Lima Negara Afrika Paling Berbahaya Ditinggali

AFRIKA adalah benua terbesar ketiga di dunia setelah Asia dan Amerika dan kedua terbanyak penduduknya setelah Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi.

Dengan 800 juta penduduk di 54 negara, benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi dunia.

Kata Afrika berasal dari bahasa Latin, Africa terra — "tanah Afri" (bentuk jamak dari "Afer") — untuk menunjukkan bagian utara benua tersebut, saat ini merupakan bagian dari Tunisia, tempat kedudukan provinsi Romawi untuk Afrika. 

Asal kata Afer mungkin dari bahasa Fenisia, 'afar berarti debu; atau dari suku Afridi, yang mendiami bagian utara benua dekat Kartago; atau dari bahasa Yunani aphrike berarti tanpa dingin; atau dari bahasa Latin aprica berarti cerah.

Afrika adalah tempat tinggal manusia yang paling awal, dari benua ini manusia kemudian menyebar ke benua-benua lain. Afrika adalah tempat di mana garis evolusi kera menjadi berbeda dari protohuman tujuh juta tahun yang lalu.

Bicara Afrika, mungkin kita akan berpikir jika kawasan ini kurang nyaman untuk dikunjungi atau bahkan ditinggali. Konflik berkepanjangan di benua itu kerap melanda sebagian negara di dalamnya hingga berdampak pada kesengsaraan bagi rakyatnya.

Kondisi itu lantas memicu peningkatan angka kriminlitas di sana. Ada beberapa negara di Afrika yang bisa dianggap berbahaya jika dikunjungi. Maraknya berbagai aksi kejahatan membuat negara-negara ini begitu rawan. Berikut negara-negara tersebut:

Sudan Selatan

Negara yang bertetangga dengan dengan Sudan dan Ethiopia itu kerap dilanda konflik internal di dalam tubuh pemerintahannya. Kekerasan antar-etnik sudah menjadi suatu kelaziman di negara tersebut.

Beberapa suku nomaden seringkali terlibat konflik dengan suku lainnya demi memperebutkan kekuasaan. Warga asing tidak dianjurkan memasuki negara tersebut mengingat sangat rawannya aksi-aksi kejahatan di negara yang telah berdiri sendiri sejak tahun 2011 silam.

Nigeria

Nigeria juga termasuk negara paling rawan lantaran angka kriminal yang tinggai yang menyebabkan tatanan sosial kian memburuk. 

Aksi pemerkosaan seringkali terjadi di sepanjang jalan negara tersebut.

Aksi penyiksaan dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur sangat lumrah terjadi. Tak hanya itu, diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, etnik dan agama membuat negara itu semakin kacau.

Sudan

Sudan sudah lama dilanda konflik perang saudara antar kelompok yang membuat rakyatnya sengsara. Mereka sama sekali tidak mempedulikan apa yang namanya hak asasi manusia dan arti keselamatan hidup.

Konflik di Sudan setidaknya telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih 2,2 juta orang mengungsi.

Di mana 500 ribu di antaranya telah melarikan diri dari negara itu sejak perang saudara dimulai pada 2013 silam. 

Warga Sudan kini banyak mengandalkan bantuan luar untuk bertahan hidup.

Republik Demokratik Kongo

Negara yang merdeka pada 30 Juni 1960 ini tidak pernah lepas dari konflik. Kerusuhan kerap terjadi terlebih imbas dari situasi politik yang kacau serta krisis keuangan berkepanjangan. Situasi itu diperparah dengan pecahnya perang saudara pada tahun 1996 hingga sekarang.

Sebanyak 5,4 juta warga meninggal dunia pada masa perang antara tahun 1996-1998. Sebagian besar penyebab kematian mereka adalah terjangkit penyakit seperti malaria, diare dan pneumonia selama dalam pengungsian.

Somalia

Perang saudara yang bergolak sejak tahun 1991 menjadi awal ketidakamanan negara yang satu ini. Gerakan perang sebenarnya telah dimulai sejak rezim Siad Barre pada tahun 1980 silam.

Mereka kerap memperebutkan kekuasaan sehingga gelap mata dan terus terlibat pertikaian tanpa peduli terhadap keselamatan warganya. (oz/wkp/bmbc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi