Bakkara Akan Jadi Kantor Pusat Si Raja Oloan se-Indonesia

Daniel Sinambela: Jangan Jual Punguan Marga

Medan, (Analisa). Kota Bakkara di Kabupaten Humbang Hasundutan, akan menjadi pusat kegiatan pomparan Si Raja Oloan se-Indonesia. Hal itu terungkap dalam pertemuan tokoh-tokoh Si Raja Oloan beserta para pengurus DPW Si Raja Oloan Sumut, Minggu (2/8), di Sekretariat Jalan Sei Galang.

"Kita ingin kembali ke asal. Selain itu, kita ingin agar Punguan Pomparan Si Raja Oloan bukan sekadar organisasi, tetapi harus bisa memberi dampak positif ke bonapasogit. Sudah saatnya pusat kegiatan marga itu dikembalikan ke daerah asal, bukan di Jakarta," kata RAY Sinambela, yang didaulat menjadi Ketua Umum Punguan Pomparan Si Raja Oloan Boru Bere Ibebere se-Indonesia.

RAY Sinambela sebagai salah satu Dewan Pembina Si Raja Oloan Sumut, menyatakan kekecewaanya atas sikap Ketua Umum DPP, yang dianggapnya ingkar dengan komitmen yang dibuat.

Dia mengatakan, Ketum DPP harusnya jangan membiarkan perpecahan terjadi. "Tapi kalau tetap berlanjut situasi seperti ini, maka diambil sikap dan tindakan, salah satunya membentuk DPP Si Raja Oloan se-Indonesia berpusat di Bakkara. Kalau DPP Si Raja Oloan yang sekarang ini tidak mengayomi, maka diyakini bisa melakukannya dengan mengayomi seluruh pomparan," kata RAY Sinambela.

Pada pertemuan itu, selain nama RAY Sinambela, muncul juga nama-nama lain yang diminta jadi pengurus Punguan Pomparan Si Raja Oloan Boru Bere Ibebere se-Indonesia, antara lain Raja Oloan Sinambela sebagai ketua dewan pembina, Effendy Naibaho (ketua harian), Ngasup Sitepu (bendahara umum), MP Naibaho MSi (salah satu ketua), dan lainnya.

Jangan Jual Marga

Sementara Umum Ketua DPW Punguan Si Raja Oloan Sumut Daniel TF Sinambela SH, mengaku akan lebih fokus memajukan organisasi. "Pada prinsipnya karena formateur sudah membentuk kepengurusan, maka kami akan meluncurkan kalender program di antaranya pelantikan dan regristasi anggota. Sehubungan dengan ini, diimbau kepada semua pomparan Si Raja Oloan supaya meregristasi keanggotaannya ke Sekretariat Si Raja Oloan untuk database," katanya.

Menurut Daniel, keteraturan database anggota akan membantu menyukseskan program-program organisasi, di antaranya Program Pandu Bakat yang dilaksanakan bagi seluruh anggota dari berbagai profesi. "Juga akan ada pelatihan kewiraswastaan untuk menggali potensi para pomparan. Selain itu akan dibentuk LBH Si Raja Oloan dengan melibatkan para pomparan berlatar belakang hukum," katanya seraya menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan DPW Punguan Si Raja Oloan Sumut.

Terkait adanya dua struktur kepengurusan saat ini, kepada masyarakat, khususnya pomparan Si Raja Oloan, Daniel mengajak, agar itu dilihat sebagai bentuk dinamika. Bahkan menurutnya, kalau bisa ada tiga atau empat lagi organisasi Si Raja Oloan, kenapa tidak? 

"Terpenting semua menunjukkan keperdulian kepada seluruh pomparan. Kita berpikir positif saja bahwa semua akan berbuat baik kepada pomparan. Tapi jangan pernah menjual punguan Pomparan Si Raja Oloan untuk hal apa pun. Jadi jangan ramai karena eforia pilkada," tandasnya.

Karena seluruh pomparan statusnya sudah melekat sejak lahir sebagai keturunan Si Raja Oloan, maka tentu saja masing-masing berhak menilai mana lebih mengutamakan program untuk anggota. “Kalau merasa bagus, silahkan ikut," sambungnya.

Bagi pomparan yang ingin melakukan regristrasi bisa datang ke sekretariat atau melalui email: [email protected]. Bisa juga menghubungi pengurus, antara lain Ketua Umum DPW Sumut Daniel Sinambela SH (081281686899), Sekretaris Parlindungan Sihotang SE SH MSi (081382348288), dan Staff Sekretariat Naek Marpaung (082161970216). (rel/sug)

()

Baca Juga

Rekomendasi