Konjen Jepang Serahkan Bantuan Hibah

konjen-jepang-serahkan-bantuan-hibah

Medan, (Analisa). Konsulat Jenderal Jepang di Medan mem­berikan bantuan hibah pem­ba­ngunan gedung sekolah dan panti asu­han di Aceh Utara yakni kepada Ya­yasan Ta'alimil Mubtadi Baktiya dan Yayasan Panti Asuhan Aneuk Nang­groe Pasee. Total bantuan hibah yang diberikan senilai Rp1,8 miliar lebih.

Penandatanganan kontrak bantuan hibah Pemerintah Jepang melalui program Grant Assistance Grassroots for Human Security Project tersebut dilakukan di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (13/3).

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Takeshi Ishii dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Jepang telah sepakat untuk membiayai kedua proyek di Kabupaten Aceh Utara, yaitu proyek pembangunan gedung MTs Ta'alimil Mubtadi di Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya, dengan nilai bantuan sebesar Rp998.691.118 dan ge­dung asrama Panti Aseuhan Aneuk Nanggroe Pasee di Desa Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, senilai Rp816.815.544.

“Kedua proyek tersebut telah mela­lui seleksi proposal yang cukup pan­jang, dan kedua yayasan juga sudah beru­saha keras untuk memenuhi segala per­syaratan teknis maupun admi­nistratif. Penandatanganan kontrak ini merupakan tahap awal untuk mewu­judkan cita-cita dari ma­sing-masing yayasan,” katanya.

Yayasan Ta'alimil Mubtadi Baktiya pa­da awalnya mendirikan pesantren seba­gai tempat belajar khusus ilmu aga­ma, namun karena ada permintaan dari orangtua murid, maka yayasan men­­dirikan SMP Ta'alimil Mubtadi se­­ca­ra sederhana dan secara bergo­tong-royong dengan masyarakat sekitar.

Murid sekolah ini tidak hanya bera­sal dari Desa Pucok Alue, namun juga dari desa sekitarnya. Sejak berdiri dari ta­hun 2015 hingga saat ini, jumlah murid meningkat setiap tahunnya, na­mun kondisi gedung sekolah tidak la­yak untuk kegiatan belajar-mengajar. Dinding sekolah masih terbuat dari anyaman bambu, beratap rumbia, dan berlantaikan tanah.

“Untuk membantu mengatasi ma­sa­lah tersebut, Pemerintah Jepang me­ngabulkan proposal yayasan untuk pembangunan gedung sekolah baru yang terdiri dari enam ruangan kelas dan empat toilet. Semoga dengan dana hibah yang diberikan, murid di SMP Ta'alimil Mubtadi dapat memiliki ling­kungan belajar yang layak dan me­ning­katkan prestasi belajar anak didik di masa yang akan datang,” tam­bahnya.

Sedangkan, Yayasan Panti Asuhan Aneuk Nanggroe Pasee awalnya ber­diri untuk menampung anak korban konflik di Aceh. Seiring berjalannya waktu, jumlah anak di panti asuhan ini meningkat setiap tahunnya, namun kon­disi gedung asrama masih kurang layak dan yayasan juga memiliki keter­batasan dana untuk renovasi gedung.

“Melihat masalah tersebut, Peme­rin­tah Jepang mengabulkan permo­ho­nan pembangunan gedung asrama baru yang terdiri dari delapan ruang tidur dan delapan toilet. Semoga dengan da­­na hibah ini, para anak di panti asu­­han mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan yayasan dapat menampung lebih banyak anak-anak yang memerlukan bantuan,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat atas keberhasilan yayasan yang telah mene­rima dana bantuan hibah grassroots. Ia berharap setiap anggota yayasan selalu bertanggung jawab atas proyek ini karena seluruh dana hibah yang diberikan kepada yayasan berasal dari rakyat Jepang. “Kami serta seluruh rak­yat Jepang sangat senang apabila dana yang dihibahkan dapat membantu meningkatkan pendidikan dan kehi­dupan sosial khususnya di Kabupaten Aceh Utara,” tambahnya. (amal)

()

Baca Juga

Rekomendasi