Akibat Banjir, 78 Hektare Tanaman Cabai di Sumut Gagal Panen

akibat-banjir-78-hektare-tanaman-cabai-di-sumut-gagal-panen

Analisadaily (Batubara) - Dari 122 hektare ladang cabai di Kabupaten Batubara dan Kabupaten Mandailing Natal yang terendam banjir, 78 hektare diantaranya mengalami gagal panen atau puso.

Untuk meminimalisir kerugian, para petani berharap adanya bantuan bibit kacang hijau dari pemerintah sebagai penggantinya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (UPT PTPH Sumut), Marino mengatakan, banjir terjadi di Desa Gambus Laut (26 ha), Titi Merah (20 ha), Lubuk Cuik (15 ha), Bulan-bulan (10 ha) dan Perupuk (30 ha).

"Dari 101 hektare itu yang mengalami puso ada 78 hektare," ujar Marino, Selasa (12/11).

Menurut Marino, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Dahler Lubis, sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung lahan petani yang terendam banjir. Saat itu petani meminta bantuan benih kacang hijau.

"Tanaman kacang hijau dipilih mereka untuk mengganti cabai merah karena tidak memungkinkan lagi menanam cabai di lokasi tersebut. Itu sudah disanggupi oleh Pak Kadis," jelasnya.

Marino menuturkan bahwa benih yang akan diberikan kepada petani diambil dari UPT Palawija Tanjung Selamat yang memiliki stok benih kacang hijau.

"Di sana mereka ada benih kacang hijau. Jadi dari situ diambil. Berapa banyak persisnya kurang tahu. Itu untuk 78 hektare yang puso," tuturnya.

Di saat yang sama, laporan per 25 Oktober 2019, pertanaman cabai merah seluas 21 hektare di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, juga mengalami gagal panen.

"Iya di sana gagal panen. Pertanamannya 21 hektare, jadi itu mengalami puso semua," terang Marino.

Menurutnya bawang merah panen lebih cepat. Karena selain tanaman cabai merah, petani di Desa Lubuk Cuik dan Gambus Laut juga menanam bawang merah seluas 10 hektare yang terendam banjir disebabkan curah hujan tinggi. Alhasil petani melakukan panen lebih cepat.

"Itu kan usia panennya 2 bulan, ini baru 1,5 bulan dipanen. Kalau tidak dipanen, bisa puso. Itu yang kita khawatirkan," ucapnya.

(JW)

Baca Juga

Rekomendasi