Didukung armada Airbus 320, maskapai penerbangan SilkAir telah melanglang buana, mengunjungi tempat-tempat eksotis di Asia Tenggara, India dan Tiongkok. Kota-kota di Negeri Panda yang telah dikunjungi Silk Air secara rutin ialah Shenzhen, Chongqing, Xiamen, Kunming dan Chengdu, sementara kota-kota di India yang secara rutin didatangi maskapai tersebut di antaranya Kochi, Hyderabad, Chennai, Thivandrum dan Bangalore.
Maskapai penerbangan ini rutin pula mengantar penumpang ke kota tujuan di Malaysia seperti Langkawi, Kuching, Penang, Kuala Lumpur, dan Kinabalu. Sementara di Myanmar, secara rutin maskapai penerbangan tersebut terbang ke Yangon, kemudian di Kota Cebu dan Davao di Pilipina.
Kota-kota lain yang jadi tujuan penerbangan Silk Air adalah Siem Reap dan Phnom Penh di Kamboja, kota Phuket dan Chiang Mai di Thailand, kota Danang di Vietnam, Kota Dili di Timor Leste dan Chrismast Islands di Australia.
Maskapai penerbangan itu juga rutin terbang ke kota-kota primer di Indonesia, terutama yang memiliki daerah tujuan wisata yang sudah dikenal di kawasan Asia dan dunia.
SilkAir Fam Trip
Pada 18-22 Oktober 2014 lalu, SilkAir mengandeng Biro Perjalanan Tops Holiday, Chiang Mai memboyong sejumlah agen perjalanan dari Indonesia yang memberikan kontribusi bagi penjualan seat maskapai ini dan awak media mengunjunjugi sejumlah destinasi wisata di Chiang Mai, Thailand.
Selama 5 hari di negeri Gajah Putih itu, Biro Perjalanan Tops Holiday yang dipandu guide Fakhri memperkenalkan objek wisata di wilayah Thailand utara, seperti mengunjungi Maekajar Hot Spring, Wat Rong Khun (White Temple), Chiang Mai Zoo, Museum Opium, di Chiang Rai, perempuan menggunakan kalung leher tembaga di Desa Baan Tong Luang (Chiang Mai) dan lainnya, serta mengunjungi sejumlah hotel papan atas di Chiang Mai dan Chiang Rai yang potensi menjalin kerjasama dengan biro perjalanan di Indonesia.
SilkAir Fam Trip yang dipandu Fahkri dari Top Holiday, Chiang May membawa rombongan meninjau fasilitas Lee Maredian Chiang Rai Resort, Holiday Inn Hotel, Rimkok Resort. Turut dalam kunjungan tersebut, Manager Northern Thailand, Chrisina Ling, GM Top Holiday, Silapong.
Dalam kun jungan tersebut juga terjadi dialog dengan manejemen hotel, baik tentang fasilitas dan tarif per malam. Setelah dikalkukasi dengan nilai tukar rupiah, tarif kamar yang dipasang masih wajar. Hotel bertaraf bintang 4 tarifnya hanya sekitar Rp1,2 juta. Harga tersebut sama dengan tarif peak season hotel di kawasan Danau Toba dan Berastagi. Tentunya harga tersebut masih terjangkau. Sedangkan hotel bintang 3 atau kelas Melati lainnya cukup terjangkau, tidak jauh beda dengan tarif hotel di Medan.
Chiang May salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian pelancong Asia. Selain menyajikan wisata budaya, wisata belanja juga menjadi daya tarik tersendiri karena harga-harga yang masih relatif terjangkau.
Senior Sales Representative SilkAir Medan, Mely Maylisa, mengatakan, SilkAir sangat berperan dalam mendongkrak kunjungan wisata ke wilayah Thailand Utara dari penerbangan via Changi Airport. Dan sebaliknya dari, dari penerbangan Singapura ke Medan khususnya, seat yang terisi rata-rata dia tas 70 persen.
Dikatakan, setiap harinya SilkAir terbang 3 kali sehari atau 21 kali dalam seminggu dari Bandara Kuala Namu - Singapura.
Untuk mendukung kenyamanan armadanya, SilkAir mulai meremajakan pesawatnya dengan mengunakan Boeing 737-800 NG menggantikan jenis Airbus yang dipakai selama ini.
Meski telah berpengalaman dalam melayani penumpang, SilkAir tetap menerapkan konsep kenyaman mengisi liburan ke kota tujuan nan dapat dirasakan sejak menaiki tangga pesawat.
Bahkan buat kelas bisnis, setiap penumpang dapat merasakan duduk di kursi pesawat yang lebar dan berlapis kulit dengan desain mewah, dan tersedia bagasi tambahan di atas tempat duduk yang dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi para penumpang menyimpan dan mengambil barang. Kemewahan yang tidak sembarang bisa didapatkan dari maskapai penerbangan lain dalam kelas yang setara.
“Kultur melayani penumpang agar mendapatkan kepuasaan selama menggunakan maskapai penerbangan itu, merasa nyaman dan diperlakukan secara personal sejak menaiki pesawat hingga sampai ke tujuan, telah menjadi tradisi kuat di dalam lingkungan dan operasional maskapai penerbangan ini,” jelas Mely Maylisa. (Anthony Limtan)










