William Money:

Berjenis Kelamin Pria Belum Tentu Maskulin

berjenis-kelamin-pria-belum-tentu-maskulin

PERBEDAAN antara jenis kelamin dan gender pertama kali dikemukan oleh John William Money pada 1955. Pakar seksologi dan psikologi ini juga yang mengenalkan istilah orientasi seksual terminologi yang digunakan untuk menjelaskan arah ken­cende­rungan seksual seseorang.

Contoh-contoh orientasi seksual adalah heteroseksual (tertarik pada lawan jenis), homoseksual (tertarik pada sesama jenis), aseksual (tidak tertarik pada jenis apa pun), serta biseksual (tertarik pada lawan dan sesama jenis).

Sementara, terminologi yang digunakan Money untuk menjelaskan orang yang memiliki orientasi seksual adalah identitas seksual, misalnya: lesbian (se­orang perempuan yang melakukan seks dengan perempuan), gay (seorang pria yang melakukan seks dengan pria), transgender (orang yang mengidentifikasi jenis kelamin­nya bukan seperti yang diidentifikasikan waktu lahir), dan cisgender (orang yang identifikasi jenis kelaminnya sesuai dengan identifikasi waktu lahir).

Dalam konsep Money, seseorang berjenis kelamin lelaki belum tentu bergender maskulin. Sebagaimana seorang transgender perempuan alias waria pasti hanya akan tertarik melakukan seks dengan pria.

Konsep Money ini membantu menjelaskan sebagian orang yang terlahir diidentifikasi sebagai laki-laki kemudian bertransformasi jadi perempuan tapi tetap tertarik melakukan seks dengan perempuan pula. Contohnya, bintang Gigi Gorgeous.

Bahkan dalam ilmu gender hari ini, yang sudah lebih ber­kembang, dikenal pula identitas seksual bernama panseksual terminologi yang menggambarkan ketertarikan pada seluruh gender dan orientasi seksual. Artinya, seorang panseksual benar-benar tidak melihat ekspresi identitas seksual seseorang. Ia bisa tertarik pada cisgender, lesbian, gay, ataupun transeksual. Misalnya Miley Cyrus.

Teori Money pula yang menjelaskan mengapa pria berpakaian perempuan dan perempuan berpakaian pria di komik Jepang bisa saling jatuh cinta, dan sesekali diberi adegan ciuman atau senggama. Alasannya, karena pakaian tak ada kaitannya dengan kemudi selangkangan.

Konsep gender inilah yang menjelaskan mengapa transgender tidak termasuk ke dalam gender bender, sebab mereka yang transgender meyakini dirinya memang lahir di tubuh yang salah. Sementara seorang gender bender berpenampilan menyeberangi gendernya untuk meleburkan batas-batas antara maskulin dan feminin.

Kenapa sekat maskulin dan feminin harus ditebas?

Peran

Berdasarkan penelitian Official Journal of American Academy of Pediatrics, konsep gender biner yang menjunjung tinggi maskulin dan feminin sebagai peran gender utama di kehidupan sehari-hari, nyatanya malah mendiskriminasi gender lain.

Menurut penelitian ini, gender biner membuat sistem kehidupan sekarang menjadi kejam pada gender di luar maskulin dan feminin, sehingga tindak ke­kerasan fisik dan psikologi ma­rak dijatuhkan kepada mereka.

Tak hanya pada orang-orang yang memercayai keberagaman gender, konsep tersebut juga berdampak buruk bagi para penganut gender biner sendiri. Mereka yang meyamakan konsepsi gender dan jenis kelamin kebanyakan terjebak dalam konsep patriarki di dunia ini. Sehingga tak jarang menciptakan para misoginis: orang-orang yang membenci perempuan, baik secara sadar atau tidak.

Dalam konsep patriarki, manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Baik laki-laki dan perempuan juga lekat pada stereotipe maskulin dan feminin, sehingga dalam dunia patriarki perempuan adalah warga kelas dua yang lemah dan harus dilindungi. Sementara pria harus selalu jadi sosok yang kuat dan pantang merajuk apalagi menangis.

Keyakinan pada konsep ini yang kemudian menciptakan kesenjangan gaji antara pria dan perempuan, kekerasan seksual pada perempuan yang tinggi, ang­ka kematian ibu dan anak yang tinggi, perempuan jadi lambang pemuas seks, laki-laki yang tak bekerja menjadi pecundang, dan semacamnya, dan sebagainya. Patriarki memang lebih banyak mengorbankan perempuan daripada laki-laki sendiri.

Dan di sanalah biasanya gender bender hadir. Untuk menunjukkan betapa beragamnya gender, dan menerobos batas antara maskulin dan feminin.

Tokoh-tokoh gender bender bukan cuma FFC-Acrush, dan jelas, munculnya tidak baru-baru ini saja. Istilah gender bender sendiri sudah ada sejak tahun 1960-an sampai 1970-an, masa-masa ketika pergerakan politik identitas marak di Amerika Serikat. Belakangan, milenial le­bih mengenal istilah gender ben­der dari anime-anime atau ma­nga-manga Jepang yang memang mengeksplorasi konsep gender cukup dalam.

Sebagian dari kita bahkan mungkin mengidolakan mereka, tanpa tahu ada kampanye kese­taraan dalam tiap penampilannya. Misalnya Prince, Madonna, David Bowie, Annie Lennox, Marilyn Manson, Andrea Pejic. (tid/zrs/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi