Oleh: Sri Efriyanti Harahap, S.TP
Camilan atau makanan ringan (snack) adalah makanan yang dikonsumsi di antara waktu makan utama. Camilan disukai oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Camilan biasanya dikonsumsi kurang lebih 2 hingga 3 jam di antara waktu makan utama. Camilan dapat menghilangkan rasa lapar seseorang untuk sementara waktu, memberikan pasokan tenaga ke tubuh, dan dapat memberikan kenikmatan rasa ketika memakannya. Namun perlu diketahui bahwa camilan yang menawarkan kenikmatan itu ternyata dapat memberikan kontribusi pada seseorang menjadi gemuk.
Saat ini banyak orang dewasa yang sedang melaksanakan program diet justru menjauhi kebiasaan makan camilan. Sebagian besar orangtua di masyarakat kita juga beranggapan camilan tidak baik dan tidak sehat karena tidak memberikan gizi yang baik bagi tubuh. Selain itu dapat mengurangi porsi makan anak-anak dalam masa pertumbuhan dan dapat menyebabkan kegemukan. Dan sebagian masyarakat kita belum mengetahui jenis camilan yang baik untuk kesehatan.
Menurut penelitian Nielsen pada tahun 2014 tentang makanan ringan atau camilan di seluruh dunia, didapatkan hasil bahwa total penjualan camilan di seluruh dunia terus bertambah sebesar 2% dari tahun ke tahun. Wanita merupakan yang paling sering mengonsumsi camilan dibandingkan dengan pria. Camilan mempunyai rasa yang enak dan banyak disukai oleh semua orang. Namun camilan ini mengandung banyak kalori tetapi nol zat gizi, sehingga memakannya terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine tahun 2011 menunjukkan bahwa konsumsi 1 ons keripik kentang per hari menyebabkan kenaikan berat badan rata-rata 0,8 kg selama empat tahun.Menurut Prof. Made Astawan, salah seorang dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa salah satu indikasi pangan sehat adalah memiliki kandungan indeks glikemik (IG) yang rendah.
Camilan sehat mulai banyak diperbincangkan belakangan ini. Masyarakat kita mulai menyadari pentingnya kualitas makanan yang dikonsumsi. Adapun kriteria camilan sehat yang dapat direkomendasikan adalah makanan yang mengandung vitamin, protein, serat pangan, dan jumlah kalori yang tetap terjaga.
Konsumen harus memperhatikan kandungan penggunaan bahan tambahan pangan yang berlebihan dan kurang berkualitas. Selain itu juga mengetahui proses pembuatan camilan yang bertujuan agar terhindar dari masalah kesehatan. Oleh karena itu, mengonsumsi camilan yang sehat dapat dilakukan dengan mengolah sendiri resep masakan di rumah.
Mengolah dan membuat camilan sendiri tentu akan memiliki dampak yang positif. Beberapa di antaranya dapat menghemat biaya, dapat meningkatkan kreativitas, mengasah kemampuan dalam memasak, menambah penghasilan di rumah, dan yang paling penting adalah menjaga kualitas camilan yang akan dikonsumsi.
Keberadaan media telah menghimpun informasi pada mayarakat untuk mengonsumsi camilan yang sehat. Saat ini banyak sekali pilihan camilan di pasaran. Diharapkan kontribusi orangtua dalam memenuhi pilihan camilan sehat pada anak dapat dilakukan dengan baik karena camilan menyumbang peran penting bagi pertumbuhan anak. Camilan yang bergizi dan baik akan mempengaruhi kualitas makanan dan status gizi pada anak.
Camilan dapat menyebabkan kegemukan jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang. Pemilihan camilan yang berkalori tinggi juga perlu diperhatikan. Sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi camilan yang mengandung kalori tinggi, hampir menyumbang seperempat kebutuhan kalori individu.
Di Indonesia sudah menjadi kebiasaan orang mengonsumsi gorengan yang mengandung tepung dan lemak tinggi dari minyak. Jadi, tidaklah mengherankan jika kebiasaan makan camilan yang tidak sehat ini dapat menyebabkan kegemukan.
Beberapa rekomendasi camilan yang baik dan sehat menurut Elvira Syamsir, salah seorang dosen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB adalah seperti buah-buahan segar, biskuit,makanan ringan berbasis protein seperti yogurt, makanan ringan berbasis susu seperti es krim yang memperhatikan kebutuhan anak-anak atau mengandung gizi tertentu, misalnya kalsium.
(Penulis adalah mahasiswa Teknologi Pascapanen Institut Pertanian Bogor dan peneliti di South East Asian Food and Agricultural Science and Technology Center)











