Harian Analisa, 09 Agustus 2022 - page 7

Selasa, 9 Agustus 2022
Halaman
7
Kegiatan ini merupakan inisiasi dari
Yayasan AUR Dairi Menenggoi, yang
diketuai Dimitria yang prihatin atas
keberadaan populasi Ihan Batak, sebagai
ihan purba endemik Danau Toba. Hadir
Juga dalam kegiatan ini Kepala OPD,
Ketua TP PKKNy. Romy Mariani Eddy
Berutu,CamatSilahisabungan,kepaladesa
se-Kecamatan Silahisabungan, Ketua
Yayasan Dairi Menenggoi, Dimitry Be-
rutu, salah seorang relawan, Arane Le
Anne, PPL, serta warga Silahisabungan.
Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate
Pemkab Dairi Budidaya
Ihan Batak
Analisa/dapot h pandiangan
FOTO BERSAMA:
Bupati dan kelompok budidaya Ihan Batak foto bersama di Desa Silahisabungan Dairi.
Analisa/hery putra ginting
SERAHKAN:
Pelaksana tugas Bupati Langkat, Syah Afandin menyerahkan santunan
tali asih kepada para siswa yang berstatus yatim, piatu dan siswa kurang mampu, di
halamanSekolahMAN3Langkat,JalanProklamasiKelurahanKwalaBingai,Kecamatan
Stabat, Langkat, Senin (8/8).
Parmaksian, (Analisa)
TobaPulpLestari(TPL)kembalihadirberkontribusi
kepada masyarakat mendukung pengadaan air bersih
denganmenyerahkanpembangunan35unitsumurbor
di Dusun I Lumban Silalo, Dusun I Huta Gurgur dan
Dusun III Mejan, Desa Huta Hutabulu Mejan, Ke-
camatanBalige,KabupatenToba.Programinibekerja
samadenganTentaraNasionalIndonesia(TNI)Kodim
0210TapanuliUtara(TU)danPemerintahKabupaten
Toba, Rabu (3/8).
Dalam kegiatan serah terima itu hadir mewakili
manajemenTPL,StakeHolderRelationMill(Humas),
JerryTobing.Iamenjelaskan,dukunganpembangunan
sumur bor ini merupakan salah satu perwujudan
komitmen perusahaan dalam pengembangan dan
pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar dalam
memenuhi kebutuhan air bersih yang diyakini mem-
berikanmanfaatsehinggamasyarakattidakperlujauh-
jauh lagi untuk memperolehnya.
Kolonel Inf. Dody Tri Winarto SIP MHan, Ko-
mandan Korem 023 Kawal Samudera didampingi
DandimLetnanKolonelInf.HariSandramenjelaskan
bahwa program pembangunan sumur bor ini didasari
oleh kebutuhan air bersih dari masyarakat yang
disampaikan melalui Koramil 17 Balige.
Kemudian ditindaklanjuti dengan program
pembangunan sumur bor menggandeng perusahaan
dan pemerintah daerah. Tim dari Koramil 17 Balige
turun langsung dalam pembangunan sumur bor
tersebut.
Ir. Poltak Sitorus MSc, Bupati Kabupaten Toba,
yang turut hadir menyampaikan program kolaborasi
inijelassangatmembantuuntukmemenuhikebutuhan
warga akan air bersih. Beliau berharap kolaborasi
yang baik antara perusahaan, TNI dan pemerintah
daerah dapat terus berjalan dengan langgeng.
Mewakili masyarakatnya, Kepala Desa Hutabulu
Mejan,HaposanSimanjuntakjugamenyampaikanhal
senada.Haposanberharapdengandiserahterimakannya
pembangunan sumur bor ini, kebutuhan dasar masya-
rakat akan air bersih dapat terpenuhi, sehingga akan
meningkatkan kesehatan lingkungan, dan berbagai
kegiatan masyarakat yang membutuhkan air bersih
dapat terlaksana dengan baik.
(rel/vit)
TPL Serahkan Pembangunan
Sumur Bor
Analisa/istimewa
SERAHKAN:
TPLbekarjasamaTNI,Pemkabmenye-
rahkanpembangunan35unitsumurbordiKecamatan
Balige, Kabupaten Toba, Rabu (3/8).
Berutumengatakan,IhanBatakairtawar
yang punya nilai budaya tinggi dari
zamandahuluyangbiasadimanfaatkan
orangBatakdalamkegiatanbudayanya,
kinipopulasinyasudahsemakinsedikit.
PemerintahbersamaYayasanAURDai-
ri Menenggoi dan masyarakat selaku
pemilik lahan bermitra.
Membuat program ini sukses, per-
tama Yayasan Aur Dairi Menenggoi
yangmenggagasdanmenggulirkannya
hingga hari ini dan masyarakat komu-
nitas internasional yang peduli akan
konservasiini.Pemerintahkonsen,ber-
sama mitra dan sepakat melestarikan
dan mengembalikan populasi ihan ini.
Iniakanlebihsukseskarenamasyarakat
pun ingin terlibat, kami ada disini me-
nandai awal dari upaya konservasi
pelestarian ihan ini,” katanya.
Adapunjumlahawaldalammelestarikan
Ihanpihaknyamasihmeletakkanhewanitu
dalambentukembriountukditempatkandi
sebuah kolam. Tahap awal embrio,
jumlahnya puluhan dan nanti kemudian
akan menjadi ratusan., kita akan kem-
bangkanihan-ihaninidalam3kolamyang
pembangunannya awali hari ini sebagai
kolambudidayanya.
Dengan populasinya yang sudah
sedikit, tidaksalah jikaharga ikan inidi
pasaransangatlahtinggi,sehinggaihan
tersebut bisa dijadikan sebagai ladang
bisnisbarubagimasyarakat.“Hargaini
jauh di atas harga-harga ikan budidaya
di Danau Toba. Rata – rata sekarang
harganyaRp150ribuperekor.Mengon-
servasi ihan, juga akan menunjang
perekonomian masyarakat, sebagai
bisnis baru nantinya.
(dp)
Sidikalang, (Analisa)
Sebagai sSemesta Dairi Memanggil yang kick offnya
sudah dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu, Pemerintah
Kabupaten Dairi, Senin (8/8), melalui kolaborasi antar-
OPD, seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan
Perikanan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan
Olahraga, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan
UKM mengadakan kegiatan peletakan batu pertama
pembangunan kolam konservasi Ihan Batak di Desa Paropo,
Kecamatan Silahisabungan.
Hari Ini Berusia 65 Tahun
Bersama Menuju Riau
Lebih Baik-Unggul
Dengan tema tersebut, ke depan
seluruhlapisanmasyarakatbersama-
sama mewujudkan Riau lebih baik
dalamhaldayasaing,kesejahteraan,
bermartabat dan unggul.
Sementara
tagline
“RiauUnggul”
merupakan gambaran capaian dipe-
roleh,sepertipusatperekonomiandi
Sumatera. Banyak pembangunan
dicapaisebagaiupayameningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Meski di
tengah pandemi Covid-19, aktivitas
ekonomi mulai bangkit ditandai
pertumbuhan ekonomi Riau 4,88
persen pada triwulan II 2022.
GubernurRiau(Gubri)Syamsuar
mengatakan,pertumbuhanekonomi
ditopangsektorindustripengolahan
didominasikomodititurunankelapa
sawit yang tumbuh 26,19 persen.
Kemudian pertambangan dan peng-
Analisa/istimewa
KUNJUNGI PASAR:
Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengunjungi pasar murah di
Pekanbaru sebagai salah satu kegiatan menjelang peringatan hari jadi ke-65 Riau, Senin (8/8).
Pekanbaru, (Analisa)
PemerintahProvinsi (Pemprov)Riaumengusung tema
“Bersama Manuju Riau Lebih Baik” dan
tagline
“Riau
Unggul” pada hari jadi ke-65 provinsi berjuluk Lancang
Kuning tersebut, hari ini, Selasa (9/8).
BUMI
Lancang Kuning, istilah itu
rasanya tak asing lagi di telinga masya-
rakat. Setiap kali mendengar Bumi
Lancang Kuning, kita pasti tertuju ke
ProvinsiRiau.NamunapamaknaBumi
Lancang Kuning? Dalam catatan
sejarah,lancangituberartiperahulayar
di masa lampau.
Lebih dari itu, lancang merupakan
perahu atau kapal induk dinahkodai
sultansebagaipemimpindiperahuinduk
saat perang melawan penjajah. "Lan-
cang kuning itu adalah perahu sultan,
sekarang setara dengan kapal induk
untuk perang, tapi masa itu dipimpin
sultanMelayu," ucap budayawanRiau,
OK Nizami Jamil di Pekanbaru, akhir
pekan lalu.
Kapal komando tidak hanya diguna-
kan pada masa sultan Melayu di Riau,
tetapi juga tersebar di sejumlah daerah
Melayu yang menguasai wilayah
perairansaatitu.AdaRiau,Palembang,
Lingga,LangkatdanbeberapaKerajaan
Melayu memakai lancang untuk
berperang.Termasukmenjelajahlautan
yang membentang dari laut China
hingga Selat Malaka.
Lancang menjadi alat transportasi
utama para sultan yang dilengkapi
fasilitas dan peralatan untuk perang.
"Lancang sultan ini besar, lengkap
dengan meriam dan peralatan perang.
Dipakaikeliling,berpindah-pindahdari
satu tempat ke tempat lain," katanya.
Selain lancang, ada pendamping di
sisi kanan dan kiri yang dikenal dengan
namapencalang.Pencalangyaitukapal
dagang tradisional buatan masyarakat
Melayu saat itu. Namun dalam sejarah,
pencalangdisebutsebagai
pantchiallang
atau
pantjalang.
Ini bermula karena
pencalang dibuat orang-orang Melayu
dari daerah Riau dan semenanjung
Melayuketikaitu."Pencalangdipimpin
laksamanasekaligusmengawallancang
danbiasadigunakanuntukperdagangan
dari dan Selat Malaka menuju daerah
rumpun Melayu," kata OK.
Lantas,kenapaLancangKuningjadi
julukan Riau? Apa hubungan Lancang
Kuning dengan Riau?
Sejarah
Lancang yang ditumpangi sultan
identikkuning.Itulahalasannyalancang
di Bumi Melayu dikenal dengan warna
kuning atau lancang kuning. "Lancang
Kuning ini dulu kapal sultan. Ya sultan
di masing-masing daerah, warnanya
khaskuningsultan,"kataOKmenyam-
bung cerita.
Lancang kuning memiliki ciri khas
sendiri, pada bagian kepala terdapat
bentuknagamenggambarkankekuasaan
penguasalaut."KalauLancangKuning
Riau kepalanya berbentuk naga. Ya
kalau di laut naga itu penguasa laut,
beda sama harimau di daratan dan Lan-
cangKuningitulahsimbolnya,"katanya.
Kenapa kemudian identik dengan
Riau? Itu karena pada masa lampau,
orang Melayu hidup di laut dengan
perahuinduknya.BedadenganMinang-
kabau, Tanduak. "Lancang itu perahu
layar, dulu perahu layar dipakai untuk
bepergian,perangdansebagainya.Maka
kalau Lancang Kuning punya ukiran,
pakai mahkota naga dan sebagainya.
Sultanjugapunyalaksamana,sekarang
inisepertiangkatandarat,lautdanudara.
Kalau Riau saat itu hanya punya laut
dan darat," tuturnya.
Perbedaan bentuk itu menjadikan
Lancang Kuning lebih dikenal masya-
rakat saat ini. Apalagi, hari ini, Selasa 9
Agustus Riau genap ke-65 tahun.
Sindiran dan nasihat
PantunLancangKuningjugasebagai
sindiran dan nasihat. Bait Lancang
Kuningberlayarmalam.Haluanmenuju
ke lautan dalam. Kalau nahkoda ku-
ranglah paham. Alamatlah kapal akan
tenggelam. Pantun tersebut sangat po-
puler di telinga masyarakat Riau,
khususnyamasyarakatMelayu.Filosofi
dari baitnya mengisahkan pemimpin
atau nakhoda saat mengarungi lautan
agarkapal(lancang)yangdigambarkan
sebagai pemerintahan tak karam.
"Maknanya kalau pemimpin negeri
tidak paham, akibatnya negeri kacau.
Itu nyanyian orang dulu-dulu, pantun
menceritakansindiranuntukpemimpin
negeri," kata OK.
Pantun dan lagu Lancang Kuning,
menurutmantanKetuaMajelisKerapa-
tanAdat(MKA)LembagaAdatMelayu
(LAM) Riau itu juga bisa sebagai
sindiran pengingat. Pemimpin di Riau,
wajib memahami maknanya. "Itu
sindiran untuk ditanam dalam hati
pejabat seperti camat, penghulu, datuk
dan gubernur harus paham. Artinya,
kalau mau memimpin negeri harus
paham, itu falsafahnya. Jadi pemimpin
itu harus ada ilmu, falsafah dan tekad.
Tak bisa memimpin begitu saja," kata
pria kelahiran 85 tahun silam tersebut.
Untuk melihat replika Lancang
Kuning bisa berkunjung ke Taman
BudayaDinasKebudayaanRiaudiJalan
JenderalSudirmanatauseberangkantor
DPRD Riau, Pekanbaru. "Replika itu
didesain OK Nizami Jamil lalu kita
buat.Replikadipasangditamanbudaya
agar masyarakat di Riau dapat melihat
sepertiapaLancangKuning.Termasuk
desain dan bentuknya," terang Kepala
Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal
Zein.
Meski tak tahu kapan pastinya Riau
disebut Bumi Lancang Kuning, namun
Lancang Kuning kini erat kaitannya
denganRiauyangdiapitSumateraBarat,
Sumatera Utara dan Jambi.
(dtc)
Asal-usul Riau Dijuluki Bumi Lancang Kuning
Pekanbaru, (Analisa)
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar
membuka sosialisasi Sub Nasional For-
est and Other Land Uses (FOLU) Net
Sink2030diRuangAuditoriumGedung
MenaraLancangKuningdiKotaPekan-
baru,Senin(8/8).Sosialisasiterkaitpro-
gram kelestarian dan keberlangsungan
alam serta lingkungan melalui pengu-
rangan emisi gas rumah kaca.
Syamsuar menyampaikan, Riau salah
satuprovinsiyangditunjukKementerian
LingkunganHidupdanKehutanan(KL-
HK)sebagaipelaksanaprogramtersebut
karena dinilai sebagai daerah dengan
potensi sumber daya alam memadai
danperludikelolasecarabijaksana.Hal
itu untuk memberi menfaat bagi kese-
jahteraanmasyarakatdankeberlanjutan
kehidupan.
Sosialisasi, terangnya, untuk menye-
galiankontribusi24,4persen,sektor
pertanian, kehutanan dan perikanan
24,34 persen.
“Alhamdulillah komoditi ung-
gulan (kelapa sawit), sebagai peno-
pang utama perekonomian kita.
Selainitu,aktivitasmasyarakatmulai
normal.
Selainpertumbuhanekonomi,ca-
paian realisasi investasi untuk 2021
senilai Rp53,02 triliun, peringkat
lima nasional dan peringkat satu di
luar Pulau Jawa,” ujarnya di Pe-
kanbaru, Senin (8/8).
Dikatakannya, realisasi investasi
mencapai 107,98 persen dari target
ditetapkanuntuk2021,yaituRp49,1
triliun dengan serapan tenaga kerja
61.388 orang. Sedangkan di 2022,
ditetapkantargetRp60,46triliundan
saat ini realisasi investasi sampai
triwulan II (Januari-Juni) 73,41
persen dari target 60,46 triliun
(peringkat lima nasional) dengan
nilairealisasiinvestasiRp44,4triliun
dan menyerap 32.385 tenaga kerja.
Syamsuarmenyebut,keunggulan
Riau juga dapat dilihat dari Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB)
terbesar kelima di Indonesia atau
terbesar pertama di luar Pulau Jawa
dengan kontribusi 5,22 persen ter-
hadap Produk Domestik Bruto
(PDB) Nasional.
Disampingitu,capaianindikator
makro pembangunan Riau 2021
tergolong baik.
“HalinidilihatdariIndeksPemba-
ngunan Manusia (IPM). Pada 2021
tercatat 72,94 poin kategori tinggi
atau peringkat tujuh nasional.
Capaian ini meningkat 0,23 poin
dibanding 2020. Untuk tingkat ke-
miskinan,Riaumenurun6,78persen
dibanding bulan yang sama tahun
sebelumnya 7,12 persen,” ung-
kapnya.
Demikian pula tingkat pengang-
guran terbuka (TPT) Riau 4,40
persen (per Februari 2022), lebih
rendah dari capaian nasional 5,83
persen.Kemudian,pada2021indeks
daya saing daerah Riau dengan
capaian2,9890poin(kategoritinggi)
meningkatdibanding2020mencapai
2,2399 poin (kategori sedang).
Untuk Indeks Kebudayaan, pada
2019 berada di peringkat tujuh na-
sional dan 2020 naik ke peringkat
empat nasional.
Selanjutnya, dalam upaya pe-
ningkatan kemandirian desa, Pem-
provRiauberkomitmenmemberikan
bantuan keuangan terhadap 1.591
desa dimulai dari 2019 hingga saat
ini.
Program bantuan keuangan khu-
sus (BKK) kepada desa bertujuan
meningkatkan kemampuan ke-
uangandesagunamenunjangpenye-
lenggaraan pemerintahan, sehingga
diharap lebih banyak terwujud desa
mandiri.
Sebelum ada BKK desa, terang-
nya, desamandiri di Riau pada 2019
hanya 10 desa. Desa maju 163, ber-
kembang 951, tertinggal 422 dan
desa sangat tertinggal 45 desa.
“Tetapi tahun ini setelah ada
program BKK kepada desa, jumlah
desa mandiri meningkat menjadi
159, desa maju 517, berkembang
805, tertinggal menurun menjadi 87
dan sangat tertinggal menurunmen-
jadi 24,” urainya.
Jika dilihat dari perkembangan
Indeks Desa Membangun (IDM),
perkembangan desa maju dan desa
mandiri meningkat signifikan jika
dilihatdari2019hingga2022dengan
rata-rata pertumbuhan desa maju
48,59 persen per tahun. Sedangkan
kategoridesamandiritumbuh211,0
persen per tahun.
Demikian juga dengan perkem-
bangan BUMDesa di Riau. Pada
2018, jumlah BUMDesa di Riau
1.192, tetapi setelah program BKK
kepadadesadiluncurkan2019hingga
saat ini perkembangan BUMDesa
pada2022meningkatmenjadi1.591
dengan klasifikasi BUMDesa maju
202, BUMDesa berkembang 386,
BUMDesa tumbuh 442 dan BUM-
Desa dasar 561 Unit.
“Saatinihanyaduaprovinsiyakni
Riau dan Jawa Tengah telah melak-
sanakan klasifikasi keberadaan
BUMDesa sesuai Peraturan Peme-
rintahNomor11/2021tentangBUM-
Desa,” pungkasnya.
(pbn)
Gubernur Buka Sosialisasi Sub Nasional FOLU
Wujudkan Kontribusi Riau terhadap
Keberlangsungan Lingkungan
barluaskan informasi terkait komitmen
pemerintah kepada masyarakat dunia
mengenaiupayapenurunanemisigasrumah
kaca khususnya sektor kehutanan dan
penggunaan lahan lainnya hingga 2030.
“Terima kasih kepadaMenteri LHK
memilih Riau sebagai salah satu lokasi
program tersebut. Melalui sosialisasi
ini, kita paham dengan baik sehingga
Riau mampu berkontribusi sesuai tar-
get nasional dan kita wujudkan dengan
baik sesuai harapan,” urainya.
Riau, sambung Syamsuar, berkomit-
men mengembangkan pendekatan stra-
tegis dalam implementasi prinsip pem-
bangunan berkelanjutan yang menjadi
komitmenglobal.Yakniprosesintegrasi
pembangunanrendahemisikepadaperen-
canaan pembangunan daerah berbasis
ilmiah. Sejalan hal itu, Pemerintah Pro-
vinsi (Pemprov) Riau didaulat menjadi
salahsatupercontohanatauprovinsipilot
terkaitpembangunanrendahkarbon.Hal
itu sebelumnya dituangkan dalam nota
kesepahaman Menteri PPN/Kepala
Bappenas dengan gubernur pada 2020.
Syamsuarmengajarseluruhpihakdi
semua tingkat dan unsur vertikal
pemerintah pusat serta mitra strategis
lainnya memberikan dukungan dan
dedikasipadaprogramtersebut.“Demi
tercapaikontribusiRiauterhadaptarget
IndonesiapadaprogramFOLUNetSink
2030. Hal itu telah ditetapkan peme-
rintah sebagai komitmen bersama
masyarakat dunia,” ujarnya.
Dia menyampaikan berbagai upaya
penurunan emisi gas dalam sosialisasi
tersebut,diantaranyaterkaitreorientasi
pemanfaatan hutan ke arah restorasi
ekosistem dan meningkatkan ruang
terbuka hijau.
(pbn)
Balige, (Analisa)
Siswa tingkat SD dan SMP Kabupaten
Toba meraih tiga medali pada ajang
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun
2022yangdigelarsecaraonlinepadatanggal
2-3 Agustus 2022.
Hasil yang diraih siswaKabupaten Toba
yang ikut memperkuat timProvinsi Sumat-
EraUtaraini,menurutPlt.KadisPendidikan
Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu baru-
baru ini ada 3 medali yaitu satu emas dan
dua perunggu.
Medali emas Matematika diraih Yehe-
zkielP.Siagian(siswaSDSwBonaPasogit).
Medali perunggu masing-masing diraih di
mata pelajaran IPS yang diperoleh Boinov
B. Peranginangin (SD Sw Bonapasogit)
dan bidang mata pelajaran IPA SMP yang
Siswa Toba Raih 3 Medali OSN
diraih Jonathan D. Sianturi (SMP Sw.
Bonapasogit).
Peserta dari Kabupaten Toba yang lolos
ke OSN tingkat nasional sebanyak 7 orang.
Impian emas untuk Toba terwujud berkat
anugerah Tuhan yang turuN kepada para
siswa.
"Ke depan Toba akan lebih memper-
siapkan para siswa untuk lebih banyak lagi
memperoleh medali untuk meraih prestasi
danmengharumkannama KabupatenToba
ditingkatnasional,"kataRikardoHutajulu.
Ketujuh siswa ini, pada bulan Juli 2022
lalu diberangkatkan Bupati Toba, Poltak
Sitorus untuk mengikuti OSN. Selain
dibekalidenganmotivasi,parasiswatersebut
jugadiharapkanmemilikikepribadianyang
unggul yaitu Batak Naraja.
(vit)
Langkat, (Analisa)
PelaksanatugasBupatiLangkat,SyahAfan-
dinmenyerahkansantunantaliasihkepadapara
siswa yang berstatus yatim, piatu dan siswa
kurang mampu, di halaman Sekolah MAN 3
Langkat, Jalan Proklamasi Kelurahan Kwala
Bingai,KecamatanStabat,Langkat,Senin(8/8).
Pemberianbantuan kepada para siswa
penerima tali asih tersebut dalam rangka peri-
ngatan 10 Muharam yang diselenggarakan
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Langkat.
Syah Afandin mengapresiasi keluarga besar
MAN 3 Langkat berserta para orang tua/wali
siswaatasgiatkepeduliantersebutyangbersedia
bergotongroyongmenyisihkansebagianrezeki
untukmembantu para siswa lainnya.
"Semoga giat ini terus berkesinambung-
an. Serta apa yang menjadi tujuan utama
kita bersama, mendapatkan barokah pada
10 muharam ini dan menjadi nilai ibadah
Afandin Serahkan Tali Asih untuk Siswa
disisi Allah SWT," ujarnya. Afandin juga
mengucapkan selamat bekerja dan belajar
keras dengan cerdas bagi tenaga pendidik
dansiswaMAN3Langkat.Terussemangat
untuk menyiapkan masa depan yang cerah.
"Hari depan adalah milik kalian, maju
dan mundurnya negeri ini ada di tangan
generasi bangsa," pungkasnya. Sembari
memohon dukungan dan doa untuk dirinya
dalam memimpin Langkat. Agar menjadi
pemimpin yang amanah, yang sadar bahwa
semua jabatan adalah titipan dari Allah.
Diketahui talih asih diserahkan kepada
93 peserta didik, terdiri dari anak yatim,
piatu dan dhuafa. Bantuan yang diserahkan
berupa 8 kilogram beras, dan uang tali asih
Rp150ribuuntukpersiswa.Sedangsumber
danaberasaldarisumbangankeluargabesar
MAN 3 Langkat, yakni para dewan guru
dan orang tua/wali siswa.
(hpg)
1,2,3,4,5,6 8,9,10,11,12,13,14,15,16
Powered by FlippingBook