Membangun Kemitraan Internasional Melalui Sister City

Oleh: Muhammad Arifin

DI persimpangan Jalan Kapten Mau­lana Lubis dengan Jalan Imam Bonjol berdiri kokoh sister city monument (Tugu Kota Bersaudara). Tugu dibangun 1 Juli 2001 dan diresmikan Drs H Abdillah, Ak, MBA ketika menjabat Walikota Medan.

Berdirinya tugu ini sebagai komitmen Kota Medan membangun kemitraan inter­nasional dengan kota lain di dunia, melalui kerja sama persahabatan dan persaudaraan. Tugu dilengkapi replika bumi dan lambang setiap kota yang telah membangun kerja sama.

Di Medan juga terdapat nama jalan sebagai komitmen membangun kemitra­an kota bersaudara yakni Jalan Gwangju (kota di Korea), letaknya persis di samping Kantor Harian Analisa. Di Kota Gwangju sendiri di kawasan Station World Cup terdapat nama Jalan Medan. Panjangnya 1,2 km. Jalan Medan dires­mikan oleh Pj Walikota Medan Drs Afi­fuddin Lubis, MSi pada 2009. Ada juga jalan Pulau Pinang (Great Town) hasil kerjasama Kota Medan dengan Pulau Pinang, Malaysia.

Kini, komitmen membangun kemitra­an terus ditingkatkan Walikota Medan, Dzulmi Eldin dengan menjajaki kerja sama dengan sejumlah kota-kota lain di dunia. Di sisi lain, Asosiasi Kota Bersau­dara Kota Medan dan pengurus ikut menggerakkan kerja sama dengan pihak swasta dan tokoh masyarakat da­lam mensukseskan dan mendukung program Pemko Medan di kancah interna­sional.

Walikota Medan melalui Kabag Hubungan Kerja sama Setda Kota Medan, Drs Rivai Nasution, MM menga­takan, banyak manfaat yang bisa dipero­leh dari kerja sama sister city. Antara lain, tukar menukar pengetahuan dan pengalaman pengelolaan pemba­ngunan bidang-bidang yang dikerjasa­makan. Mendorong tumbuhnya prakarsa dan peran aktif pemerintah daerah, masya­rakat dan swasta

Meningkatkan optimalisasi pengelo­la­an potensi daerah, mempererat persaha­batan pemerintah dan masyarakat kedua pihak, tukar menukar kebudayaan dalam rangka memperkaya kebudayaan daerah dan meningkatkan Sumber Daya Manu­sia (SDM).

Dia menjelaskan, kerja sama sister city telah terjalin selama 32 tahun. Di­mulai Medan-Greoge Town Pulau Pi­nang. Penandatanganan MoU, 10 Okto­ber 1984.

Medan-Ichikawa, penandatanganan MOU 8 Agustus 1989. Kerja sama dalam bi­dang ekonomi, perdagangan, pariwi­sata, olahraga, pendidikan dan kebuda­yaan. Medan-Chengdu, Penandatangan­an MOU 14 September 2001. Dijalin wa­dah informasi dan jaringan kerja di bidang ekonomi perda­gangan antar pengusaha kedua kota.

Sedangkan Medan-Ipoh, Friendship City (Kota Bersahabat). Penandatangan­an dengan Majelis Bandaraya Ipoh 20 Agustus 2009. Kerja sama dalam bidang pengeta­huan pemerintah daerah, budaya, perda­gangan, pariwisata dan kesehatan.

Kota Medan juga membangun kerja sama dengan Burgas, Bulgaria. Sudah ditandatangani letter of intent (LoI) atau surat pernyataan kehendak, 12 Mei 2010. Terakhir, Kota Medan menjalin kerjasa­ma dengan Milwaukee, Kota terbesar di Negara Bagian Wisconsin-Amerika Serikat. Telah dilakukan penandatangan­an LOI, 30 Oktober 2014. Hubungan formal dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara Medan-Burgas dan Me­dan-Milwaukee sedang diproses. Diha­rap­kan dalam waktu dekat nota kesepa­haman dapat ditandatangani di Medan.

Hasil kerja sama

Rivai menambahkan, hasil kerja sama, Kota Medan diberikan fasilitas arena promosi secara permanen oleh Majelis Perbendaharaan Pulau Pinang berupa wis­ma yang dinamakan "Wisma Kota Kem­bar". Pemko Medan mempro­mosi­kan produk unggulan Kota Medan. Saat ini Wisma Kota Kembar dikelola oleh Pemprovsu.

Bekerjasama dengan KONI Kota Medan dalam "Mountain Bike Challenge 2002" yang diadakan oleh Persatuan Ber­sepeda Pulau Pinang dan Kota Medan mengirimkan pelajar SMA untuk mengi­kuti Program Cabaran Mutiara. Medan juga mendapat kesempatan mengi­kuti, Festival Kuliner Medan di Pulau Pinang.

Berpartisipasi dalam kegiatan Festival Budaya di Pulau Pinang (Penang Fair) dan sebaliknya pemerintah Pulau Pinang ikut berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang diadakan setiap tahun.

Sedangkan kerja sama Medan-Ichikawa. Antara lain, mengirim 300 pelajar mengikuti program Student Exchange dan Pemko Medan menerima pertukaran pelajar dari Pihak Kota Ichikawa. Penga­daan baju Judo se­banyak 1 kontainer untuk memajukan olahraga Judo di Kota Medan.

Hibah tiga unit mobil damkar bagi Pemko Medan. Memberikan alat bantu dengar bagi anak panti asuhan di Kota Medan dan memberi beasiswa bagi pelajar/mahasiswa di Kota Medan.

Memberikan bantuan mesin jahit bagi korban tsunami di Kota Medan. Pelatihan bagi staf Pemko Medan dalam bidang administrasi pemerintahan dan teknologi informasi selama 9 bulan di Ichikawa.

Sementara kerja sama Medan-Gwang­ju. Telah terjadi investasi pemerintah Korea dalam skala besar berupa pem­bangunan properti peru­mahan (Royal Sumatera). Pemko Medan berencana untuk bekerjasama dalam bidang pen­didikan antara Chonnam University dan Universitas Sumatera Utara (USU) dan program pertukaran pelajar tingkat SMA dan sebalik­nya pemerintah Kota Gwangju juga mengirimkan pelajarnya ke Kota Medan setiap tahun.

"Di sekeliling kawasan Stadion World Cup di Korea terdapat jalan yang dinamakan dengan ‘Jalan Medan’ sepanjang 1,2 km yang diresmikan sejak 2009. Begitupun di Kota Medan juga terdapat Jalan Gwangju yang diresmikan sejak 2005, yaitu di sekitar Medan Kesawan," katanya.

Rivai melanjutkan, kerja sama Medan-Chengdu terjadi di bidang pendidikan antara Fakultas Kedokteran UISU dengan Uni­versitas Chengdu dalam bidang pengo­batan akupuntur, penelitian dan knowledge sharing. Berpartisipasi dalam Festival Music International dengan mengirimkan Tim Kesenian dari Kota Medan. .

Kerjasama Medan-Ipoh. Hasilnya, pengusaha Medan mendirikan Rumah Makan Simpang Tiga di Kota Ipoh. Memberikan warga kehormatan bagi Datuk Haji Roshidi bin Haji Hashim oleh Walikota Medan. Melaksanakan Pertukaran Pelajar SMA dari Panti Asuhan dan Pesantren Kota Medan ke Kota Ipoh serta Kota Ipoh aktif berpartisispasi mengirimkan delegasi tim kesenian dan budaya dalam rangka Pawai dan Pagelaran Budaya Antar Bangsa yang dilaksanakan di Medan Club - Medan.

Sedangkan Medan dengan Burgas, Bulgaria. Kerja sama yang dibangun di bidang pariwisata (pameran tahunan nasional) dan festival budaya lokal. Medan-Milwaukee yang merupakan kota terbesar di Negara Bagian Wiscon­sin - Amerika Serikat di bidang pendidikan, ekonomi dan budaya. Saat ini, sudah terjadi proses penjajakan kerjasama Universitas Wisconsin dengan Universitas Sumatera Utara (USU).

Rivai mengucapkan terimakasih persa­ha­batan yang telah terjalin dan dibina dengan sangat baik dengan mitra Kota Bersaudara di luar negeri tumbuh dan terpelihara hingga kini. Terimakasih kepada para walikota dan pejabat di Pemko Medan seperti AS Rangkuti, Bachtiar Djafar, Abdillah, Maulana Pohan dan Ramly serta para pengurus Asosiasi Kota Bersaudara Kota Medan terdahulu di antaranya, Dr Rosihan Arbie, Syarifuddin Siba, Sabri Basyah, Liliek Darmadi, Nurhayati 'Bibie' Lubis dan lainnya.

Nilai tambah

Ketua Umum Asosiasi Kota Bersau­dara Kota Medan, Bayu Fadlan, SE mengatakan, kehadiran pengusaha menjadi nilai tambah khususnya untuk investasi. Bahkan, saat ini pihaknya telah melakukan presentasi ke keduataan Kanada. Hasilnya, diperoleh bahwa nilai eksport Indonesia khususnya kota Medan ke luar rendah. Maka, pengu­saha-pengusaha diajak untuk bisa mengambil peran.

Kerja sama sister city, lanjutnya ke depan perlu ditingkatkan khususnya dalam pertukaran SDM. Harusnya, lebih diting­katkan tidak hanya tingkat SMA, tetapi jika perlu mahasiwa, guru dan dosen sehingga ke depan sudah bisa lebih baik.

Alumni pertukaran pelajar Rizky Syaf Lubis yang mengikuti program ke Gwangju tahun 2012 mengaku bangga. Dari hasil kerjasama sister city tersebut dia bisa mengetahui dunia khusunya melalui pendidikan. “Salah satunya, terjadi perubahan sikap. Jika di Medan manja tetapi saat di Korea mandiri. Selama 10 hari di Korea benar-benar merasakan belajar yang sesungguhnya," katanya.

Dia menambahkan, pengalaman yang bisa di-sharing ke teman-teman yakni soal pembelajaran, dan suasana lingkungan khususnya kebersihan dan kesadaran sebagai siswa. Khususnya, ekstra kurikuler dipandu dan semua keinginan siswa bisa dilakukan khusus­nya dalam hal positif. "Kita di sana sekolah mulai dari pukul 08.00 WIB-18.00 WIB,"kata Rizki yang kini menimbah ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Darma Agung.

()

Baca Juga

Rekomendasi