Memperkenalkan 99 Tokoh Aceh di Medan

Bumi Aceh sesungguhnya sarat dengan keunikan dalam segala aspek. Dalam aspek sejarah, Aceh menjadi unik karena memiliki daftar peristiwa panjang. Istilah perang dan pahlawan menjadi sorotan yang tidak pernah henti di mata para kolumnis dan penulis sejarah masa kini. Dalam aspek politik, ternyata masih terus panas dan terus menghiasi lembar media masa sepanjang zaman. Begitu juga dengan aspek lain seperti hukum, adat dan ekonomi. (hlm. vii)

Demikian, paragraph pertama dari buku Prof. Dr. HM Hasballah Thaib MA dan Dr. H. Zamakhsyari Hasballah Lc, MA  berjudul 99 Tokoh Masyarakat Aceh di Medan-Sumatera Utara.

Menurut penulisnya sebenarnya cukup banyak tokoh masyarakat Aceh di Medan dan Sumatera Utara yang telah berperan dan berkarya serta meninggalkan beberapa karya monumental di Sumatera Utara, namun karena terbatasnya informasinya maka baru 99 tokoh inilah yang ada data pada penulis. Mereka berjanji, bila sudah mendapatkan data yang lain tentu akan ditulis di buku kedua.

Karya para tokoh ini dianggap monumental di antaranya ada dalam bentuk rumah sakit, klinik, universitas, perguruan tinggi, meunasah, perkantoran dan karya-karya yang lain.

Berapa banyak orang yang sudah pergi dianggap masih hidup selama-lamanya, dan berapa banyak mereka yang masih hidup dianggap kawan sudah mati sebelum ajalnya. Dianggap masih hidup, walau sudah kembali kehadirat Khaliq-Nya karena sebelum dia pergi, dia telah meninggalkan karya monumental yang diambil manfaat oleh masyarakat yang ditinggalkan. Dianggap sudah mati sebelum ajalnya, karena hidup­nya memberi mudharat bagi masyarakat yang ada disekitarnya, bahkan ada yang berbahagia bila dia cepat dipanggil oleh Khaliq-Nya.

Di antara 99 tokoh tersebut tercatat empat puluh sembilan orang dari mereka sudah kembali kepada Khaliq-Nya, sedangkan lima puluh lainnya masih hidup.

Menarik memang jika kita membaca buku ini. Karena dari sini kita banyak mendapatkan informasi yang berkaitan dengan organisasi Aceh Sepakat yang menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Aceh di Medan, walaupun awalnya ada beberapa organisasi masyarakat Aceh yang akhirnya ada yang melebur ke dalam Aceh Sepakat.

Banyak nama-nama yang tidak begitu popular namun banyak juga nama-nama yang sering menjadi pembicaraan masyarakat. Lewat buku ini, penulis mencoba memperkenalkan mereka dan apa yang telah mereka tinggalkan dan karyakan buat negeri ini.

Yang jelas, buku ini menurut peresensi  dipersembahkan kepada masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat Sumatera Utara umumnya untuk memberikan motivasi khususnya bagi pemuda Aceh untuk dapat melanjutkan visi dan misi orang tuanya yang telah melahirkan karya monumental untuk kemashlahatan masyarakat Aceh dan muslimin di Kota Medan Sumatera Utara. Selain itu memberikan informasi bahwa keberadaan masyarakat Aceh yang hidup di Sumatera Utara juga member manfaat dan kontribusi yang besar terhadap perkembangan Sumatera Utara khususnya Kota Medan.

Peresensi: Juniawati Suza, Kepala Sekolah PAUD Aisyah Az-Zahra, Medan Johor.

()

Baca Juga

Rekomendasi