ADA sesuatu yang bernada kurang mengenakkan mengenai para perempuan yang menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda yang biasa disebut cougar. Komentar yang paling sering didengar adalah, perempuan memilih pria muda karena pria yang seumuran umumnya sudah menikah.
Atau, perempuan dengan pasangan yang lebih muda biasanya pencemburu. Komentar-komentar ini terkesan memojokkan kaum perempuan.
Ketika sudah menyangkut cinta apalagi nafsu, siapa yang peduli dengan usia. Karena itu, Linda Franklin, penulis buku “The Real Cougar Woman”, ingin mematahkan hal-hal yang dianggapnya hanya mitos tersebut. Setidaknya, ada lima mitos paling populer mengenai perempuan yang berpasangan dengan pria-pria muda:
Makin banyak perempuan yang mencari pria lebih muda yang dalam bahasa gaulnya brondong. Kata orang, karena pria-pria yang seumuran kebanyakan sudah menikah dan wanita ini ogah untuk pacaran dengan pria yang lebih matang dan dewasa, sehingga perempuan berusia dewasa akhirnya mencari pria-pria yang lebih muda.
Hal ini terdengar kurang menyenangkan, terkesan putus asa sekali karena membutuhkan pelampiasan nafsu. Padahal kenyataannya tak seperti itu. Para brondong itulah yang umumnya mudah digoda oleh perempuan yang matang agar lebih dulu melakukan pengejaran.
“Saya selalu tertarik dengan perempuan yang lebih tua,” begitu kata Nick Cannon saat merayakan ulang tahun pernikahannya yang kedua dengan Mariah Carey. Anda tak pernah mendengar perempuan berkata, “Saya selalu tertarik dengan pria yang lebih muda”, bukan? karena hal ini sangat tabu untuk diungkapkan terutama oleh kaum wanita.
Perempuan yang “dewasa” enggan menjalin hubungan serius. Anda merasa jadi outsider karena Anda justru ingin melanjutkan hubungan hingga ke jenjang perkawinan? Tidak usah khawatir. Dimana-mana, perempuan pasti ingin hubungan yang serius. Kalaupun ada perempuan yang tak ingin menikah, jumlahnya tak banyak.
Sudah jadi sifat alami perempuan untuk menginginkan pasangan yang tepat yang bisa menemani mereka hingga beranjak tua, meskipun pasangan tersebut masuk kategori brondong. Dan sama seperti pria, mendapatkan pasangan brondong dapat meningkatkan status sosial dan membuat wanita terkesan kaya.
Royal
Perempuan yang berpacaran dengan pria muda biasanya royal. Sejak kapan perempuan dengan sengaja ingin memanjakan pasangannya dengan kemewahan tanpa mengharapkan imbal balik, memang wanita sama dengan pria?
Perempuan lajang yang mandiri tahu bahwa dirinya sudah bekerja keras demi mencapai kariernya sekarang, dan mereka tidak akan memboroskan uangnya begitu saja demi menyenangkan pasangan mudanya.
Biasanya pasangan mudanya harus pandai merayu dan melakkan hal-hal khusus dahulu agar mendapatkan kucuran dana dari sang perempuan dewasa tersebut.
Perempuan jadi pencemburu dan merasa tidak nyaman. Penyebabnya, perempuan akan lebih cepat menjadi tua. Akibatnya, perempuan akan selalu merasa khawatir pasangan mudanya akan berpaling pada perempuan lain yang lebih muda dan cantik.
Tetapi, hal ini juga dialami oleh perempuan mana pun yang memiliki pasangan. Tidak hanya brondong yang akan melirik perempuan yang lebih muda tetapi tentu bila pada dasarnya wanita wanita dewasa ini tergolong senang jelalatan. Nah, kalau sudah begini, wajarlah bila perempuan tersebut merasa cemburu.
Memilih brondong hanya keisengan belaka. Perempuan dewasa akan selalu tertarik dengan pria yang lebih muda yang biasanya dikonotasikan masih agresif diatas tempat tidur.
Hal ini bukan fenomena baru, bukan pula sekadar tren yang akan berlalu. Namun gambaran mengenai apa yang tepat untuk perempuan sudah berubah. Tidak ada standar khusus tentang bagaimana perempuan dewasa dan berduit memilih pasangannya.
Ketika ada nafsu atau chemistry, saat itulah mereka bisa saling menemukan dirinya.
Memang, pria muda yang terpaut asmara terhadap wanita dengan usia jauh lebih tua sering dianggap tidak lazim, apalagi memacari janda. Meski demikian, kasus seperti ini tidak sulit untuk dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. A
Alasan
lasannya akan sangat berbeda tergantung tiap-tiap pasangan. Dari sekian banyak alasan, berikut ini 5 hal yang sering dijadikan alasan oleh para pria untuk menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tua seperti dikutip dari buku “Selfgrowth”.
1. Lebih matang secara seksual. Para pria umumnya mencapai puncak kehidupan seksualnya di usia 20-an tahun, sementara para wanita lebih lambat yakni di usia 30-an tahun. Bagi para pria, memilih pasangan dengan usia jauh lebih tua kadang-kadang bisa mengatasi kesenjangan tersebut.
2. Menghindari drama queen. Tidak bisa dipungkiri, wanita muda terutama yang masih remaja cukup sering bermasalah dengan mood atau suasana hati. Selain faktor emosi yang belum matang, ekspektasi tertentu dari lingkungan misalnya untuk sesegera mungkin punya anak turut membuat para wanita terbebani dan menjadi lebih sensitif. Jadi, bukan tanpa alasan jika pria memilih wanita yang lebih tua, yang telah melewati fase-fase tersebut.
3. Oedipus complex. Tidak semua pria yang berpasangan dengan wanita lebih tua berarti mengalami oedipus complex. Namun bukan tidak mungkin, kecenderungan ini dilatarbelakangi oleh sifat pasanganya yang dewasa dan mampu mengayomi. Persis seperti yang sejak kecil ia dapatkan dari ibu kandungnya.
4. Lebih independen. Selain matang secara seksual dan emosional, wanita yang usianya lebih tua umumnya juga matang secara sosial-finansial. Pergaulan luas, karir mapan, sudah mandiri dan tidak terlalu menggantungkan hidup pada orang tuanya. Tentu saja semua pria mengidamkan wanita seperti ini.
5. Karena cinta. Alasan yang tidak akan terbantahkan ketika seorang pria teraput terhadap wanita yang lebih tua adalah karena cinta. Dianggap lazim atau tidak, kalau sudah cinta maka tidak akan ada hal lain yang mampu menghalangi. Ingat, tak seorang pria pun bisa memilih dengan siapa dirinya akan jatuh cinta. (ttc/abc/ar)











