Tol Trans Sumatera Makin Hijau! HK Targetkan Serap 9.000 Ton Karbon Lewat Penanaman 17 Ribu Pohon (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Binjai – Merayakan hari jadi ke-65 dengan semangat "The New Horizon", PT Hutama Karya (Persero) melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Bertepatan dengan Hari Bumi, raksasa infrastruktur ini memulai program penanaman 17.000 pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), Jumat (24/4).
Menariknya, seremoni utama kegiatan berskala nasional ini dipusatkan di Sumatera Utara, tepatnya di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa di usia ke-65, HK ingin membuktikan bahwa pembangunan jalan tol tidak harus berbenturan dengan kelestarian alam.
"Kami ingin menunjukkan komitmen nyata. Penanaman 17.000 pohon dari 18 jenis tanaman ini disesuaikan dengan ekologi lokal di 11 ruas tol yang kami kelola," ujar Iwan saat melakukan penanaman simbolis bersama jajaran manajemen dan stakeholder terkait di Langkat.
Target Serap 9.930 Ton CO2e
Bukan sekadar seremonial, HK tahun ini mulai menerapkan standar sains dalam mengukur dampak lingkungan.
Berdasarkan perhitungan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), belasan ribu pohon yang ditanam tahun ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e secara kumulatif hingga tahun 2050.
"Ini adalah bentuk akuntabilitas kami kepada publik. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 98.000 pohon yang tumbuh subur di sepanjang koridor JTTS, berfungsi menjaga kualitas udara sekaligus meredam kebisingan bagi pengguna jalan," tambah Iwan.
Hadir dalam acara di Tol Binjai-Langsa tersebut, Ketua Tim Jalan Bebas Hambatan BBPJN Sumut Sriono, Kepala Satuan PJR AKBP Dhery Fajariandono, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat Arie Ramadhany.
Program bertajuk "Hutama Karya ReGreen" ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (TJSL) perusahaan. Selain di Sumatera, aksi serupa juga dilakukan di ruas tol kelolaan HK di Pulau Jawa, seperti Tol Akses Tanjung Priok dan JORR Seksi S.
Dengan langkah ini, koridor JTTS diharapkan tidak hanya menjadi urat nadi ekonomi Pulau Sumatera, tetapi juga menjadi "paru-paru" hijau yang memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengendara yang melintas.
(RZD)