Kinerja Moncer, DPLK Syariah Muamalat Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Investasi Pensiun (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun syariah pertama di Indonesia yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan bagi pesertanya, baik perusahaan maupun perorangan.
Hingga Mei 2026, tiga paket investasi yang dapat dipilih oleh peserta DPLK Syariah Muamalat menuai hasil positif di tengah gejolak ekonomi global saat ini. Paket investasi A yang terdiri dari instrumen pasar uang syariah memberikan imbal hasil 6,49% dalam setahun terakhir.
Adapun paket investasi B sebagai gabungan dari instrumen pasar uang dan pendapatan tetap syariah menghasilkan 6,25%. Sementara paket investasi C, yang merupakan kombinasi instrumen pasar uang, reksa dana, dan saham syariah bahkan memberikan imbal hasil mencapai 25,16%.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, capaian ini merefleksikan komitmen DPLK Syariah Muamalat yang senantiasa mengupayakan hasil terbaik untuk investasi pensiun nasabahnya, baik peserta perusahaan maupun masyarakat umum.
“Investasi pensiun adalah investasi jangka panjang. Oleh karenanya, kami fokus pada strategi investasi yang aman dan
prudent, tetapi dapat memberikan hasil yang optimal untuk mencapai tujuan pensiun sejahtera dan berkah bagi nasabah atau peserta kami. Pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta, memperlihatkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang menitikberatkan pada optimalisasi investasi”, imbuh Aznovri.
Jumlah peserta terus meningkat
Sejalan dengan hasil investasi tersebut, jumlah perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawan kepada DPLK Syariah Muamalat juga terus melonjak. Sampai dengan Mei 2026, DPLK Syariah Muamalat telah bekerjasama dengan 958 perusahaan, atau bertambah 101 perusahaan baru selama 1 tahun terakhir.
Penambahan tersebut adalah yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya DPLK Syariah Muamalat melakukan literasi keuangan syariah dan investasi dana pensiun.
Jumlah peserta individu yang didominasi oleh masyarakat umum juga terus bertumbuh, mencapai lebih dari 125 ribu peserta pada Mei 2026. Peningkatan jumlah peserta ini turut berkontribusi pada pertumbuhan aset DPLK Syariah Muamalat menjadi Rp2 triliun, naik 12% dari periode yang sama tahun lalu.
Aznovri menambahkan, “Alhamdulillah, semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus kami jaga dengan baik”.
Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, peningkatan aset dan jumlah peserta DPLK Syariah Muamalat mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia.
“Seluruh kantor cabang Bank Muamalat siap menerima pendaftaran peserta baru DPLK Syariah Muamalat untuk mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera”, ujarnya.
Ke depan, DPLK Syariah Muamalat akan melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnisnya, yakni pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi. Untuk merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.
Peserta kini semakin mudah dalam mengakses informasi saldo, transaksi, dan pembukaan rekening baru melalui website dan aplikasi
mobile banking Muamalat DIN. Digitalisasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dan memperkuat layanan bagi peserta secara mandiri, kapan saja dan dimana saja.
(REL/RZD)