Harian Analisa, 29 Januari 2021 - page 9

Halaman
9
Jumat, 29 Januari 2021
"
Tidak termasuk golongan kami orang
yang tidakmenghormati yang lebih tuadan
menyayangi yang lebih muda serta yang
tidakmengerti hakulama
"
(HR. Ahmad).
G
uruadalahorangyangmem-
berikanilmupengetahuanke-
pada anak didik. Guru dalam
pandanganmasyarakatadalah
orangyangmelaksanakanpendidikanditem-
pat-tempat tertentu, tidakmesti di lembaga
pendidikanformal,tetapibisajugadimasjid,
musalla, rumah dan sebagainya. Pendidik
merupakan salah satu komponen penting
dalamprosespendidikan.Dipundaknyater-
letak tanggungjawabyangbesardalamupa-
yamengantarkan peserta didik ke arah tu-
juanpendidikanyang telahdiciptakan.
Dalamkacamata Islam, gurumemiliki
tempat istimewa. Baik gurumengaji, guru
sekolah, guru kursus, siapapun guru itu,
seorang muslim hendaknya memuliakan
mereka.Karenaadapahalabagimerekayang
memuliakan para guru. Guru adalah orang
yangterpentingsepanjanghidupkitadidunia.
Iamenjadi pelita dalamkegelapan. Semua
orangberkesempatanmenjadi guru.Mulai
dari orang tua, ulama, bahkan orang lain
yangtidakdikenalnamunmenunjukkansatu
kebaikan,dapatdikatakansebagaiguru.Nabi
Muhammad sendiri punmengaku seorang
guru.Sepertidiungkapkandalamsabdanya,
"SungguhakutelahdiutusolehAllahsebagai
seorangguru." (HR. IbnuMajah)
Dalam kitab Lubab Al Hadis karangan
Imam Jalaluddin Al Suyuthi diterangkan
bahwamemuliakangurudiganjarsurgaoleh
Allah SWT. Ganjaran ini diberikan pada
seorangmuslimsebagaibentukketakwaan-
nya. Memuliakan guru adalah kewajiban
setiapmuridataupenuntutilmu.Memuliakan
gurutakkenalbatasruangdanwaktu.Baikdi
sekolah formal maupun non formal, guru
pengajian dalammajelis ilmu, di jalan, di
rumah,ditaman,ataudimanasaja.Memulia-
kan guru juga tidak hanya mengacu pada
posisi saat ia masih aktif menjadi guru.
Namun, meski guru sudah berhenti atau
pindah tugasdari tempat kitabelajar, beliau
tetap harus dimuliakan.Memuliakan guru
sejak kita berguru padanya sampai ajal
menjemput kita. Memuliakan guru bukan
formalitasbelaka, harus tumbuhdari dalam
sanubari. Jangan sampai zahir kelihatan
hormat, tetapi batinnyamelaknat. Penghor-
matan dan memuliakan guru itu harus
berangkatdarihatiyangbersihagarberbuah
kasihdariAllahSWT.
Suatu ketika ImamSyafi'i pernah tiba-
tibamencium tangan danmemeluk hangat
seoranglaki-lakituayangkebetulanbertemu
muka dengannya. Tindakan ini jelas
mengundang tanyapara sahabat danmurid-
muridImamSyafi'i."WahaiImam,mengapa
engkaumaumenciumtangandanmemeluk
lelaki tua yang tak dikenal itu? Bukankah
masih banyak ulama yang lebih pantas
diperlakukansepertiitudaripadadia?"tanya
salah seorang sahabatnya. Dengan lugas,
ImamSyafi'i menjawab: "Ia adalah salah
seorangguruku.Iakumuliakankarenapernah
suatu hari aku bertanya kepadanya, bagai-
manamengetahuiseekoranjingtelahdewasa.
Ia pun menjawab, untuk mengetahuinya
denganmelihatapakahanjingitumengangkat
sebelahkakinyaketikahendakkencing.Jika
iya,ketahuilahbahwaanjingitutelahberusia
dewasa."
Luar biasa
Begitu luar biasanya Imam Syafi'i
memperlakukandanmemuliakangurunya.
Meski pembelajaran yang ia dapatkan
terkesan remeh, tidakmembuatmufti besar
itumelupakanapalagimeremehkanjasadari
orang tersebut. Ia tetapmemperlakukannya
denganmulia, sama seperti ia memperla-
kukan guru-gurunya yang lain. Tak kalah
luar biasanya lagi, adalahKhalifahAli Bin
Abi Thalib dalam hal memuliakan guru.
Beliaupernahberkata: "Aku adalahhamba
dari siapa punyangmengajarikuwalaupun
hanyasatuharuf.Akupasrahpadanya.Entah
aku mau dijual, dimerdekakan atau tetap
sebagaiseoranghamba."
Perkataanbeliauinimenunjukkanbentuk
memuliakandanpengabdianyangtinggipada
siapa pun saja yang pernahmengajarinya
walaupunhanya satuhuruf.Bahkan, beliau
mengibaratkanhubungangurudenganmu-
rid seperti tuandenganbudaknya. Sebagai-
mana budak, senantiasa siapmenjalankan
titah tuannya. Kisah ini dituliskan dalam
kitab Al Ta'lim Al Muta'allim karangan
SyaikhAl Zarnuji. Kemudian, kataSyaikh
AlZarnuji,perbuatan-perbuatanyangdinilai
menghormatiguruiniseperti,tidakmelintas
dihadapannya,tidakmendudukitempatnya,
tidakmemulaiberbicarakecualiatasizinnya,
tidakbanyakbicara di sebelahnya, dan jika
berkunjung ke rumahnya ketuk pintu
rumahnya. SyaikhAlZarnuji jugaberpesan
agar seorangmurid tidakmenanyakan apa
yangpernahditanyakan.
Para Sahabat Nabi mereka adalah
muridnya Rasulullah SAW, tidak pernah
kita dapati mereka beradab buruk kepada
gurunya tersebut, mereka tidak pernah
memotogucapannyaataumengeraskansuara
di hadapannya, bahkanUmar binKhattab
yang terkenal keras wataknya tak pernah
menariksuaranyadidepanRasulullahSAW.
Bahkandibeberapariwayat,RasulullahSAW
sampaikesulitanmendengarsuaraUmarjika
berbicara. Di hadis Abi Said al Khudry
radhiallahu anhu
jugamenjelaskan, "Saat
kami sedangduduk-dudukdimasjid,maka
keluarlahRasulullahSAWkemudianduduk
di hadapankami.Maka seakan-akandi atas
kepala kami terdapat burung. Tak satu pun
dari kami yangberbicara" (HR. Bukhari)
Tiga jalur
Dalamsistempendidikan nasional, kita
mengenal tiga jalur pendidikan yakni
pendidikan formal, nonformal, dan infor-
mal. Sementara gurunya, ada guru formal
dan guru nonformal. Dalammemberikan
penghargaan,pemerintahbarumemberikan
penghargaankepadaguru formal baikyang
beradadilembagapendidikannegerimaupun
swasta. Sementaragurunonformal, sampai
saat ini belum sepenuhnya mendapatkan
perhatianpemerintah.Salahsatudarisekian
banyakgurunonformal adalahkeberadaan
gurumengaji ataupengajarAlquran.
Namundemikian,meskipunmasih jauh
darilayak,sudahadabeberapapemerintahan
daerahyangmemberikanpenghargaandan
bantuankepadagurumengajidenganmembe-
rikaninsentifberupahonoralakadarnyayang
diberikansetiapenambulansekali.Padahal,
sebelumadaguru-guruformal,merekalahyang
berjasamemberikanpengajarandanpendidikan
kepadamasyarakat,khususnyauntukbidang
keagamaandanpendidikanakhlak.
Sejarah telahmembuktikan, salah satu
faktor penyebabkemajuansuatubangsadi-
tentukanadanyasosokguru.KetikaNagasaki
dan Hirosima hancur lebur dibom tentara
sekutu, yangpertamadicariKaisarHirohito
pada waktu itu bukanlah sumber-sumber
perekonomian,namuniamencarisosokguru
yangmasihtersisa.Iamembangkitkansema-
ngat para guru agar mau memberikan
pelajaran ilmupengetahuankepadamasya-
rakat.Hasilnyabisadilihat, Jepangmenjadi
negaramaju.
Ajaran Islammelarang kita menyakiti
orang-orang yang pernahmengajari kita.
Mirisnya,sudahbeberapatahunbelakangan
ini, di beberapa daerah, banyak pelecehan
terhadapprofesiguru.Taksedikitguruyang
di-bully, dicerca, dihina, bahkan disakiti,
baik oleh peserta didik, orang tua, maupun
masyarakat. Terlebih lagi ulama kita yang
hari ini banyakdisakiti dandikriminalisasi.
Namundemikian, kitapun takmemung-
kiri, banyak perilaku oknum guru yang
melanggarkodeetikkeguruan.Halinimeng-
undang peserta didik, orang tua, maupun
masyarakatbertindaktidaksenonohkepada
kaumgurubahkan tak lagimemuliakannya.
Karena itu, baik guru, peserta didik, orang
tua, danmasyarakat secara bersama-sama
harus tetapmenghormati danmenjagaetika
duniapendidikan.Sudahsejaklama,kebera-
daangurudinegarakitadiakuilaksanapelita
dalamkegelapan. Kita harusmenghormati
danmemuliakannyaagarpelitayangdipan-
carkannya tetapbersinar terang.
Demikian Islammenunjukkan pribadi
RasulullahSAWsebagaiseorangguruyang
menjadi sumber pengetahuan, kiblatnya
keteladanan, dan pembimbing yang bijak.
Sifat
siddiq, amanah, tabligh
, dan
fathonah
beliaumenjadi bukti kelengkapanmenjadi
seorang guru. Guru adalah profesi yang
dikenalsebagaipemberiketerangan,penjelas,
pendidik, pembimbing, contoh, yangdapat
memberi perubahanbagi anakdidikkearah
yang lebih baik dari segala dimensi, tak
terkecualisisikecerdasanmaupunakhlaknya.
Gurudisebutsebagaipahlawantanpatanda
jasa. Jikadipandangdari sudut kebangsaan,
makagurudinilaimasyarakatsebagaiorang
yangberjasa,memilikiperanyangvitaldalam
kehidupanberbangsadanbernegara.Hanya
saja guru tidak menyandang bintang di
pundak ataupun lencana kehormatan di
dadanya.Walau begitu seorang guru tetap
bergemingdari tugasnyasebagai pencerdas
kehidupanbangsa.Inilahsemangatyangpelu
dipelihara.HalIniberartipulamenjaditugas
yangamatpentingbagiguruuntuksenantiasa
mengasah ilmu pengetahuannya, menjaga
kemurnian akhlaknya, danmeningkatkan
nilai keteladanandalamdirinya. Ini karena
gurumerupakanfiguryangsangatdekat,dan
yang setiap saat dapat diteladani anak
didiknya.
AllahSWTmemberikanjaminankesela-
matan bagi para penderma ilmu. Ada tiga
golonganyang akan selamat dari panasnya
matahari di atas kepala ketika kiamat tiba.
Pertama adalahorangyang ringanmender-
makan hartanya. Kedua adalah anak saleh
yang berbakti kepada orang tuanya. Dan
ketiga adalahorangyang senantiasameng-
amalkan ilmu yang diperolehnya. Semoga
kita termasuk dari golongan orang-orang
yang selalumemuliakan para ulama, kiyai
danparaguru-guruyang telahmengajarkan
kita ilmu. Dan kelak di akhirat kita diper-
temukan dan dikumpulkan olehAllah ber-
sama para guru-gurukita yang telahmeng-
ajarkan kita, dan para ulama-ulama yang
menjadi pewarisNabi.
(Peresensi adalah Ketua Umum Forum Dai dan
UstazMuda (FODIUM) Batubara, Pimpinan Pondok
PesatrenTahfizhAlMumtazBatubara)
Memuliakan Guru
M
enunaikanzakatmerupakan
kewajibanbagi kaummus-
limyangmampugunamem
berdayakan fakir danmis-
kin. Zakat sebagai potensi ekonomi sejak
Islam itu ada. Bahkan kepada para Nabi
sebelumMuhammad juga telahdiwajibkan
zakat.Akantetapisebagiandarimerekatidak
menunaikannya.Memberizakatkepadayang
berhakmutlakdiperlukangunamenjagahar-
monisasi dalammasyarakat sekaligusmen-
jaga kesucian jiwa danharta paramuzakki.
Nilai kebaikan zakat sesungguhnya dinik-
matiolehparamuzakki.Banyakmasyarakat
memaknaizakathanyadiwajibkanpadahar-
ta perniagaan dan pertanian saja. Padahal
menunaikan zakat sebagai kebaikan tiada
taradidapatkanmuzakki.
AgamaIslamsangatmemperhatikankaum
yang lemah, terzalimi, tertindas dan
terpinggirkan. Perhatian Islamuntukkaum
yang lemah baik, pendidikan ataupun
ekonomi terlihat banyaknya ayat Alquran
danhadisterkaitzakatdansadaqah,sehingga
Islammembangun masyarakat berdasar
anjuranmenunaikanzakat.Menunaikanzakat
daninfakmenjadialatukurbagikeberhasilan
muslimindi dalammasyarakat dimanapun
merekaberada.Menunaikanzakatmenjadi
kewajiban dari individu kaum muslimin
maupunpemerintah.Menunaikanzakatbagi
kaummuslimin menjadi kewajiban yang
harusdilaksanakansetelahsalat.
Menunaikan zakat merupakan suatu
kewajiban suci dan mulia baik individu
ataupun sekelompok orang. Memberikan
zakatmerupakankebaikanyangtiadataranya
bagi paramuzakki.Kebaikanmelalui zakat
menjadi perhatian subtansial dalamajaran
I
slamsangatmenganjurkankepada
umatnya untuk selaluberbuat baik
kepadasesamamanusia.Danperbu-
atanterpujiitutanpamelihatperbe-
daanagama, sukumaupun rasnya. Pesan ini
mempertegasnaknabahwaIslamsangatmen-
gutamakan kepada umatnya untuk selalu
berbuatkebaikansertamenjadiyangterbaik
danmemberikanmanfaat kepadasesama.
Tugas untukmenjalankan kebaikan itu,
padadasarnyamenjaditanggungjawabumat
sebagai khalifah di muka bumi yang
diperintahkanAllahuntukmemaksimalkan
segalausahauntukmemakmurkanbumidan
juga diwajibkan untuk selalumemberikan
manfaatkepadasesamanya.
Alqurandalamsalah satuayatnyamene-
gaskanmengenaisubstansidarimaknaumat
terbaik itu, yaitu, “Kamu adalahumat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruhkepadayangmakruf danmence-
gahdariyangmungkar,danberimankepada
Allah.” (QSAli Imran: 110).
Ayat di atasmenegaskanbahwa sebagai
umatIslam.makasesungguhnyadalamdiri-
nyamenyandangkemuliaansertakehorma-
tan.Atas identitas terbaikyangdisematkan
Allah tersebut, maka sepantasnya untuk
menyandanggelarterhormatsebagai
thebest
of the people in the world
. Tentu saja label
terbaikitujugadibarengibeberapatanggung
jawab yang intinya akan bermuara pada
terwujudnya kebaikan itu sendiri secara
menyeluruh.
Legitinasi itu, kalau boleh disebutkan,
merupakananugerahtertinggimengingatsu-
dahditunjukdanditentukanolehAllahSWT.
sebagai “umat yang terbaik”. Sudahbarang
tentu umat bertanggung jawab untuk
membuktikannyadalamkehidupanselama
di dunia, sebab umat harusmampumeraih
duakebahagiaan,yakniketikahidupdidunia
dandi akhirat kelak.
Makadariitusudahseharusnyapulaumat
Islamdapatmenjaga kemuliaandan supre-
masiterbaiksebagaiinsan.sehinggadituntut
wajibdapatmenterjemahkanstatusitudalam
setiapprilakukehidupanseharihari.Semuanya
harusdijewantahkansecaramenyeluruhjuga
komprehensif dalamhidup.Kebaikanyang
wajibdilaksanakan itudari segi perkataan,
perbuatandantingkahlakukitasebagaiumat
Islamyangharus diikuti dan selalumelekat
dengankataterbaiktersebut.
Kemudianpadakalimatselanjutnyadalam
ayattersebutmenyebutkandenganungkapan
“yang dilahirkan untukmanusia”. Artinya
seiring dengan status kita ditunjuk sebagai
umat terbaik dari seluruh golongan insan
yang ada di muka bumi, maka ada tugas
khususselanjutnyayangharusdiembanumat
terbaikuntuk sesamamanusia, yaknimela-
kukanamarmakruf,nahimungkaratauselalu
aktifdalammelaksanakanperbuatanterpuji
dan menjadi umat paling aktif dalam
mencegah segala perbuatan tercela dan
mungkar yangsangat dilarangAllah.
Sudah barang tentu tugas yang harus
dilaksanakanadalahbagaimanaumatterbaik
tersebut bisamengajak,mengarahkan,me-
nyeru danmemotivasi pada kegiatan, akti-
vitasdantingkahlakuyangmakrufataubaik
serta memberikan manfaat kepada umat
manusiamaupunseluruhalam.Danperbuatan
terpujiituadalahyangdiperintahkandandiatur
olehAllahSWTdalamkitabsuciAlqurandan
RasulullahSAWdalamAs-Sunnah.
Setelah umat mampu secara konsisten
untukmenegakkan yangmakruf,maka ka-
limatselanjutnyadariFirmanAllahtersebut
adalah “mencegah dari yang mungkar”.
Memang untukmencegah perbuatanmu-
ngkar ini bukanlahpekerjaanyangmudah.
Karena itu,Nabi sendiri dalamsalahsatu
hadisnyamemberikan beberapa alternatif
kepada umatnyamanakalamelihat kemu-
ngkaran. Adapun langkah pertama adalah
mencegah dengan tangannya. Akan tetapi
kalau tidakmampumaka cegahlahmelalui
lisan.Akantetapiandaikanhalitujugatidak
mampudilakukan,makacegahlahperbuatan
yangmungkar itudenganhati.Menariknya
Nabimemberikanidentitaskhususdarisikap
pencegahkemungkaranpada tipeketiga ini
sebagai umat yang memiliki keimanan
terlemah.
Memang juga tidak dapat dipungkiri
bahwakemungkaran itu sangat lekat dalam
kesehariankita.Kitaseringmengetahuiatau
bahkanmerasakankegiatanyangmungkar,
kegiatanyang tidak sesuai denganperintah
danajaranagamaIslam.Kegiatandimaksud
adalah yangmenjurus pada kemaksiatan,
sehingga secara langsung maupun tidak
langsungmengakibatkanbegitubanyakmu-
daarat sertakerusakandimukabumi.
Untuk itulah, karenaumat Islamsebagai
umat terbaikdituntut untuk selalumenebar
kebaikan pula. Kebaikan itu merupakan
konsekuensiyangkitaembansebagaikhalifah
di muka bumi. Karena itu umat harus siap
mengajak kepada kebaikan danmencegah
keburukan. Apapun posisi kita, apapun
kondisi kitadanapapunstatuskitamemiliki
tugasyangsama,yaitutugasyangdigariskan
dalamAli ImranAyat 110.
Selanjutnya dalam sebuah hadis Rasu-
lullah SAWyang diriwayatkan Tirmidzi:
Bahwa Nabi Muhammad SAWbersabda,
“Kaliansebandingdengan70umatdankalian
adalahsebaik-baikdansemulia-muliaumat
bagi Allah.”. Bahkan Ibnu Katsir dalam
tafsirnyamenjelaskanakanmaknakemuliaan
umatIslamtidaklainkarenakemuliaanNabi
MuhammadSAW.Disampaikandemikian
sebab Nabi Muhammad adalah makhluk
paling terhormat danRasul palingmulia di
sisiAllahSWT.BeliaudiutusAllahdengan
syariatyangsempurnananagungyangbelum
pernah diberikan kepada seorangNabi dan
Rasulsebelumnya.
Olehkarena itu, derajat terbaikdari kala-
ngan umat Islam ini ada padamereka yang
konsistenmengikuti ajaranRasulullahden-
gan terus-menerusmelakukanamarmakruf
nahimungkar sebagaimana telahditeladan-
kanolehmanusiaparipurna itu.
PenegasanitusebagaimanaFirmanAllah
dalamSurahAl-Ahzab : 21 yang berbunyi,
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah
SAW itu suri teladan yang baik bagimu,
yaitu bagi orang yang mengharap rahmat
AllahdankedatanganHariKiamatdanyang
banyakmengingatAllah,”.
Jadilah Umat Terbaik
• Oleh: Suhayri Ramadhan
Akar Gerakan Perempuan
HAKIKATNYAtidak ada
perbedaanmendasardalamtubuh
manusia. Tidak ada satu pun hal yang
dianggapsebagai sebuahpembeda
atasderajat dankemuliaan. Peran
manusiayangseringkali dalam
realitas justrudiganjal dengan jenis
kelaminmenjadi persoalanyang
sangat pelik.Bagaimana tidak, dalam
kasus tersebut hierarkinyaselalu
meletakkanperempuandi posisi
bawah.Arus patriarki di dalamtubuh
masyarakatsudahlamaberkembang
dan lestari sampai saat ini. Problem
tersebut sejatinyayangsudahmembu-
nuhkreativitasdalamdiri perempuan
yangmenjadi sasaran.Perempuan
diklaimtidakbisaberperanaktif
sebagaimanalelakipadaumumnya.
Kesalahansemacamituyangkemu-
diandiresponolehbeberapakalangan
yangmenaruh fokusperhatian.
Diakui atau tidak, pandangan
demikiansudahmengakarkuat.
Sehinggauntukmerombakkejang-
galannyaakanberhadapandengan
pemegangklaimitu. Sebuahmasyara-
kat yangpadaumumnyamenganut
simtomsemacamitu tidakbisa
seketikabisadirubah.Ada sebuah
prosesyangpanjangbagaimana jalan-
jalandan langkah ideal untukmenem-
puh tujuanyangdicita-citakan.Tidak
perlu terburu-burudalamhalmere-
konstruksi budayamisoginis ini.Dan,
prosespanjang tersebut pulamasih
tetapmenghadapigempuran-gempu-
randari beberbagai sisi.Bahkan
ketikaagama jugadigunakanmeng-
hantampersepsi kelas lelaki dan
perempuan.
Ada sebuahadagiummenarik
ketikamenjelaskanposisi lelaki dan
perempuandalamrumah tangga,
yakni suwargonunut nerokokatut.
Hal tersebut dipandangsebagai
sebuahpeminggiranbagi kaum
perempuandanharus sepenuhnyadi
bawahbayang-bayangpria.Peran
yangdidapat perempuanhanyakerja
domestikdalamrumah, ia tidakbisa
bergerakke luar. Tidakpunya sebuah
jalanbagaimanamembangunkreati-
vitasdalamdirinya. Itulah realitas
yangmengakar, utamanyadalam
masyarakat Jawa tempo itu.Hingga
sebuahresponpembaruanmuncul
dari salah seorangpendiri ormas
terbesar saat ini.AhmadDahlanyang
merupakanpendiriMuhammadiyah,
meresponhal tersebut dengan langkah
yang ideal.
Pertama, iaberusahauntukmeng-
angkat perempuandari sebuahceruk
kegelapan.Perempuanyangpada
mulanyahanyaberadadi dalam
rumahdan tidakkemana-mana.
Perempuanyangsemulahanyabelajar
mengaji dan tata cara ibadah, kemu-
dianmendapat perlakuanberbedadari
AhmadDahlan. Iabersama istrinya,
SitiWalidah,memprakarsai jalan
tersebut.Bermuladaripemberdayaan
terhadapkeluargadankerabat
perempuansendiri,kemudianselang-
kah lebihmajudengangerakanke
luar dari pekarangan.Meski di
daerahnya,Kauman, hal tersebut
mendapat tentanganyangkerasdari
ulama sepuh.AhmadDahlandiang-
Judul Buku : Covering Aisiyah
Penulis
: Muarif & Hajar Nur Setyowati
Penerbit
: IRCiSoD
Tahun
: November, 2020
ISBN
: 978-623-6699-10-2
Peresensi
: Moh. Rofqil Bazikh
gap sebagai biangkerusakandan
menjerumuskanperempuanpada
kesesasatan.
Lewat organ 'Aisiyahyangmasih
bergandenganeratdenganMuhamma-
diyah, ide-ideAhmadDahlan tersebut
pelan-pelanbisaterealisasi.Penamaan
'Aisiyahsendirimasihdinisbatkan
kepadaSitiAisyah, sebagaimana
Muhammadiyahkepadanabi
MuhammadSaw.Bisadiklaimbahwa
'Aisiyah ini yangmenjadi embriodari
gerakanfeminis Islambelakangan.
Gerakanorganisasi yangmenjadi
wadahbagi perempuan ini juga
mampumengangkatperanperempuan
dimasyarakat. Tidak terbatashanya
kerjadomestikdalamrumah, ia lebih
tampil fleksibel ke luar dari rumah.
Lewat jalurkekerabatan, akhirnya
AhmadDahlandenganorgan ini
mampumemberi kesadaranpenuh
(hal.175).
Dimulai dari kajian atas terben-
tuknya 'Aisiyah, penuliskemudian
membacagerakan-gerakandan
gagasandi dalamnya.Berbagai
sumber awal, sepertimajalahdan
koran yang pada saat itumasih
menjadi hal baru, dijadikanacuandan
rujukan. Jugabeberapa friksi tentang
problemdari 'Aisiyahdikonfirmasi di
dalambuku ini.Gerakanemansipasi
ini jugabanyakmenjangkaumasya-
rakat perempuanakar rumput.Dengan
sub-strukturbernamaNasyiatul
'Aisiyahhal tersebutmenjadi jalan
pengkaderanperempuanyanglebih
kreatif danprogresif.Bahkan, istri
dari presidenpertama Indonesia,
Fatmawati,jugamerupakanaktivis
dari kalangan 'Aisiyahdi daerahnya.
Inimenunjukkanbahwagerakan-
gerakanuntukmengangkatmartabat
perempuanyangsebelumnyadi
letakkandi bawah semakin terlihat ke
permukaan.KesadaranAhmad
Dahlandanbeberapaorangdalam
organ 'Aisiyahberhasilmendobrak
pemegangklaimsuperioritas lelaki di
atasperempuan. (Peresensi adalah
pegiat literasi diGarawiksa Institute,
mahasiswaFakultasSyariahdan
HukumUINSunanKalijaga
Yogyakarta).
• Oleh: Muhammad Suhairi Abbas
Kebaikan Berzakat untuk Muzakki
• Oleh: Abdul Rani Usman
dalamsuratAl-Baqarah110adalahkebaikan
apa saja yang dikerjakan manusia akan
mendapatkanganjarankarena,AllahMaha
Melihat yangdikerjakanmanusia.Manusia
yangtelahmenunaikanzakat,maknanyatelah
meringankan beban orang lain dari segi
ekonomi.Allahmelihatmanusiayang telah
menunaikanzakat.Allahakanmembalasnya
kebaikan itu sesuai dengan kebaikan yang
diberikankepadasesamamanusia.
Kebaikan lain adalah jika zakat itu
terkumpul pada suatu lembaga misalnya
BaitulMal,makalembagainiakanmenyalur-
kan sesuai dengan anjuran Islam.Muzakki
telahmempercayaisuatulembagabaiktingkat
nasionalmaupundiprovinsimakakebaikan
kepercayaanmenjaditeladanbagioranglain
untukmenunaikanzakatmelaluiBaitulMal.
ArtinyaMuzakki telah berusahamengem-
bangkanlembagaBaitulMalgunamengem-
bangkanekonomi paramuzakki.
Kebaikandankebaikanhatimuzakkime-
nunjukBaitulMalsebagailembagapengelola
Zakatmenjadikeniscayaandieradigitalini.
Fenomena zakat yang sangat berkembang
dalam masyarakat merupakan sumber
ekonomi umat yang sangat baik. Muzakki
yangtelahmempercayaaiBaitulMalsebagai
lembagapengelolaanzakatmenjadiperhatian
dariparamuzakkikarenapenyalurannyayang
telahmenggunakan sistemtranparansi dan
terkoneksi denganparamuzakki.
Muzakkitelahmenunaikanzakatsekaligus
menyalurkanmelalui Baitul Mal menjadi
kebaikanmempercayailembagaBaitulMal.
Artinyajikamuzakkitelahmenyalurkanzakat
melaluiBaitulMalmakalembagaAgamaini
dapat melakukan kebaikan lain yang
diamanahkanolehAgama.Zakat yang telah
ditunaikanmelalui Baitul Mal disalurkan
menurutsenimenjadikebaikanjuga.Amilin
yangmenyalurkanzakatmendapat amanah
dari Muzakki melalui pemerintah guna
menyalurkanzakat kepadayangberhak.
Zakat dan infakyang telahditerima oleh
Baitul Mal harus disalurkan kepada yang
berhak sesuai dengan syarat dan ketentuan
agama. Misalnya saat musim Covid-19
sedangmarak,secaraalamiahbanyakterjadi
penganggurandanbanyaknyaorangmiskin.
Oleh karena itu kemampuan Amilin yang
duduk di Baitul Mal dapat memaknai arti
miskinyang terjadi secara tiba-tibadengan
miskin yang sudah terjadi lama sekali dan
sangat susah untuk hilang. Dalam hal ini
kebaikanamilinyangtelahdiamanahkanoleh
muzakkimelalui pemerintahdapat diwujud
denganmelahirkanmodelkebaikanlainyang
diijtihadkan oleh para amilin, seperti
memberdayakanekonomikaumduafa.
Akhirnyakebaikanyangditunjukkanoleh
muzakkimembayar zakatmerupakansuatu
kebaikan berupa ganjaran yang dijanjikan
Allah.Sedangkankebaikanlainyangdidapat
diperlihatkanolehmuzakki adalahmemba-
yarkanzakat keBaitulMal gunadisalurkan
kepadayangberhak.Artinyakebaikanpara
muzakki di dunia ini dapat dilihat dengan
melahirkankonsepbarudalammenyalurkan
zakat sebagaimana amanah muzakki dan
negara dalam hal ini Baitul Mal. Semoga
kebaikan muzakki berlipatganda dengan
melahirkankebaikanlainnya.
(Penulis adalahWakil Ketua Bidang Perencanaan
BaitulAceh)
Abdul Rani Usman
Islam.SuratAl-Baqarah110
memberipenjelasantentang
kebaikan para muzakki
sebagai berikut : "Laksana-
kanlah salat (secara ber-
kesinambungan)dantunai-
kan zakat (dengan sem-
purna). Dan kebaikan apa
saja yang kamu usahakan
untukdirikamu,pastikamu
akanmendapatkannyadisisi
Allah.SesungguhnyaAllah
Maha Melihat apa yang
kamukerjakan."
Kebaikanmembuat hati
manusia tenang, demikian
Allahberfirmandalamayat
110 suratAl-Baqarahyang
ditafsirkan oleh Shihab,
dalamAl-Mishbah,volume
1,294. Artinya kebaikan
mendirikan salat secara
berkesinambungan danmenunaikan zakat
dengan sempurna, membuat hatinya kaum
muslimin, nyaman, tenang dan tenteram.
Mendirikanzakatdantanpamenunda-nunda.
Sesunguhnya kebaikan tanpa menunda
menjadimutlakdilakukan tepatwaktu. Jika
zakatnyasudahsampainisabdantepatwaktu
harus diberikan lakukanlahdengan segera.
Anjuran tersebut menjadi kriteria yang
dilaksanakan olehmuzakki. Karena zakat
dibutuhkanolehparamustahikbaikditempat
sendiri, ataupun di tempat lain. Kebutuhan
akan makanan, minuman dan pendidikan
tidak sajadilingkungan sendiri namun juga
ditempatlain.Kewajibanmenunaikanzakat
harusdiutamakandimanasimuzakkimencari
nafkahdi situ iamenunaikanzakat.
Shihab menyebutkan
t en t ang makna yang
terkandungdalamayat110,
Al-Baqarah, perintah salat
d a n z a k a t s amb i l
mengingatkan bahwa, dan
kebaikanapasajayangkamu
usahakan untuk diri kamu,
p a s t i k amu a k a n
mendapatkannnya, yakni
ganjaran di sisi Allah.
SesungguhnyaAllahmaha
melihat apayangkamuker-
jakan, baikatauburuk. Ke-
baikanyang dilakukan se-
seorangkepada orang lain,
pada hakikatnya menurut
Shihab adalah untuk pe-
ngamalkebaikanitusendiri.
Kebaikan mendirikan
salatdanmenunaikanzakat
menjadi amalan bagi yang
mengerjakan salat danmuzakki itu sendiri.
Zakat yangditunaikanolehsimuzakki dibe-
rikankepadamustahikbaikdilakukansendiri
maupun oleh Baitul Mal akan menjadi
ganjarankebaikanbagimuzakki itusendiri.
Menunaikanzakatmerupakansuatukewaji-
banmutlakyangdilakukanolehkaummuslim
yang mampu. Sedangkan kebaikan yang
dijanjikanAllahakandidapatkannyadengan
tanpadisadari.KarenaAllahakanmelihatsemua
kebaikanyangdilakukanolehhambanya.
Kebaikan yang diberikanAllah kepada
muzakki tidak dapat diramalkan kapan, di
manadanwujudyangbagaimana.Kebaikan
yangdiberikanAllahboleh jadi keberkahan
rizki,kemudahanilmu,kesehatan,kenyama-
nandanketenteramanhati.Allahmenjajikan
1,2,3,4,5,6,7,8 10,11,12,13,14,15,16
Powered by FlippingBook