campuran bersama Rudi Gunawan).
Bagi pemenang penjaringan nantinya akan mendapat hadiah berupa peralatan pertandingan bulutangkis, kemudian mendapat subsidi iuran latihan bulanan di klubnya masing-masing untuk jangka waktu enam bulan tahaf I dan kemudian dievaluasi lagi progres latihannya.
Selain itu, para pemenang juga mendapat kesempatan mengikuti turnamen bulutangkis kelompok umur internasional di Singapura pada akhir 2016 ini dan akan diundang mengikuti kejuaraan terbatas "Jaya Raya Home Tournament 2016" yang berlangsung di Jakarta.
Para pemenang juga akan mendapat kesempatan kembali untuk mengikuti dua turnamen bulutangkis kelompok umur di tanah air.
PB Jaya Raya bertekad akan menjadikan klub tersebut sebagai pilihan bagi pemain U-13 sebagai tempat untuk membina diri dan bagi pelatih untuk berkarya.
Visi dan Misi
PB Jaya Raya yang didirikan pada 26 Januari 1976 itu telah mencetak beberapa pemain yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan memenangkan berbagai kejuaraan seperti Olimpiade, Asian Games, SEA Games, Kejuaraan Dunia, All England serta berbagai turnamen bulutangkis baik tingkat nasional maupun internasional.
Tercatat, pemain-pemain utama yang bergabung di PB Jaya Raya yakni Rudi Hartono, Utami Dewi, Retno Kustiyahh, Minarni dan Imelda Wiguna.
Apabila sebelumnya PB Jaya hanya fokus untuk menghasilkan pemain U-18 agar dapat dipilih masuk Pelatnas Cipayung, namun sekarang visi dan misi PB Jaya Raya berubah yakni ingin menghasilkan pemain bertaraf dunia dengan atau tanpa Pelatnas.
Adapun alasannya yakni pembinaan.yang tidak berkesinambungan terbukti memperlambat pencapaian puncak prestasi, Bahkan sekarang ini, tidak sedikit pemain berusia di bawah 18 tahun dari negara lain telah bertanding di Level Super Series.
PB Jaya Raya kini telah bekerjasama dengan berbagai nara sumber dan pakar untuk menggunakan lebih banyak sport science guna meningkatkan pembinaan atlet dari berbagai aspek meliputi mental psikologis, gizi, nutrisi, muscle training, physycal training dan technical training.
Bagi PB Jaya, pendidikan formal harus menjadi bagian integral dalam program pelatihan. Oleh karena itu, PB Jaya Raya saat ini tengah menggarap perencanaan dan pembangunan pendidikan dan pelatihan di kawasan Bintaro dengan 16 lapangan.
Sesuai dengan visi dan misi, PB Jaya Raya tidak hanya fokus mencetak juara-juara dunia bulutangkis semata. Klub ini juga menaruh perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap masa depan atlet dengan memberikan pendidikan formal kepada seluruh pemain binaannya sambil mengejar prestasi dunia. (td)










