Dua Orang Tewas

Siswa SMA California Tembaki Temannya

siswa-sma-california-tembaki-temannya

Santa Clarita, (Analisa). Seorang siswa SMA California meng­am­bil pistol semiotomatis kaliber .45 dari ranselnya dan menembaki teman-temannya saat kelas baru dimulai, Jumat (15/11), menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya.

Ia menyisakan peluru terakhir untuk diri­nya tepat di hari ulang tahunnya yang ke-16.

Remaja bersenjata itu selamat dari tem­bakan bunuh diri di bagian kepala dan da­­lam kondisi parah, menurut petugas pene­gak hukum. Penyelidik masih mencari apa yang membuat siswa itu menga­muk di Saugus High School di Santa Clarita, sekitar 65 km utara Los Angeles.

Saugus kini menambah daftar sekolah yang dikenang sebagai situs tragedi senjata seperti Sandy Hook Elementary School di Connecticut, Columbine High School di Colorado, dan Marjory Stoneman Douglas High di Florida.

"Bagaimana kita bisa terlepas dari tra­gedi? Kita harus menga­takan 'Tidak lagi!' Ini adalah peristiwa tragis. Kejadian seperti ini terlalu sering terjadi," kata Kapten Ro­bert Lewis dari Santa Clarita Valley, dengan ekspresi emosional saat konferensi pers.

Pelaku masih belum diketahui. Polisi hanya menggambarkannya sebagai orang Asia dan menga­takan dia merupakan pelaku tunggal. Mereka menggeledah rumah keluar­ganya dan tidak menemukan bahaya lebih lanjut.

Seorang siswa berusia 14 tahun dan sis­wi 16 tahun tewas. Dua siswi lainnya yang berusia 14 dan 15 tahun, serta siswa berusia 14 tahun mengalami luka, menurut Kapten Kent Wegener dari Depar­temen Polisi Los Angeles saat konferensi pers.

"Sebuah video dengan jelas menunjuk­kan pelaku mengeluar­kan senjata dari ransel miliknya, menembaki dan melukai lima orang dan kemudian menembak dirinya sendiri," kata Wegener.

Peristiwa ini menandai satu lagi penem­bakkan massal di AS baru-baru ini, meng­intensifkan perde­batan soal pengen­dalian senjata dan hak konstitusional bagi warga negara untuk menyimpan dan membawa senjata.

Ini setidaknya menjadi peris­tiwa senjata api di sekolah ke- 85 tahun ini, menurut Everyton, kelompok advokasi UU senjata yang lebih ketat. (Ant/Rtr)

()

Baca Juga

Rekomendasi