Pengurus BKM AI foto bersama Imam/Khatib usai salat Idul Adha, Sabtu (27/5) di Masjid Al Ishlah Jalan Sei Blutu Medan. Dari kiri: War Djamil, SH, H.Sumardi, Drs.H.Syamsuddin Ali Jaya (Ketua BKM AI), Ustaz Bukhari Al Hafiz Batubara, S.Pd.I, Ustad Drs.H.Kas (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan- Tiap kali merayakan Iduladha, kiranya umat Islam memetik sisi kepatuhan yang ditunjukkan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Begitu pula sikap putranya, Ismail.
Begitu ungkap Khatib Ustaz Bukhari Al Hafiz Batubara, S.Pd.I, saat khotbah salat Iduladha di depan jemaah yang memenuhi bangunan utama dan halaman Masjid Al Ishlah, Jalan Sei Belutu, Medan, Rabu (27/5).
Diutarakan, perisitiwa luar biasa yang dialami keluarga Nabi Ibrahim dengan istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail. Nabi yang berusia 86 tahun tiada putus berdoa setiap hari memohon Allah SWT memberinya keturunan. Dan, tatkala seorang anak lahir, diberi nama Ismail. Betapa bersyukur dan gembiranya.
Namun melalui tiga kali bermimpi, Nabi Ibrahim mengatakan bahwa itu perintah Allah SWT. Diberitahu pada putra yang berumur 12 tahun itu. Jawaban Ismail: “Jika itu perintah Allah, meskipun harus memotong leher, hendaknya ayah laksanakan”.
Dari tahapan peristiwa ini, sesungguhnya itu contoh yang diberikan agar manusia memetik keteladanan tersebut di mana akhirnya Allah SWT menggantikan Ismail dalam bentuk seekor kibas. Ismail tetap hidup sampai menjadi seorang nabi. Dalam kehidupan marilah kita terapkan kesabaran menghadapi berbagai masalah dan senantiasa berdoa. “Teruslah berdoa setiap hari, memohon kepada Allah SWT atas apa yang diinginkan dalam kehidupan ini," ucap Ustaz Bukhari.
Betapa tinggi tingkat kesabaran Nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang masih belia umurnya. Itulah keteladanan yang dipetik dari sejarah kurban. Kehidupan keluarga yang taat tersebut menjadi contoh bagi umat Islam.
Siti Hajar merawat Ismail sejak bayi, memperlihatkan kesabaran seorang ibu. Nabi Ibrahim sebagai ayah, sabar dan tetap berdoa ke hadirat Allah SWT agar keluarganya mendapat keturunan. Dan, putranya Ismail dengan ikhlas menunjukkan sikap patuh atas ungkapan ayahnya terkait mimpi kepada nabi sebagai wahyu, yakni perintah Allah SWT.
Keluarga yang patuh, sabar dan tetap berdoa, dapat menjadi contoh terbaik dipraktikkan umat Islam dalam kehidupan di dunia, ungkap khatib dengan gamblang.
Hal itu juga hendaknya berlanjut dalam ibadah haji. Berniatlah untuk ke tanah suci, haji atau umrah, dengan berbagai cara mengumpulkan dana secara halal. Terbukti dengan berbagai latar belakang dan status sosial seseorang, Allah SWT memberi peluang ke tanah suci. Itu juga berkat kesabaran dan tetap berdoa.
Selain jemaah, juga ikut dalam salat tersebut unsur pengurus BKM Al Ishlah. Usai salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban. Tercatat tujuh ekor lembu dan 13 ekor kambing. Pembagian kepada masyarakat mulai pukul 15.00 WIB berjalan lancar.











