Harian Analisa, 12 Juli 2020 - page 1

AKIBAT
cuaca ekstrem, perbukitan
Sibaganding,KecamatanGirsangSimpangan
Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun
longsor.
Membangkitkan Partisipasi Rakyat dalam Pembangunan
ISSN 0215 - 2943
12 Juli 2020
(16 Halaman)
Tahun XLIX No. 16878
Harga Eceran Rp3.500
MINGGU
Karabia SambutWisatawan Juni-Juli
SETIAP
bulan Kasada hari ke-14
dalampenanggalan Jawa, masyarakat
suku Tengger melaksanakan upacara
sesembahan atau sesajen untuk Sang
Hyang Widhi dan para leluhurnya.
YadnyaKasadaTengger
PerbukitanParapatLongsor
FP3 GPStyria Dibatalkan
Analisa/ferdy
“WABAH” SEPEDA: Sejumlah warga Kota Medan bersepeda mengitari kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (11/7). Bersepeda kian digandrungi warga hingga “mewabah” ke semua kalangan dengan
sejumlah tipe sepeda yang berbeda, meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Biladibandingkandenganolahragalain
sepertijalankaki/joging,bersepedasangat
baik untuk usia tua. Bisa mengurangi
tekananpada lutut sehingga tidak terasa
sakit dan tidakcepat rusak.
Fasilitas
Fasilitas
SESI
free practice III (FP3) F1 GP
Styria terpaksa dibatalkan, menyusul hujan
deras yang mengguyur Sirkuit Red Bull
Ring.
SuamiLailaKhairaniinisudahmene-
kuni kegiatan gowes 10 tahun lalu. Dia
bahkan bergabung dalam Brompton
Medan (Brompme), Eye CyclingClub
(EECPerdami),MM7CyclingClub.Se-
lamaseminggutigasampailimakaliber-
sepedamulai pukul 06.00 sampai 08.00
WIB.
Saat
weekend
kadangkeluarkotaatau
provinsi bahkan luar negeri, khususnya
kalau ada kongres mata dalamdan luar
negeri.SelamaCovid-19kegiatanberse-
pedahanyadilakukandidalamkota.Kalau
punkeluarkotahanyakeLangkat,Beras-
tagi ataudaerahNamuUkur keTelaga.
Dokter tiga anak dan satu cucu ini
bercerita, di luarnegeri bersepadasudah
menjadi kegiatan sehari-hari. Bahkan
pergikerjajugadenganbersepeda.Berbe-
da di Indonesia apalagi di KotaMedan,
bersepedamasih sebatas olahraga atau
jalan-jalan.
Beberapa negara, kegiatan sepeda
menjadibagianindustripariwisata.Peme-
rintahsetempatmenyediakanruteuntuk
bersepeda.
Berbeda dengan di Kota Medan
bersepedahanyasebatassenang-senang.
Belumadaruteyangdisediakanpemerin-
tah untuk bersepeda. Akhirnya orang
bersepada tidak tentuarah.
Bahkanadayangbersepedadi tengah
jalanrayayangbanyakdilaluikendaraan.
Ini sangat tidak dianjurkan, selain
membahayakankarenadapattersenggol
kendaraan lain juga tidak sehat karena
menghirup udara yang sudah tercemar
asapkendaraan.
Mestinyatrengowesmenjadimomen
pemerintahsetempat untukhidupsehat.
Denganbersepedadapatmeningkatkan
derajatkesehatanmasyarakat.Jugadapat
menghidupkanekonomimasyarakat.
KotaMedanbanyakbangunanberseja-
rahbisamenjadi nilai jual untukwisata-
wan baik domestik dan mancanegara.
Tahapawalmungkinwisatawanyangda-
tangkeKotaMedankarenaurusanbisnis.
Tapi lama-lamabisabersepeda sembari
melihat bangunan bersejarah dan
mencicipi kulinerkhasKotaMedan.
“Ini peluang pemerintah setempat
untukmengeliatkan kembali ekonomi
masyarakat dimasapandemiCovid-19.
Tentu saja gowes yang dilakukan tetap
mengikutiprotokolkesehatan,”sarannya.
KARABIA
atauHindiaBarat adalah
sekelompok pulau yang terdapat di Laut
Karibia. Pulau-pulau ini terbentang menuju
selatan dari bawah Florida ke barat laut
Venezuela di Amrika Selatan.
Nasional dan Daerah
Halaman 16
Imaji
Halaman 11
Pariwisata
Halaman 5
Olahraga
Halaman 2
ANGGOTANYA
adalahparapengaca-
ra (
lawyer
). Tak
heran jika namanya
pun, IkadinMedan
Cy c l i n g C l u b
(IMCC). Sudahber-
dirilebihkurangdua
tahun lalu.
"IMCC ini spon-
tankitabentuk,kare-
naadakeinginanun-
tuk sehat. Kita cari
alternatif olahraga
dan pilihan jatuh ke
sepeda,"ungkapPe-
nasihat IMCC, JulismanAdnanSHkepada
Analisa
, di
ruangkerjanya, JalanSeiAgulMedan, Jumat (10/7).
Hampir seluruh wilayah Sumatera Utara sudah
mereka lalui. Antara lain dari Medan menuju ke
SamosirdanTele.Namunsejakmerebaknyapandemi
Covid-19, Julismanmengaku sampai hari ini dirinya
belumberani keluar untukbersepeda.
Tapi setelah ada pengumuman tentangpenerapan
newnormal
,makakawan-kawanyangtergabungdalam
beberapakomunitas sepedasudahmulai beraktivitas.
Sayangnya dia melihat protokol kesehatan tidak
diterapkan. "Bersepeda itu boleh, tapi harus jarak
yang aman sekitar 2 meter, tidak bergerombolan,”
tandasnya. Tapi nyatanyayang terjadi seakan seperti
biasa normal, bukan
newnormal
.
Dia berseru agar protokol kesehatan yang
diberlakukanWHO tentangCovid-19 harus ditaati.
“Apalagieuforiamasyarakatuntukbersepedasemakin
tinggi,"sebutnya.
Memang, belakangan ini, setiapSabtudanMinggu
di LapanganMerdeka, tempat berkumpulnya orang
bersepeda. Tapi hampir kebanyakan tidakmengikuti
protokolkesehatan.
Jalur kiri dan satu baris
Diamengapresiasi menjamurnya orang bermain
sepeda di KotaMedan. Karena bersepeda itu sehat.
Namun bermain sepeda juga harus tetapmematuhi
(Bersambung ke hal. 8)
tubuh tapi sekaligus tetap mematuhi
laranganberkerumunan.Pertanyaannya,
apakah aktivitas olahraga yang asyik
dilakukan beramai-ramai ini mungkin
menerapkanjagajarakantarpesepeda?
Tak heran jika Dinas Pemuda dan
Olahraga (Dispora) Medan selalu
memantauaktivitasolahragabersepeda
yang dilakukan masyarakat. “Seraya
mengimbauagaraktivitasyangdilakukan
sesuaidenganprotokolkesehatan,”tegas
Plt.KadisporaMedanDrsHA'ZamNasu-
tion kepada
Analisa
, Rabu (8/7) di
kantornya.
A'Zam memaklumi jika bersepeda
yangdilakukansaatiniadalahluapanatas
kejenuhanmasyarakat, karenaberadadi
rumah saja selama empat bulan
belakangan.SementarapandemiCovid-
19 juga belum bisa dipastikan kapan
berakhir.
“Sayapuntakmenafikanitu.Masalah-
Peraturan Walikota (Perwal) tentang
AKB, yakni Adaptasi KebiasaanBaru.
BenangmerahperwalitudisebutA’Zam
tetapmerujuk pada protokol kesehatan
yangberlakuselamapandemiCovid-19
ini.Takhanyakhususdibidangolahraga,
punmeliputi semua bidang kehidupan
seperti perdagangan, perkantoran,
sekolah,danlainsebagainya.
Sebetulnya sebulanyang lalusosiali-
sasiberolahragasesuaiprotokolkesehatan
di tengahpandemi sudahdilakukanDis-
poraMedandiStadionTeladan.Sebelum
memasukistadion,setiaporangdiwajib-
kanuntukmencucitanganterlebihdahulu,
menggunakanmaskermenutupmulutdan
hidung ataumemakai
faceshield
.
Satu sisi Covid-19 tak bisa dianggap
remeh.Namundisisilain,DisporaMedan
jugatidakbisamembebaskanmasyarakat
untukberaktivitassesukahati,meskipun
atasnamaberolahraga.Namunmasyara-
kat juga harus bijaksanamelaksanakan
aktivitas olahraga di tengah pandemi
Covid-19.“Sayajugasenangbersepeda,
tapisayasenangnyabersepedasendirian
menyusuridesadanperkampungan,tidak
ke jalan-jalan kota, dan tidak beramai-
ramai.Bersepedaitumemangenak
kok
, ”
akunya.
DisporaMedanmengapresiasigairah
masyarakat untuk tetap berolahraga di
tengah pandemi Covid-19. Selain itu,
kegiatan positif ini harus ditata lewat
imbauan-imbauansesuaiprotokolkese-
hatan. A’Zambilang, janganmentang-
mentang tren, komunitas sepeda yang
bergerombolacuhdenganperaturan.
“Sudahpahit kali kondisi ini. Semua
program yang kami konsep hancur
semuanyaterkendalaCovid-19.Karena
itu kita bersama-samamenjaga. Ingat!
Harussesuaiprotokolkesehatan,”pung-
kasnya.
(AdelinaSavitriLubis)
(
H I L I R mudik
pembeliseakantiada
henti di toko sepeda
dipersimpanganem-
pat (
traffic light
)
JalanSParman,Me-
dan.Senjamulaime-
nyingsing,tapipem-
beli masih ramai.
Salahseorangkarya-
wan toko itu, Jery,
masihsibukmelaya-
nipembeli.Maklum,
saatini,sepedakem-
balibanyakdiminati
masyarakat tanpa
t e rkecua l i , ba i k
mudamaupun tua.
Priayangmemili-
ki tinggi 170 cmitumenjelaskan, biasanya tokobuka
mulai pukul 09.30hingga17.00WIB.Namunhingga
pukul17.30WIBmasihsajaadapengunjungyangdatang.
PriakelahiranTebingtinggi 14November 2000 ini
menambahkan, saat ini penjualan sepedamengalami
peningkatansignifikan.Adapunhargaadayang tetap
normal dan ada juga naik. Sementara jenis sepeda
yangpalingdigandrungi adalahsepeda lipat (seli)dan
balap (
roadbike
).Masing-masingadapenggemarnya.
"Sebenarnyasepeda lipat bukanlahbarangyangbaru.
Sudah ada sejak lama, tapi akhir-akhir ini, paling
diminati," cetus priaberkacamata itu.
Jerymengaku, sedemikian larisnya, pihak pabrik
pun kewalahanmemenuhi permintaan toko. Pabrik
terpaksamembatasi pasokan sepeda ke tokomereka
(EcoBike) yang sudah buka sejak 2013 itu. Padahal,
selama ini pihak pabrik tetap melayani berapa pun
permintaan toko.
Peningkatanpenjualansepedaini,disebabkankarena
pandemicorona.Selamamasa
lockdown
,banyakorang
yang bosan di rumah, tempat olahraga seperti
fitness
masihtutupsehinggauntukmenghilangkankejenuhan
itumerekabersepedadi sekitarkompleksperumahan.
Begitu pula penjualan suku cadang dan asesoris
sepedajugameningkat.Harganyapunnaik.Barangnya
punsulitdidapat,sehinggapelangganharusmenunggu
beberapawaktu.
Walaubanyakpembeliyangdatang,pihaknyatetap
menjalankanprotokolkesehatandenganmenyediakan
tempat cuci tangandan
handsanitizer
.Kalaudi dalam
tokomulaipadat,dengankesadaransendirimakaseba-
gianpengunjungrelamenunggudiluar,secarabergantian.
Terkaitwacanapemerintahyanginginmemberlaku-
kan pajak sepeda, dia khawatir akanmembuat harga
sepedanaik.Merekaberharapagartakmemberlakukan
pajaksepeda.Wacana itu, bisadiperparah lagi dengan
ulahspekulatoryangmenimbunbarang."Lalumereka
menaikkan harga, sehingga harga tak terkontrol,"
tandasnya.
(Iqbal Nasution)
nya apakahyangbersepeda itumemang
benar-benar berolahraga atau hanya
sekadarmengikutitren?"tanyapriakela-
hiranSimalungun, 25Agustus1966 ini.
Ayah tiga anak ini menerjemahkan
geliat masyarakat yang bersepeda itu
menunjukkanmasihadanyagairahyang
tinggi di tengah pandemi Covid-19.
“Mungkindenganbertemu, berkomuni-
kasi, kemudiansalingberdialog tumbuh
ide-ideuntukmenghadapipandemiini,”
ungkap pemilik sekolahMedan Soccer
ini.
DisporaMedanmemaklumiolahraga
inidilakukanmasyarakatdiluarruangan
(outdoor)
. Justru jenis olahraga yang
dilakukandi dalamruangan/gedung
(in-
door)
yangperludiwanti-wanti. “Paling
utama, aktivitas yang dilakukan harus
sesuai dengan protokol kesehatan,”
ungkapnya.
Pemerintah pun telahmengeluarkan
Bersepeda Tidak Sesuka Hati
Tua dan Muda Suka
Jangan Bergerombolan
dan Patuhi Rambu Lalin
BERSEPEDAdi tengah pandemi
Covid-19bakmakanbuah simalakama.
Selain sebagai upayamenjaga imunitas
Sumber: covid19.go.id & covid19.sumutprov.go.id | Data: 11 Juli 2020, 18.00 WIB
(tambah 1.671 kasus)
74.018
35.764 3.535
276
542
120
2.284
(+66)
34.719
(+1.190)
(+87)
(+16)
(+16)
(+4)
PENGANTAR:
Bersepeda alias gowes dianggap bagus untuk kesehatan
mulai marak di Kota Medan. Sayang masih banyak yang belum menaati
protokol kesehatan. Tidak memakai masker. Tidak menjaga jarak.
Pemerintah pun seperti mengabaikannya. Padahal pandemi Covid-19 kian
mencemaskan.
(Redaksi)
“BERGOWES(mengayuhsepeda)itu
bagus,”katadrEmirElNawi SpMAPQ.
Apalagi di masa pandemi Covid-19.
Tubuh menjadi bugar sehingga dapat
meningkatkanimunitas.
“Gowes terbukti juga dapatmening-
katkan hormon dopamin yangmenim-
bulkan suasana hati kebahagiaan atau
keceriaan,” lanjut Emir. Saat ini banyak
orang yang merasa ketakutan karena
penularan Covid-19 dan susah karena
tekananekonomi.
Nah,
denganbergowes
rasa takut dansusahdapat berkurang.
“Demam”gowesyangmulaimarakdi
KotaMedanbisadilihatdibeberapatem-
pat seperti LapanganMerdeka, Taman
AhmadYani, halaman IstanaMaimun
dan beberapa lokasi lainnyayang saban
pagidansoreterlihatsejumlahorangber-
gowes ria baik sendiri maupun berke-
lompok
Manfaat lainkataKetuaDewanKode
Etik Kedokteran Perdami Sumut itu,
denganbersepeda15sampai 20kilome-
terdengankecepatan5sampai10kilome-
ter per jam dapat mengurangi risiko
penyakit jantung dan pembuluh darah.
Mengurangi risiko penyakit diabetes
mellitus(DM),mengurangirisikopenya-
kitkanker.“Biladilakukansecarateratur,
berat badan lebih stabil,” kata pria
kelahiranMedan28November1961 ini.
“Olahraga bersepeda sangat cocok
untuksegalausia,”tambahdokterpeme-
rintah yang bertugas di RSU Tanjung
Pura itu.
Fahrin Malau
Oleh:
Drs H A'Zam Nasution
dr Emir El Nawi SpMAPQ
Julisman Adnan SH
Jery
1 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,...16
Powered by FlippingBook