Bollywood Angkat Kisah Nyata ‘Pembelah Bukit’

PERJUANGAN sejati diperlihatkan seorang lelaki asal India. Pasalnya dia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan apapun, tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu.

Baginya yang terpenting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya.  Pria India yang berhati mulia itu bernama Dashrath Manjhi. Dia tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Hal ini dikarenakan letak desanya dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal.

Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk mencapai berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh.

Sudah sering penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta pembangunan jalan di desa mereka.

Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu.

Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal.

Pada akhirnya ada seorang berhati mulia bernama Dashrath Manjhi. Dia mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan setingkat" Hercules".

Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 22 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah.

Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian.

Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 22 tahun?

Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya semangat dan kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya.

"Istri saya, bernama Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku.

Saya bekerja di sebuah  peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan."

Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit.

Tidak Pernah

"Cinta saya kepada sang istri merupakan percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini.

Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir."

Dia juga bilang bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, dia hanya sendirian. "Semula banyak penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya.

Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja."

"Apa yang saya lakukan adalah untuk kebutuhan semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu.

Saya tidak takut mendapatkan hukuman dari pemerintah atas pekerjaan  ini, sama seperti saya juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari pemerintah, tutur Dashrath Manjhi.

Ironisnya, kerja keras Dashrath Manjhi tidak pernah menerima pengakuan apa-apa dari pihak pemerintah, bahkan ketika dia meninggal dunia di tahun 2007, dia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih dari itu.

Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan.

Apa yang dilakukan Manjhi telah menginspirasi rumah produksi film Bollywood, di mana kisahnya itu telah diangkat ke dalam sebuah film berjudul "Manjhi-The Mountain Man." (dm/afp/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi