Medan, (Analisa). Pangdam I/BB Mayjen (TNI) Edy Rahmayadi menyatakan kekagumannya seusai menonton film Toba Dreams.
Ia bahkan langsung memesan 900 tiket untuk dapat ditonton para anggota TNI lainnya, karena film tersebut dianggap sarat dengan nilai-nilai positif yang akan membawa penontonnya pada sikap sportif, kesatria, menghargai budaya serta memiliki toleransi antaragama.
“Film ini sebuah karya yang luar biasa dari Jendral TB Silalahi yang mengingatkan kita tentang berbagai hal dalam kehidupan. Banyak cara untuk menyampaikan pelajaran dan film salah satu wadah untuk itu yang dipilih oleh Letjen TNI (Purn) TB Silalahi. Apalagi kemudian dikemas dalam suatu cerita menarik yang menggambarkan berbagai hal dalam kehidupan. Di masa-masa seperti ini kita tidak lagi semata belajar dari suatu ucapan dan tekanan tetapi dapat juga melalui cerita film seperti ini.
Film ini sangat mendidik dan juga menunjukkan suatu nilai religius, serta buah dari Pancasila yaitu nilai toleransi beragama," papar Pangdam kepada wartawan usai menonton Toba Dreams di Hermes XXI Medan.
Ia terlihat demikian serius saat menyaksikan film tersebut ditayangkan. Meski duduk berdampingan dengan Letjen TNI (Purn) TB Silalahi, sang co produser, yang juga pencipta Novel Toba Dreams yang difilmkan itu, keduanya tampak serius menikmati film bersama para fans Vino G Bastian yang terlihat juga sangat antusias.
Menggugah
“Film ini menggugah tentang banyak hal, termasuk soal bahaya narkoba. Saat ini narkoba adalah musuh yang paling utama dan lebih dari terorisme. Film ini kita harapkan dapat menggugah dan menghindarkan para pemuda-pemudi dari bahaya narkoba. Sebab film ini menyampaikan tentang bahayanya dengan metode yang mudah dimengerti dan dengan teknik yang menyenangkan,” katanya lagi mengomentari antusias penonton yang sesekali tampak bereaksi saat menyaksikan aksi para bintang film idola mereka dalam film tersebut.
Sikap Kesatria
Secara khusus ia juga menyatakan kekagumannya atas sikap Sersan Tebe, salah seorang pemeran pada film Toba Dreams yang digambarkan dengan kesadaran sendiri bersedia meninggalkan asrama setelah memasuki masa pensiun.
Sersan Tebe memilih pulang kampung dan mencoba mengajarkan hal-hal kebaikan untuk kemajuan kampung halamannya di Balige, Sumatera Utara.
Pangdam mengungkapkan bahwa sikap tersebut merupakan sikap ksatria seorang prajurit.
"Prajurit itu menjunjung tinggi kebenaran, menjunjung tinggi jati diri. Yang miliknya, yang haknya, itu dipertahankan sampai titik darah penghabisan.
Tetapi kalau itu bukan miliknya, pasti akan ditinggalkan," ujarnya sambil kemudian melakukan sikap hormat kepada TB Silalahi untuk pamit seusai menonton film yang mengisahkan kehidupan seorang prajurit asal Balige bernama Sersan Tebe yang bertugas di Jakarta dan pulang ke kampung halamannya di Balige setelah pensiun. Film ini segera tayang di bioskop di Indonesia mulai 30 April mendatang. (ss)