Kerangka Tentara Napoleon Bonaparte Ditemukan

SEKITAR 200 kerangka ten­tara Prancis dari masa Kaisar Napoleon Bonaparte ditemu­kan di sebuah lokasi pekerjaan bangunan di Frank­furt, Jerman.

Olaf Cunitz, kepala badan pe­ren­canaan kota, bilang kerangka itu berasal dari tentara Napoleon yang mun­dur dari perang di Rusia tahun 1813.

Ditambahkan mereka ke­mung­kinan meninggal karena luka dalam perang atau men­derita tipus.

Kerangka itu ditemukan di ka­wa­san Roedelheim di sebelah barat Frankfurt. Diperlukan waktu se­kitar empat sampai enam minggu untuk menggali semua ke­rang­ka.

Sementara itu, Andrea Hampel -pe­jabat monumen bersejarah Fran­kfurt- bilang tampaknya ku­bu­ran massal tersebut digali secara tergesa-gesa dalam 'keadaan da­rurat'.

Para korban dimakamkan dalam peti mati dengan posisi utara-se­la­tan, jadi bukan arah timur-barat se­­perti yang bia­sanya sehingga mem­per­lihatkan terburu-buru.

Lebih 30 kerangka sudah digali dan diperlukan waktu sekitar empat sampai enam minggu untuk meng­gali kerangka lainnya.

Sebanyak 600.000 tentara Napoleon menduduki Rusia pada Juni 1812 dan menguasai Moskow pada Bulan Sep­tember namun kemudian mereka menderita kekalahan dan terpaksa mundur.

Hanya sekitar 90.000 pasukan yang berhasil kem­bali ke Prancis.

Karier militer Napoleon

Pada bulan Januari 1779, Napo­leon didaftarkan pada sebuah se­ko­lah agama di Autun, Perancis, un­tuk be­lajar bahasa Perancis, dan pada bulan Mei ia mendaftar di se­buah akademi militer di Brienne-le-Château. Di seko­lah, dia ber­bicara dengan logat Korsika yang kental sehingga dia sering di­ce­mooh teman-temannya; me­mak­sa­nya un­tuk belajar.

Napoleon pintar matema­tika, dan cukup memahami pelajaran se­jarah dan geo­grafi.

Setelah menyelesaikan pendi­di­kannya di Brienne pada 1784, Napoleon men­daftar di sekolah elit École Militaire di Paris.

Di sana dia dilatih menjadi se­orang per­wira artileri. Ke­tika ber­se­­ko­lah di sana, ayahnya me­ning­gal. Dia pun dipaksa menye­le­saikan se­ko­lah yang normalnya me­makan waktu dua tahun itu men­jadi satu tahun.

Dia diuji oleh ilmuwan terkenal Pier­re-Simon Lap­lace, yang di ke­mudian hari ditunjuk oleh Napoleon untuk menjadi anggota senat.

Napoleon menjadi siswa di Aka­demi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecer­dasannya mem­buat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun.

Karier militernya menan­jak pesat setelah dia berhasil menum­pas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sa­ngat mengejutkan: menem­bak­kan meriam di kota Paris dari atas menara.

Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Ber­bagai perang yang dime­nang­kan­nya di antaranya mela­wan Austria. (bbc/afp/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi