Pekanbaru, (Analisa). Satu unit mobil tanki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Abdi Bina Karya Sembada (ABKS) meledak di Bengkel Las Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Senin (8/9), sekira pukul 10.15 WIB.
Informasi yang dihimpun Analisa di tempat kejadian perkara (TKP), sebelum terjadi ledakan, mobil tangki itu sedang diperbaiki.
Namun karena proses pengelasan tidak sesuai prosedural, tangki yang diduga masih ada BBM solar meledak.
Ledakan itu menyebabkan bagian belakang nobil jebol dan menghantam serta menewaskan supir truk tangki bernama Jamarles.
Selain itu, pekerja las Daulay dan seorang sekuriti bernama Roni mengalami kritis dan sekarang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.
Peristiwa ledakan itu juga menyebabkan kantor dan merangkap gudang bengkel las tersebut rusak parah di bagian plafon dan peralatan lainnya.
Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pekanbaru Kombes Pol Robert Hariyanto W dijumpai wartawan, menyatakan dirinya mendapatkan informasi adanya mobil tangki BBM meledak dari Kapolsek Limapuluh sekira pukul 10.30 WIB.
“Saat ini kita sedang melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi. Kesimpulan sementara, mobil tangki meledak karena proses pengelesan yang tidak sesuai prosedur. Mestinya sebelum bagian tangki dilas, dipastikan di dalamnya dikosongkan dulu. Sehingga tidak ada gas dari solar yang ada di dalamnya,” unngkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Kompol Hariwiyawan, saat ini pihanya telah memanggil pimpinan PT ABKS berinisial B, sebagai saksi hingga menewaskan seorang sopir truk bernama Jamarles.
“Dalam kasus ini kita sudah meminta keterangan dua saksi,” ujarnya.
Saat disinggung apakah benar pemilik mobil atau pimpinan perusahaan PT ABKS tersebut mantan oknum polisi, Kasat enggan berkomentar, “Yang jelas kita selidiki dulu. Untuk sementara dua orang ini dulu yang kita periksa. Satu dari dua orang tersebut yakni seorang tukang las,” kata Hari. (dw)